Liputan Pendidikan

PhotoScape Mania MS Product bersama SMAN 1 Kasokandel, SMAN 1 Sukahaji, SMAN 1 Kadipaten, SMKN 1 Kadipaten, MTsN Sukaraja, SMPN 1 Kasokandel

Rabu, 11 Desember 2013

Dampak Uring-uringan di Facebook

1) Mengganggu kenyamanan teman-teman Facebook
2) Memancing amarah orang-orang yang dilibatkan
3) Mendatangkan image buruk
4) Mengurangi kadar kepercayaan orang lain.
Mereka akan jadi takut untuk dekat
5) Terancam di-hack oleh orang yang merasa tersinggung atau sakit hati lalu dibalas dengan cara dipermalukan melalui upload gambar-gambar seronok, porno, dll.

Kamis, 05 Desember 2013

Sukses Jadi Kuwu, Ikut Jadi Caleg

                                                                                                    Setelah sukses menjalani masa tugasnya sebagai kepala desa (kuwu) Desa Jayi Kecamatan Sukahaji Majalengka Jawa Barat selama dua periode, Dra. Runtisah kini memantapkan dirinya sebagai Calon Anggota DPRD Kabupaten Majalengka pada Pemilu Legislatif 2014. Ia berada di Partai Gerindra untuk daerah Pemilihan II yang meliputi Sukahaji, Cigasong, Sindang, Maja, Argapura, Banjaran, dan Talaga.

Prestasinya selama menjabat Kuwu Jayi adalah Kuwu Terbaik Kabupaten Majalengka, Kuwu Terbaik se Wilayah III Cirebon, dan Kuwu Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat. Dengan prestasinya tersebut ia mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Barat dan salahseorang menteri Kabinet Bersatu RI.

Istri Kepala SMPN 1 Sukahaji Drs.H. Emed AS,M.Pd ini di Desa Jayi dikena sebagai tokoh masyarakat yang mampu memberdayakan kalangan perempuan Jayi di mana masyarakat Jayi, khususnya ibu-ibu rumah tangga mampu memiliki lapangan pekerjaan yang disediakan olehnya. Salahsatunya adalah lapangan pekerjaan anyaman bambu, dan budidaya tanaman. Para ibu rumahtangga diberdayakan untuk mengolah berbagai tanaman produktif hingga tanaman tersebut mampu menghasilkan inkam untuk kehidupan mereka. (Pariwara/Eskul Media Mandiri/E-1)




Rabu, 04 Desember 2013

Tidak Mau Lagi Kecolongan Jejaring Sosial

Yayat Hidayat, S.Pd


Yayat Hidayat adalah guru SMAN 1 Sukahaji di sekolah dipercaya sebagai Wakasek Humas ( Hubungan Masyarakat ). Yayat mengurusi masalah kehumasan yang sehari - hari bertugas memberikan informasi kepada masyarakat ( tamu sekolah, termasuk media ).

Yayat dikenal sebagai sosok guru yang sederhana, bawaannya tenang tapi ia termasuk figur guru yang berani menyampaikan keritik apabila insan media keliru dalam menyampaikan informasi tentang SMAN 1 Sukahaji

Alumnus UNSAP Sumedang ini dikenal sebagai guru yang getol dalam memantau aktivitas siswanya di wahana jejaring sosial Facebook dan memantau perkembangan - perkembangan informasi tentang SMAN 1 Sukahaji. Ia juga memantau update - update para siswanya sehingga siswa - siswa yang kebablasan bermain Facebook ditegurnya.Hal itu mengacu pada pengalaman di waktu lalu di mana identitas SMAN 1 Sukahaji disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ada oknum yang mengaku fotonya siswa SMAN 1 Sukahaji berfose bugil di Facebook,lalu dimuat di koran dan akhirnya menjadi heboh. SMAN 1 Sukahaji melalui Yayat Hidayat saat itu juga langsung melakukan somasi.

Ayah dari Aditya Hida Nurgafiri ini tidak mau lagi kecolongan dan akhirnya melakukan pemantauan akun  - akun facebook dengan extra.

"kami sekarang melakukan pemantauan siswa bukan hanya di sekolah saja tpi juga di jejaring sosial. Kami tidak mau kecolongan seperti waktu lalu, karena oknum yang tidak bertanggung jawab, sekolah kami yang menanggung akibatnya".ujarnya sambil tersenyum ***

Senin, 02 Desember 2013

Kepala SMAN 1 Sukahaji Ketemu Deddy Mizwar

 Suasana suka cita saat mengiringi rombongan SMAN 1 Sukahaji ke Bandung dalam rangka penyerahan penghargaan sekolah berbudaya lingkungan hidup yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar adalah pengalaman yang sangat menyenangkn bagi ESKUL Media Mandiri. Ditambah lagi ESKUL Media Mandiri menghadiri acara tersebut ikut dengan rombongan SMAN 1 Sukahaji yang diwakili oleh kepala SMAN 1 Sukahaji ( Drs. H . Entis Diat Tisman Wibawa. M.Pd ) Wakasek Humas ( Yayat Hidayat.S.Pd ) dan rekan - rekan guru yang lain berjumlah 8 orang termasuk ESKUL Media Mandiri.

