Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Sabtu, 02 Oktober 2010

Lesson Study Apa dan Bagaimana ?

Oleh : Anda Sukanda, S.Pd
 

Lesson Study adalah model pembinaan profesi melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. merupakan proses pengkajian pembelajaran. Siapa yang melaksanakan pengkajian? Tentu saja kelompok guru yang sadar terhadap pentingnya upaya peningkatan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar. proses pembelajaran yang selama ini telah dilaksanakan perlu dikaji dari waktu ke waktu agar dapat lebih meningkat efektivitasnya bagi upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pertanyaan yang selalu diajukan dari waktu ke waktu antara lain adalah  “bagaimana caranya agar para siswa saya dapat mudah memahami tentang apa yang saya ajarkan, dan dengan demikian hasil belajarnya menjadi meningkat?” Kesadaran inilah yang menyebabkan para guru secara bersama-sama mencoba melakukan pengkajiian proses pembelajarannya. Proses pengkajian ini dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Para Guru harus maju bersama, untuk bersama-sama mencerdaskan peserta didik. Harapan ideal yang ingin dicapai dalam kegiatan lesson study ini adalah membangun masyarakat belajar, sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hayat (life long learning).





Sejarah Perkembangan Lesson Study



Jika ditelusuri jejak sejarahnya, lesson study telah berkembang sejak abad 18 di negara Jepang. Istilah lesson study ini diciptakan oleh Makoto Yoshida, dalam Bahasa Jepang, lesson study dikenal dengan jugyokenkyu, yang merupakan akronim dari dua kata yaitu ”jugyo” yang mempunyai arti lesson atau pembelajaran, dan ”kenkyu” yang berarti study atau research (kajian). Dengan demikian lesson study merupakan proses studi atau penelitian atau pengkajian  terhadap pembelajaran. Konsep lesson study semakin berkembang pada tahun 1995 berkat kegiatan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang diikuti oleh empat puluh satu negara dan ternyata dua puluh satu negara di antaranya memperoleh skor rata-rata matematika yang secara signifikan lebih tinggi dari skor rata-rata matematika di Amerika Serikat. Posisi tersebut membuat Amerika Serikat melakukan studi banding pembelajaran matematika di Jepang dan Jerman. Dari studi banding tersebut Tim Amerika Serikat menyadari bahwa Amerika Serikat belum memiliki sistem untuk melakukan peningkatan mutu pembelajaran, sedangkan Jepang dan Jerman melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Oleh karena itu, para ahli pendidikan Amerika Serikat mengadopsi lesson study dari Jepang dan kemudian mengembangkannya di negara-negara lain.Di Indonesia, konsep lesson study berkembang melalui program Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Project (IMSTEP) yang diimplementasikan sejak sejak Oktober tahun 1998 di tiga IKIP, yaitu (1) IKIP Bandung (sekarang bernama Universitas Pendidikan Indonesia, UPI), (2) IKIP Yogyakarta (sekarang bernama Universitas Negeri Yogyakarta, UNY), dan (3) IKIP Malang (sekarang menjadi Universitas Negeri Malang) yang telah bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency). Perkebangan selanjutnya, lesson study tidak hanya dilaksanakan pada mata pelajaran MIPA, tetapi juga mata pelajaran lainnya.Lesson study bak sebagai gadis manis yang banyak dipinang orang. Untuk ini, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) melihat bahwa KKG dan MGMP menjadi wahana yang ampuh untuk meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, lesson study akan sangat tepat apabila dapat diterapkan menjadi salah satu kegiatan di KKG dan MGMP.



Tujuan Utama dari lesson study adalah:➢ meningkatkan pengetahuan tentang materi ajar;➢ meningkatkan kemampuan mengobservasi aktivitas belajar;➢ semakin kuatnya hubungan kolegalitas;➢ semakin kuatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang yang harus dicapai;➢ semakin meningkatnya motivasi belajar, baik guru maupun siswa untuk selalu berkembang; ➢ meningkatnya kualitas rencana pembelajaran.



