Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Kamis, 21 Januari 2010

H. Sanwasi : "Momon Lentuk itu Asset Potensial !"


 H. Sanwasi : "Momon Lentuk itu Asset Potensial !"


Mantan Pelaksana Tugas Harian (Plth) Kepsek SMAN 1 Majalengka Drs.H. Sanwasi,MM membantah dirinya telah menghalangi kesempatan guru sekaligus Wakasek Humas SMAN 1 Majalengka Momon Lentuk,S.Pd.,M.Pd untuk dialihtugaskan menjadi pejabat di lingkungan Setda Kabupaten Majalengka. H. Sanwasi yang ditemui di Kantor Disbinmudorabudpar tempat kini ia bertugas menyebutkan bahwa dirinya memang pernah menanyakan mengenai hal itu namun tidak bermaksud untuk menghalangi. "Sebagai Sekretaris Kadisdik waktu saya memang bertanya, mau pindah ke mana. Saya kan wajar bertanya demikian karena ia sudah meminta izin untuk alih tugas. Ia juga pernah datang bersama Pak Aan Hartawan ke rumah setelah usai Study Tour. Saya tanya lagi waktu itu. Saya juga bertanya langsung kepada Pak Sis  (H. Siswantoro, Kepala BKD). Pak Sis kan jawab kalau jadi eselon 4 itu tidak mungkin. Yang memungkinkan itu jadi fungsional umum !" Ujar H.. Sanwasi menahan emosi. 



H. Sanwasi  memang merasa tersudutkan atas rumor yang berkembang akibat gagalnya Momon Lentuk dipromosikan tugas ke Setda Kab. Majalengka. Pasalnya Momon sendiri sudah mengajukan alihtugas dan waktu itu menunggu surat persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan. Selain itu, gencar isu Momon Lentuk akan mendapatkan promosi jabatan telah membawa dampak psikologis bagi dirinya. Momon Lentuk menduga bahwa dirinya telah diganjal oleh pihak tertentu. Pasalnya, ia sebelumnya sudah dipanggil ke Pendopo Kab. Majalengka terkait dengan wacana promosi dirinya. Bupati dan Wakil Bupati Majalengka memang sudah mengetahui sepakterjang Momon Lentuk sebagai pengamat politik dan pemerintahan Majalengka.  Ia dianggap sebagai asset dan potensi.  Tak heran H. Sanwasi menyebutnya sebagai asset daerah yang potensial. "Ia kan dibutuhkan di SMANSA karena potensinya !" Ujar H. Sanwasi sambil merokok.  "Yang jelas saya tidak pernah menghalang-halangi dan tidak keberatan. Biarkan saja kalau saya dianggap menghalangi mah ...!" Ujarnya enteng. "Nanti saya bicarakan sama Pak Sis !" Ujarnya ketika itu. Menurut H. Sanwasi, Kepala BKD Majalengka H. Siswantoro ST,SH,MH akan memanggil Momon Lentuk terkait masalah miskomunikasi tersebut. H. Sanwasi juga mengutip pernyataan Siswantoro yang menyebutkan bahwa Momon Lentuk diproyeksikan mendapatkan tugas hanya saja bukan di eselon.
Terlepas dari hal itu, Momon Lentuk mengaku sangat kecewa dan malu karena ia sudah mengajukan alihtugas dari Dinas Pendidikan.


H. Isa Ansori Mutaqin Akan Diberhentikan dari ESKUL

Sementara itu, eksistensi dan kehadiran Drs.H. Isa Ansori Mutaqin,M.Pd sebagai Komisaris/Pembina Tabloid Pendidikan ESKUL akan dievaluasi mengingat statusnya sebagai salahsatu dewan pakar di media pendidikan lain. Status rangkap tersebut dinilai akan mengganggu konsentrasinya dalam membesarkan Eskul dan cenderung membahayakan eksistensi Eskul seperti yang pernah dialami oleh  mantan Pembina  Eskul Drs. H. Saeful Uyun,M.Pd. yang sudah lebih dulu mengelola media lain  Sebelum itu pun, H. Isa Ansori Mutaqin gagal mendekatkan ESKUL dengan para pelajar SMANSA sehingga seluruh rencana kerjasama hanya bisa tampil sebagai wacana tanpa tindak lanjut dalam aktivitas di sekolah. Itu artinya H. Isa Ansori Mutaqin kemungkinan besar akan diberhentikan sebagai Komisaris/Pembina Utama tanpa penghargaan. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah akhir-akhir ini Eskul semakin tergerus oleh maraknya kepala sekolah yang ikut membesarkan majalah pendidikan lain. H. Isa Ansori Mutaqin seharusnya mampu bersikap bijak dalam hal itu tapi tidak dilakukannya. Apalagi kapasitasnya sebagai Ketua MKSS SMA dapat digunakan untuk bersikap arif dan bijak.


Masalah ini perlu disampaikan kepada umum mengingat Eskul adalah media yang didanai oleh banyak sekolah. H. Isa Ansori Mutaqin yang diberi kehormatan sebagai Komissaris Utama seharusnya peka akan hal itu dan harus mampu menjaga wibawa Eskul jangan sampai tergerus pihak lain. Selain akan memberhentikan H. Isa Ansori Mutaqin, Eskul juga akan meminta maaf kepada seluruh pelajar SMANSA karena bagaimanapun pelajar SMANSA adalah bagian penting dari perjuangan Eskul. Kegagalan Eskul di SMANSA akan dilihat sebagai sebuah pelajaran.***  














Tidak ada komentar:

Posting Komentar