Kami berangkat dari SMAN 1 Sukahaji pukul 05.15 WIB dengan menggunkan dua unit mobil. Saat menuju tujuan kami beristirahat sejenak di Sumedang pukul 07.00 WIB untuk sekedar melepas lelah dan makan masakan yang sudah disiapkan kepala SMAN 1 Sukahaji.

Rombongan tiba di acara pukul 08.45 WIB, lima belas menit lebih awal dari pembukaan acara. Selepas memarkirkan kendaraan, H. Entis langsung mengambil nomor urut tempat duduk. Satu jam kemudian acara resmi dibuka dengan dimainkannya angklung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat dan Kepala BPLH Jawa Barat. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Barat dan kepl BPLH Jawa Barat.

SMAN 1 Sukahaji masuk dalam sesi pertama foto bersama Wakil Gubernur dan Kepala BPLH Jabar dari delapan sesi foto yang dilakukan. Selesai sesi foto, panitia langsung melanjutkan ke acara intinya (penyerahan penghargaan BPLH ). SMAN 1 Sukahaji menduduki urutan ke-2 tingkat SMA & SMK se - Jawa Barat. Itu semua tidak terlepas dari ide H. Entis dan rekan - rekan guru dalam menangani masalah limbah dan kebersihan di lingkungan sekolah dan memanfaatkannya menjadi hal yang positif.

Setelah acara intinya selesai, rombongan langsung menuju kendaraan untuk kembali ke Majalengka. Ditengah perjalanan menuju kendaraan H. Entis mencetuskan sebuah ide yang memanfaatkan limbah tutup botol untuk dijadikan pin bergambar burung - burung langka dilindungi.

H. Entis dan kawan - kawan langsung meninggalkan tempat acara dengan membawa pulang penghargaan Adhiwiyata dari Wakil Gubernur Jawa Barat sebagai sekolah yang berbudaya lingkungan. Sebelum sampai ke tempat tujuan, kami singgah terlebih dahulu di sumedang untuk sholat berjamaah dan makan. Selepas itu rombongan melanjutkan perjalanaan pulang.***( Liputan langsung Ucu Sumarna )






SMAN 1 Sukahaji

Jln. Raya Sukahaji Majalengka
Sekolah berbasis agamis & berbudaya lingkungan





























Kamis, 21 November 2013

Eskul Media Mandiri Sediakan Honorarium Menulis



Eskul Media Mandiri mengundang para pelajar dan mahasiswa untuk berkarya di Eskul Media Mandiri edisi Online. Materi tulisan seputar pendidikan dan hal-hal yang ada korelasi dengan dunia pendidikan. Naskah minimal sebanyak tiga halaman MS Word dan maksimal lima halaman.
Naskah dikirimkan ke Redaksi Eskul Mandiri Edisi Online, email  esmarceria@gmail.com. Naskah yang dimuat akan diberi honorarium. Naskah yang tidak dimuat dalam waktu tiga bulan dianggap dikembalikan tanpa harus menjelaskan alasannya.

Honorarium naskah berasal dari beberapa sponsor Eskul Media Mandiri
1) CV. Alfarabi Putra Sena
2) CV. Legawa Putra Nasa
3) SMAN 1 Kadipaten
4) SMAN 1 Kasokandel
5) SMAN 1 Sukahaji
6) MTsN Sukaraja
 dll

Rabu, 20 November 2013

TU Butuh Tenaga Yang Cukup dan Kompeten

Lili Ramli (foto Endang Suhendar)
Lili Ramli  adalah sosok pria yang lahir 45 tahun silam dan saat ini bertugas di SMPN 1 SUKAHAJI sebagai salah satu staf TU. Ia dipercaya bekerja di urusan kepegawaian dan bertugas sebagai bendahara dana BOS SMP Terbuka.Pria yang  mulai merintis karir tahun 1989 di Ranting Dinas P dan K ini juga merangkap sebagai anggota Komite dari tahun 2003 dan masih aktif hingga sekarang.