Bagaimana tahapan yang harus ditempuh pada model lesson study ?• plan        : perencanaan;• do        : pelaksanaan;• see         : refleksi.



Perencanaan dalam Lesson Study:



1) pemilihan masalah pembelajaran di kelas sebagai fokus pembelajaran, misalnya: materi pelajaran yang sulit dipahami oleh kebanyakan siswa, penerapan CTL, life skill, muatan lokal, pembelajaran berbasis masalah, dll;2) Pemilihan metode/pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi topik dan tingkat perkembangan intelektual siswa, dan yang berpusat pada kegiatan siswa (student center), misalnya: pendekatan kolaboratif, PAIKEM (pembelajaran aktip, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan), pemecahan masalah, dsb;3) Penyusunan sajian materi pelajaran yang runtut;4) Penyusunan RPP yang dapat dipahami oleh sesama guru;5) Pemilihan alat dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran;6) Penyusunan lembar kerja siswa (LKS);7) Penyusunan alat evaluasinya;8) Penyusunan lembar observasi.   Kegiatan perencanaan pembelajaran:(1) Kegiatan perencanaan dilakukan di luar tugas/kewajiban mengajar;(2) Perencanaan pembelajaran dilakukan oleh suatu kelompok guru melalui diskusi;(3) Materi bahasan harus sesuai dengan jadwal materi ajar;



(4) Hasil kegiatan perencanaan:- Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP);- Media pembelajaran;- Lembar kegiatan siswa;- Lembar penilaian;- Lembar observasi.Fungsi perencanaan dalam lesson study:



(1) Penyusunan skenario pembelajaran beserta perangkatnya dan instrumen observasinya;(2) Pengimbasan pengetahuan secara kolaborasi;(3) Pelatihan yang langsung diterapkan dalam pembelajaran;(4) Penyusunan lesson plan (RPP) yang dapat dipahami sesama guru;(5) Penyusunan awal proposal penelitian tindakan kelas, jika diperlukan.



Implementasi Lesson Plan (RPP)



1. Implementasi lesson plan dilakukan oleh seorang guru (Guru Model) di kelas tempat tugasnya;2. Guru lain dalam kelompoknya dan pakar bertindak sebagai pengamat (observer);3. Observer melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa – bahan ajar, siswa – guru, siswa lingkungan, motivasi belajar siswa, dll dengan menggun akan lembar pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya.



Observer mengambil tempat sedemikian hingga dapat leluasa mengamati jalannya proses pembelajaran tanpa mengganggu aktivitas dan konsentarsi siswa. Observer tidak diperkenankan melakukan intervensi pada pembelajaran, seperti menegur guru, membantu, atau bertanya kepada siswa. Fokus observasi pada aktivitas belajar siswa, baik secara individual maupun kelompok




Kegiatan Refleksi (See)



1. Kegiatan refleksi harus dilakukan diluar tugas mengajar;2. Kesan penyaji (Guru Model) tentang cara/strategi pembelajaran yang telah dilakukan;3. Tanggapan-tanggapan observer yang difokuskan pada pembelajaran siswa;4. Tanggapan balik dari penyaji/guru model;5. Membuat simpulan dan saran untuk perbaikan pada putaran berikutnya.



Apakah model pembelajaran lesson study perlu diimplementasikan? Jawabannya... tentu perlu!



1. Lesson study merupakan suatu cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa.mengapa?



1)  Pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil sharing pengetahuan profesional yang mempertimbangkan pada praktik dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan para guru;2)  Penekanan dari lesson study adalah para siswa agar memiliki kualitas belajar;3)  Pengembangan kompetensi siswa dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaan di kelas;4)  Berdasarkan pengalaman real di kelas lesson study mampu menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran; dan5)  Lesson study akan menempatkan peran para guru sebagai peneliti pembelajaran.