Saat ESKUL Media Mandiri menemuinya di ruang TU, pria yang berdomisili di Cikalong Sukahaji ini menyebutkan "TU itu lebih banyak mengurusi masalah kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan !.". ujarnya seraya tersenyum. Ayah dari dua anak ini menjelaskan, kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan bisa membuat managemen sekolah menjadi kacau, karena akibat kekurangan tenaga akan ada orang yang bisa mengurusi dua sampai tiga tugas sekaligus sehingga  fokus kerjanya akan berkurang.

Lili Ramli menuturkan, itu semua tidak akan terjadi apabila ada formasi tenaga kerja baru yang kompeten dan memiliki totalitas tinggi terhadap tugasnya serta dengan adanya jumlah tenaga kerja yang cukup maka tidak akan ada lagi orang yang mengurusi banyak tugas sekaligus sehingga bisa fokus pada tugas pokoknya.

"Kami di sini cukup terorganisir dengan baik,karena kami punya totalitas tinggi akan tugas kami,apalagi kami dipimpin kepala TU (Dodo Suhada) yang tegas dan berkomitmen tinggi,kepemimpinannya juga sangat baik" ujar Lili Ramli *** (Ucu Sumarna)


SMPN 1 SUKAHAJI
Jln. Bidara Sukahaji Majalengka

Minggu, 17 November 2013

Pemimpin Sekolah Sudah Kehilangan Ruh Amanah

Mista Hadi Permana, S.Ag, M.PdI  (Foto : Istimewa)

Majalengka/Eskul Media Mandiri,-

Praktisi pendidikan Agama Islam Mista Hadi Permana menyebutkan bahwa saat ini terjadi degradasi di dunia pendidikan menyangkut aspek kepemimpinan. Menurut alumnus IAIN (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini, ada tiga hal mendasar yang mengubah konsep, pola pikir, pola tindak, serta kebijakan para pemimpin khususnya di lingkungan pendidikan. Menurutnya, saat ini para pemimpin lembaga pendidikan sudah terasuki oleh sifat "hubbudunya wakarohatul akhirat". Sifat tersebut mengakibatkan munculnya sikap-sikap negatif. Yang pertama, sikap materialistis. Para pemimpin lembaga pendidikan saat ini cenderung mementingkan aspek keduniawian. Salahsatu kondisi real adalah para pemimpin lebih mengikuti trend penampilan dan gaya hidup.

Menurut alumnus Magister  Studi Pendidikan Islam Syekh Nurjati Cirebon ini,  para pemimpin lembaga pendidikan sudah kehilangan nilai-nilai kejujuran serta kehilangan ruh amanah. Ketika para pemimpin lembaga pendidikan sudah tidak mampu lagi melaksanakan nilai-nilai kejujuran maka hal ini akan berdampak pada situasi dan kondisi di kalangan tenaga pengajar dan peserta didik. Ketidakjujuran dan hilangnya ruh amanah tersebut memang dipicu oleh adanya aspek keduniawian yang menyebabkan para pemimpin di sekolah mengalami perubahan paradigma berfikir. Mereka menjadi malu ketika mereka tidak dianggap sukses dari aspek materil. Sebab gejala yang terjadi saat ini,  menurut Mista, ukuran kesuksesan saat ini diukur dari seberapa besar seseorang memiliki materi. Dengan demikian maka para pemimpin sekolah menjadi lebih pragmatis. Menurutnya, mereka akan menjadi sosok-sosok pemimpin sekolah yang pragmatis, yang selalu berhitung untung rugi. Mereka sudah tidak mementingkan lagi nilai-nilai ketulusan, sehingga dalam memimpin sekolah terkesan lebih mementingkan urusan pribadi alih-alih membuat pendidikan menjadi berbekas kepada peserta didik. Mista berpendapat bahwa sebaiknya aspek-aspek keikhlasan dalam memimpin sekolah sebaiknya ditingkatkan. (ES/Ucu Sumarna)


SMAN 1 MAJALENGKA
Jln. KH. Abdul Halim  Majalengka 

Sabtu, 16 November 2013

METODE MENGAJAR YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN

 
M. Rochendi S.Pd.,M.Pd
Menurut M. Rochendi ada kalanya siswa / mahasiswa mudah jenuh saat berhadapan dengan gurunya dikelas. Itu karena disebabkan gurunya kurang memahami hal - hal yang diinginkan oleh mereka. Rata -rata siswa lebih suka diajari oleh gurunya yang ramah dan murah senyum. Senyum dan keramahan adalah modal utama seorang guru bisa diterima dengan baik oleh siswanya. Rochendi menyebutkan guru yang kerjanya mencela siswa, memarahi dan menekan siswa membuat siswa menjadi cepat jenuh.

Rochendi berpendapat bahwa dalam mengajar diperlukan banyak strategi agar para siswa dikelas tidak mudah jenuh. Beberapa metode yang bisa di kembangkan untuk mengantisipasi hal itu diantaranya metode triggering questions dan ice breaking serta penggunaan simulasi games saat mengajar. Metode tersebut dikembangkan oleh Rochendi berdasarkan pengalamanya berkunjung ke Harvard University, Boston University (Amerika Serikat) dan beberapa institusi pendidikkan di Adelaide Australia.

Triggering questions adalah metode mengajar di mana seorang guru melakukan sikap menyenangkan saat masuk dan menjelang proses mengajar. Triggering questions diisi dengan memberikan beberapa pertanyaan mengenai hal -hal yang berkaitan dengan materi pelajaraan yang akan dibahas misalnya ketika guru akan  mengajar tentang musik guru memberikan pertanyaan- pertanyaan yang mengarah kepada masalah musik jadi triggering questions adalah metode pancingan yang mampu menggiring siswa untuk masuk kepada pokok bahasan.

Ice breaking adalah metode mengajar untuk memecah suasana di kelas agar siswa lebih terangsang energinya dan terfokus konsentrasinya. Ice breaking dilakukan oleh seorang guru dengan pola sikap dan proses komunikasi yang mampu membuat siswa menjadi terangsang untuk menyimak materi pelajaran yang disampaikan gurunya saat itu.

Dalam mengajar seorang guru tidak boleh membiarkan para siswanya duduk terpaku terlalu lama karena akan berpengaruh pada tingat kejenuhan sebisa mungkin guru memberikan pertanyaan kepada siswanya agar mereka tidak duduk terpaku terlalu lama.Minimalnya siswa diberi pertanyaan agar mereka dibasakan mengangkat tangan ketika mereka mampu memberikan jawaban, sehingga saraf - saraf motorik(mengolah kemampuan berfikir) dan sensorik (menempung informasi) menjadi seimbang.Konsep ini dikembangkan oleh George Lazanov yang diadopsi oleh Rochendi.

Rochendi sendiri saat ini bekerja sebagai kepala SMK Pariwisata Majalengka dan mengelola Communicative English Course ( CEC ) di Majalengka.***naskah dan foto Ucu Sumarna

Jumat, 15 November 2013

SMK Wahana Bakti Kehilangan Ketua Yayasan

Drs.H. Endang  Kurnaedi,MM.Pd (Fotografer : Ucu Sumarna)  

SMK Wahana Bakti Majalengka kini masih berduka setelah ditinggal pergi oleh Ketua Yayasan Wahana Bakti Dr. H. Endang Sukandar,M.Si  Rasa duka tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMK Wahana Bakti Drs. H. Endang Kurnaedi,M.M.Pd.saat ditemui langsung di ruang kerja Kepala SMK Wahana Bakti, 16/11/2013. Ketua Yayasan Wahana Bakti H. Endang Sukandar meninggal dunia di Jatigede Sumedang saat menjalankan tugasnya sebagai Bupati Majalengka. Almarhum dinyatakan wafat setelah dibawa ke RSUD Cideres Majalengka dari Jatigede.


Berpulangnya H. Endang Sukandar membawa masalah bagi SMK Wahana Bakti, sebab pihak keluarga H. Endang Sukandar sama sekali tidak mengetahui kepemilikan SMK Wahana Bakti oleh H. Endang Sukandar. Pihak SMK Wahana Bakti saat ini dihadapkan pada kebingungan karena menghadapi kendala untuk proses penataan sekolah selanjutnya.

Kepala SMK Wahana Bakti H. Endang Kurnaedi menyebutkan pihaknya sedang melakukan pendekatan kepada anggota  salahsatu keponakan almarhum H. Endang Sukandar Dedi Jubaedi. Dedi adalah PNS Guru di SMKN 1 Kadipaten yang diharapkan bisa meneruskan almarhum dalam mengelola Yayasan Wahana Bakti. Selain meminta dukungan Dedi Jubaedi, H. Endang Kurnaedi juga mengharapkan dukungan kerabat dekat almarhum yang lain, yaitu Ana Susana guru Bahasa Sunda di SMPN 6 Majalengka.

Di Sumedang H. Endang Sukandar dikenal sebagai Bupati Sumedang dan sebelumnya sebagai Anggota DPR RI. Mendiang Endang Sukandar juga dikenal sebagai pemilik Universitas Sebelas April (UNSAP) Sumedang. Ia berangkat sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mendirikan Yayasan Wahana Bakti tahun

Meninggalnya H. Endang Sukandar secara langsung membawa dampak bagi SMK Wahana Bakti sebab menurut H. Endang Kurnaedi, pihaknya akan mendapatkan kesulitan dalam hal koordinasi untuk upaya pengembangan sekolah yang dipimpinnya. Saat ini SMK Wahana Bakti masih termasuk sekolah yang minim siswa dibandingkan SMK-SMK lainnya di Majalengka. Selain dikenal sebagai sekolah baret hijau (istilah politis), kepala SMK Wahana Bakti H. Endang Kurnaedi juga dikenal sebagai sosok yang berani dalam mengkritisi kebijakan Dinas Pendidikan sehingga beberapa pejabat Disdik di Majalengka kurang mengakomodir kepentingan SMK Wahana Bakti. ***

SMK Wahana Bakti 
Jln. Siti Armilah No. 62 Majalengka 
Tel. 0233-282989


Rabu, 13 November 2013

HUT PGRI di Kadipaten


Drs.H. Suprapto, M.Pd 

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kadipaten akan menggelar kegiatan dalam memeriahkan ulangtahun PGRI ke 68 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2013 pada tanggal 23 November 2013 dipusatkan di Toserba Surya Kadipaten. Kegiatan tersebut dimulai tanggal 18 hingga puncak acara 23 November. Kegiatan tersebut diisi dengan pertandingan bola voli yang melibatkan 7 lembaga pendidikan (TK, SD, MTs, SMP, SMA, dan SMK). Ketua Panitia Penyelenggara Drs. H. Suprapto, M.Pd menyebutkan HUT PGRI juga akan diisi dengan kegiatan tenis meja dan badminton bertempat di SMPN 1 Kadipaten.

Menurutnya, kegiatan dengan tema "Melalui HUT ke-68 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2013 yang menjadi Bermartabat menjadi Guru Bermutu", juga diisi dengan workshop mengenai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau karya ilmiah guru. Kegiatan workshop akan dilaksanakan pada 21 November 2013 bertempat di Aula PGRI. Selain workshop, HUT PGRI di wilayah Kadipaten juga akan diisi dengan kegiatan jalan santai dengan doorprize.  Acara HUT PGRI akan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Majalengka H. Surahman,S.Pd dan Kadisdik Majalengka Drs. H. Sanwasi,MM. ***  



SMAN 1 Kadipaten 
Jln. Lapangsari No. 61  
Kadipaten - Majalengka




Selasa, 12 November 2013

Emed AS : Bimbingan & Konseling yang Islami





Drs.H.Emed AS,M.Pd
Majalengka/Ucu Sumarna 

Praktisi pendidikan Kabupaten Majalengka  Drs.H. Emed AS,M.Pd menilai di jaman globalisasi ini terjadi pergeseran nilai-nilai kehidupan dalam kehidupan sosial. Pergeseran nilai itu menyangkut kehidupan sosial masyarakat yang sudah mulai materialistis. Masyarakat selalu berpandangan kepada materi. Menilai kualitas orang dari segi materil. Menyikapi figur-figur orang lain dari sisi fisik, harta atau kekayaan, keadaan, strata sosial dan mempersepsikan segala  sesuatu dari hal-hal yang duniawi. Omongan besar juga termasuk dalam kategori aspek material. Menurut Emed AS, masyarakat di jaman sekarang juga saat ini cenderung bersikap individualistis di mana terjadi kebiasaan-kebiasaan menjalankan pola hidup yang tidak mengedepankan aspek kebersamaan dengan orang-orang di lingkungan terdekat.

Sikap indivualistis bisa melahirkan sikap pragmatis di mana sikap tersebut hanya menilai sisi manfaat secara personal dan instant tanpa mempertimbangkan aspek halal-haram, dampak positif-negatif pada diri sendiri maupun kepada orang-orang sekitar yang berkaitan langsung dengan dirinya. Pria yang beristrikan Dra. Iis Runtisah, Caleg Gerindra untuk DPRD Kabupaten Majalengka Dapil II ini,  menyebutkan bahwa, sikap pragmatis lebih menekankan kepada aspek benefit secara langsung. Oleh karena itu, sikap pragmatis akan melahirkan sifat hedonis. Sifat hedonis melahirkan sisi-sisi kesenangan hidup di mana orang-orang sudah menitikberatkan tujuan hidup pada hal-hal yang mampu membuat dirinya memperoleh kesenangan semu.


Atas adanya kondisi tersebut generasi muda seharusnya diberi arahan yang terpadu mengenai dampak pergeseran nilai sebab pergeseran nilai tersebutlebih banyak terjadi di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, bimbingan dan konseling di  sekolah-sekolah  harus lebih dimaksimalkan fungsinya. Dibutuhkan konseling yang tepat sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.  Bimbingan dan konseling di kalangan generasi muda, khususnya di sekolah harus didukung langsung oleh peran serta orangtua karena orangtua adalah pembimbing utama.


*) Drs.H. Emed AS,M.Pd ialah kepala sekolah dengan Rating #1 versi Eskul Media Mandiri berdasarkan aspek konsep kepemimpinan, manajerial sekolah, aspek pelayanan informasi pendidikan, dan secara kontinyu memberikan sumbangsih pemikiran melalui Eskul Media Mandiri. 


SMPN 1 SUKAHAJI
Jln. Bidara No. 2 Sukahaji Tel. 0233-282590  


Sponsor Eskul Media Mandiri : CV. Alfarabi Putra Sena, CV. Legawa Putra Nasa, MTsN Sukaraja, SMAN 1 Sukahaji, SMAN 1 Kasokandel, SMAN 1 Kadipaten, Brilliant Computer, Pandawa Asih Music School,


Meningkatkan Peran BK



Sindri Gusniar
         Sindri Gusniar, siswi SMAN 1 Sindangwangi, dimintai pendapatnya tentang peran BK di sekolah. Menurutnya,peran Bimbingan Konseling (BK) cukup berpengaruh pada perkembangan siswa di sekolah. Sindri menyebutkan bahwa saat ini siswa mengalami kendala - kendala nonkasus. Berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya,para siswa dihadapkan pada kasus -kasus broken - home, kejiwaan, tawuran pelajar. Saat ini masalah yang dihadapi siswa -siswi di sekolah adalah menyangkut indisipliner waktu.

         Sindri menyatakan, saat ini para pelajar sangat dipengaruhi oleh jejaring sosial facebook,twitter,yahoo messenger dan BBM (Blackbarry messenger) sehingga banyak para pelajar yang kurang maksimal dalam belajarnya. Dengan kondisi seperti itu pelajar menjadi merasa berat mengerjakan tugas - tugas sekolah. Pengaruh jejaring sosial sangat terasa ketika para pelajar tergiring pada kebiasaan tidur malam. Banyak pelajar yang suka begadang dan akhirnya sering kesiangan bahkan ada yang akhirnya sampai tertidur di dalam kelas. Sindri berpendapat bahwa para guru BK sangat dibutuhkan untuk mengemabalikan kondisi para pelajar tersebut. Kebiasaan begadang meski bukan masalah serius  namun akan berpengaruh pada prestasi para pelajar dan diharapkan agar guru BK bisa menghadapi kondisi tersebut melalui pendekatan secara khusus kepada para siswa.

Drs. Ade Sucahyadi
       Menanggapi pendapat Sindri Gusniar, praktisi Bimbingan dan Konseling, Ade Sucahyadi menyebutkan bahwa fungsi BK saat ini dititik beratkan pada penelusuran minat dan bakat para pelajar. Menurut Ade, pendapat Sindri Gusniar memang realistis,karena sebagian besar pelajar gandrung media sosial sehingga kondisi sulit atau kebiasaan begadang tidak bisa dihindari. Akan tetapi, Ade Sucahyadi menyebutkan bahwa aktivitas para pelajar di wahana jejaring sosial juga memiliki korelasi dengan masalah pengembangan minat dan bakat.Jejaring sosial menambah wawasan bagi kalangan pelajar. Untuk menghadapi masalah yang dihadapi para pelajar, Ade menyebutkan bahwa guru BK harus pro-aktif mendekati para pelajar bukan hanya dengan tatap muka di kelas, melainkan juga dengan cara berinteraksi di luar jam KBM.*** ucu sumarna

Sabtu, 09 November 2013

Tidak Semua Sekolah Mendukung Instruksi Kapolri

          
              
Kertajati/Ucu Sumarna,-

Instruksi Kapolri tentang penertiban pengguna sepeda motor di kalangan pelajar rupanya mendapatkan banyak reaksi beragam.
Ada yang mendukung Instruksi Kapolri tersebut dan ada juga pihak sekolah yang terang-terangan menentang Instruksi tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh praktisi pendidikan madrasah  Sujana beberapa waktu lalu.Menurutnya jika Instruksi Kapolri tersebut dilaksanakan di sekolah maka  bisa dipastikan sekolah-sekolah di Majalengka akan banyak yang bangkrut.Masalahnya Majalengka adalah daerah yang belum memiliki sarana transportasi yang memadai,terutama di kawasan Kertajati.Banyak pelajar berasal dari pelosok desa.Mereka akan kesulitan datang ke sekolah jika pelajar dilarang menggunakan sepeda motor.Kondisinya akan seperti jaman dahulu,banyak anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah karena faktor jarak tempuh yang relatif jauh.

Menurut Sujana,pelajar SLTP pun tidak akan dilarang untuk menggunakan sepeda motor,sebab jika dilarang mereka pasti kelimpungan.Kendaraan umum tidak ada,pakai sepeda terlalu jauh dan melelahkan.
Sujana menyebutkan jika Instruksi Kapolri dilaksanakan sama saja dengan membangkrutkan sekolah.

Sujana mengambil contoh MTSN Kertajati dimana sebagian besarnya berasal dari desa-desa pelosok,yang tidak memiliki sarana transfortasi umum.Sujana yang juga mengajar di MTSN Kertajati menyebutkan pihaknya siap menentang instruksi kapolri itu sebab kondisi di sekolahnya berbeda dengan sekolah-sekolah lain.

"Kalau sudah di luar sekolah,pelajar yang menggunakan sepeda motor itu sudah bukan tanggung jawab kami lagi..!"ujarnya

"Biarpun kami tahu aturan itu benar tapi bagi kami,aturan Kapolri itu akan membuat sekolah kami bangkrut..!" tambahnya

Sujana khawatir,kalau semua siswanya dilarang membawa motor,maka mereka tidak mau sekolah.***

Kamis, 07 November 2013



Ketua MKKS Dinilai Arogan, Komarudin HS Mengundurkan Diri 


Praktisi Pendidikan Majalengka H. Suprapto mengakui adanya kemelut di tubuh MKKS SMA Kabupaten Majalengka. Kemelut itu dibuktikan dengan adanya aksi pengunduran diri Sekretaris MKKS SMA H. Komarudin Hadi Sasmita (SMAN 1 Jatitujuh) sebulan lalu. Sebagai anggota MKKS, Suprapto menyayangkan kondisi yang terjadi di tubuh MKKS yang akhir-akhir ini terasa tidak nyaman.
Komarudin HS yang pernah dihubungi beberapa bulan sebelum pengunduran dirinya juga pernah menyampaikan keluhannya mengenai kinerja ketua MKKS Didih Saepudin yang dinilainya sudah melencengkan fungsi ketua MKKS. Menurut Komarudin, ketua MKKS  sudah difungsikan seperti gaya kepemimpinan setara dengan gaya komando. Padahal ketua MKKS adalah kepala sekolah yang memiliki kedudukan yang sama dengan para anggotanya. Pengunduran diri Komarudin HS diyakini sebagai ekses ketidaknyaman atas sikap Ketua MKKS yang dinilai oleh beberapa kepala sekolah bertindak seperti atasan kepada bawahan sehingga para kepala sekolah merasa jengah. “Memang Ketua MKKS itu tidak berhak mengeluarkan perintah, paling tidak bahasanya pun harus disesuaikan…!” ujar Suprapto.
Suprapto berharap agar pengurus  MKKS bisa melakukan introspeksi agar kinerja para kepala sekolah bisa lebih maksimal dan kondusif. Sementara beberapa kepala sekolah lainnya menyebutkan bahwa Ketua MKKS melakukan upaya kepentingan individual ketimbang mengedepankan aspek.


Mohamad Ali,S.Pd : Managemen Kebersamaan

           Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Kasokandel Mohamad Ali,S.Pd mengatakan bahwa pola kepemimpinan sekolah yang ideal adalah kepemimpinan yang mengacu pada respektivitas kepala sekolah kepada para pembantunya (dalam hal ini para wakasek).
Dengan pola seperti ini,para wakasek akan dapat memberikan masukan-masukan kepada kepala sekolah,dengan demikian beban kerja kepala sekolah akan menjadi lebih ringan dan keputusan kepala sekolah akan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen aparatur sekolah.
            Pria yang menyabet predikat sebagai Guru teladan seMajalengka ini (Mohamad Ali,S.Pd) juga menuturkan bahwa kepempinan di SMAN 1 Kasokandel sudah mengacu kepada pola tersebut sehingga suasana,situasi dan kondisi di sekolah tersebut tampak kondusif.Lebih dari itu sekolah tersebut bisa di kembangkan dengan managemen kebersamaan.

Minggu, 06 Oktober 2013

Melangkah Pasti


SMAN 1 Kadipaten merayakan hari jadinya yang ke-19 di awal bulan Oktober 2013. Suasana bahagia pun mewarnai semua wajah siswa dan siswi sekolah itu, tak terkecuali jajaran guru dan tata usaha. Semuanya berbinar. Lebih berbinar lagi kepala sekolahnya, Drs.H. Suprapto,M.Pd. Ia bisa menyelenggarakan event tahunan ini dengan meriah di tengah namanya yang kini mengalatas. Suprapto adalah salahsatu calon bintang di kalangan kepala sekolah. Tak heran, Ketua DPRD Kab. Majalengka H. Surahman,S.Pd menghadiri acara milad sekolah tersebut. H. Surahman menyempatkan diri bernyanyi usai resepsi, ditemani oleh salahseorang perwira dari Polres Majalengka.

Kehadiran Surahman di  milad ke-19 SMAN 1 Kadipaten membawa gambaran jelas bahwa SMAN 1 Kadipaten menjadi salahsatu sekolah yang diperhitungkan di Majalengka. Selain karena adanya peningkatan popularitas kepala sekolahnya, juga karena Surahman memiliki kepentingan menjelang Pemilu 2014. Ia merapat ke lingkungan pendidikan untuk kepentingannnya mendulang suara di wilayah Majalengka, Subang, dan Sumedang. Maka tak heran, Surahman menyanggupi untuk mengakomodir usulan pemagaran sekolah. Berkas proposal pun diberikan dan Suprapto pun tersenyum sumringah karena ia akan berhasil mengubah wajah sekolah secara signifikan.

Sebagai kepala sekolah yang aktif di Forum Tenaga Pendidik dan Kependidikan, forum bentukan pemerintahan SUKA, akan memuluskan langkah Suprapto menapaki jenjang karir yang lebih baik. Apalagi jika dikaitkan dengan hadirnya Surahman, maka Suprapto memiliki kans yang lebih besar untuk melangkah pasti, sesuai dengan prediksi sebelumnya. Suprapto dianggap memiliki kans yang sangat besar untuk menduduki pos jabatan kepala sekolah di ring-1 Kabupaten Majalengka. Sekolah berlabel ring-1 adalah sekolah yang memiliki reputasi tertinggi. Suprapto disebut-sebut tengah disiapkan di salahsatu SMA terbaik di Kabupaten Majalengka. *** 



Rabu, 02 Oktober 2013

Lebih Dekat dengan Eeng Suherlan








Eeng Suherlan,S.Pd dikenal sebagai kepala sekolah yang berjiwa seni. Di saat menjalankan tugas sebagai kepala sekolah, ia menggunakan waktu istirahatnya dengan memainkan  instrument musik kyboard/organ sambil menyanyikan tembang-tembang kesukaannya. Kebiasaannya itu dilakukan sejak ia masih bertugas sebagai Kepala SMPN 1 Ligung. Begitu juga saat bertugas di SMPN 2 Rajagaluh, ia tidak pernah melewatkan waktu senggangnya untuk bermusik. Kini pun di SMPN 3 Jatiwangi di tempatnya menjalankan tugas sebagai kepala sekolah, ia masih tetap bernyanyi. Electric Keyboard-nya sengaja diletakkan di dekat ruangan kerjanya. Terkadang Eeng meminta beberapa guru yang bisa menyanyi ikut melantunkan tembang-tembang pop kesukaannya.

Di sela-sela kesibukannya, ia memaparkan masalah aktivitas dan rutinitasnya sebagai kepala sekolah serta sebagai pendidik yang aktif di organisasi guru. Ia juga memaparkan tentang semangatnya membangun semangat menulis melalui media pendidikan yang dikelola bersama koleganya.

Sebagai kepala sekolah yang berjiwa seni, Eeng melakukan sistem manajemen kepimpinan yang lebih elegan di mana setiap tenaga pendidik di lingkungan sekolah yang dipimpinnya diberi kesempatan untuk berekspresi dengan metode dan konsepnya. Para guru diberi keleluasaan untuk membina anak-anak didiknya guna mengembangkan talentanya. Seperti halnya yang pernah dilakukannya di SMPN 2 Rajagaluh beberapa waktu lalu, Eeng Suherlan pada akhirnya berhasil membawa SMPN 2 Rajagaluh menjadi sekolah yang berprestasi di bidang olahraga pencaksilat. Itu karena Eeng Suherlan memberikan kepercayaan penuh kepada guru un
Kini setelah ia menggawangi SMPN 3 Jatiwangi, para guru di sekolah itu diberi kepercayaan penuh juga membina para siswanya mengeksplor potensinya. SMPN 3 Jatiwangi secara pasti berhasil melahirkan sosok-sosok pelajar yang piawai bermain sepakbola.
Mereka yang memiliki aktivitas lainnya juga didukung dengan support penuh termasuk para siswa yang aktif di bidang baris-berbaris. Ia melibatkan pelatih khusus bekerja sama dengan Koramil  Jatiwangi. Dengan dilatih langsung oleh pihak Koramil Jatiwangi, para siswa yang aktif dalam baris-berbaris dan Paskibra menjadi lebih bersemangat latihan dan lebih terarah sehingga kemampuan mereka menjadi lebih prima. ***