2. Lesson study yang didesain dengan baik akan menghasilkan guru yang profesional dan inovatif.mengapa? Dengan melaksanalkan lesson studi para guru secara kolaboratif:



1)  Menentukan kompetensi yang perlu dimiliki siswa, satuan (unit) pelajaran dan materi pelajaran yang efektif;2)  Mengkaji dan meningkatkan pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa;3)  Memperdalam pengetahuan tentang materi pelajaran yang disajikan para guru;4)  Menentukan tujuan jangka panjang yanag akan dicapai para siswa;5)   Merencanakan pelajaran secara kolaboratif;6)  Mengkaji secara teliti proses pembelajaran dan perilaku siswa;7)  Mengembangkan pengetahuan pembelajaran yang handal; dan8)  Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilaksanakannya berdasarkan pandangan siswa dan kolega guru.



Peranan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Lesson Study Berbasis Sekolah



1. Sebagai penggerak, motivator, dan koordinator secara keseluruhan;2. Mengatur jadwal pelajaran, agar pelaksanaan lesson study tidak mengganggu tugas pokok guru di sekolah;3. Memimpin kegiatan lesson study, khususnya dalam perencanaan dan refleksi;4. Mengarahkan kegiatan lesson study, khususnya dalam membawa misi sekolah;5. Memonitor dan mengevaluasi kegiatan pelaksanaan lesson study.



 Beberapa manfaat lesson study:



1. Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya), khususnya dalam pembelajaran;2. Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya;3. Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan, dan urutan materi dalam kurikulum;4. Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar siswa;5. Menciptakan terjadinya pertukaran pengetahuan tentang pemahaman berpikir dan belajar siswa;6. Meningkatkan kolaborasi pada sesama guru.



 Dampak positif dari lesson study:



1. Peningkatan mutu guru dan mutu pembelajaran yang pada gilirannya berakibat pada peningkatan mutu lulusan (siswa);2. Guru memiliki banyak kesempatan untuk membuat bermakna ide-ide pendidikan dalam praktik pembelajarannya sehingga dapat mengubah perspektif tentang pembelajaran, dan belajar praktik pembelajaran dari perspektif siswa;3. Guru mudah berkonsultasi kepada pakar dalam hal pembelajaran atau kesulitan materi pelajaran;4. Perbaikan praktik pembelajaran di kelas;5. Peningkatan kolaborasi antar guru dan antara guru dan pakar/dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran;6. Meningkatkan keterampilan menulis karya tulis ilmiah atau buku ajar.


(diambil dari materi kegiatan MGMP tersebut dan beberapa sumber lainnya)



Curahan ”hasil pembelajaran” penulis pada kegiatan  MGMP-TIK SMP/MTs Kabupaten Majalengka; Kegitan MGMP program block grant (dimulai tanggal: 30-09-2010) Tahun Anggaran 2010.

Penulis adalah Guru TIK SMP Negeri 2 Jatiwangi yang juga  Pengurus MGMP-TIK SMP/MTs Kab. Majalengka serta Kepala DTA & TPQ Al-Muwahhidin Kec. Kasokandel

5 komentar:

  1. Lesson Study??? apa lagi nihh??? smoga sajah dapat mendongkak prestasi pelajar qta!

    BalasHapus
  2. May Maesyaroh2 Maret 2011 08.53

    Kang pokoke bagaimana Pelajar kita lebih maju LAGI dari para Pekajar "Malingsia"

    BalasHapus
  3. Sastra Pamungkas2 Maret 2011 09.02

    Ayo mau truzz pendidikan Indonesia!!!

    BalasHapus
  4. kalau di bahasa sundamah kan aya istilah lain leleson... apakah nyambung etimologinya ke sini?

    BalasHapus
  5. o_kusnadi@yahoo.com8 Maret 2011 17.08

    Mohon informasi sekolah-sekolah di Majalengka yang sudah menerapkan Lesson Study baik yang berbasis sekolah (LSBS) maupun berbasis MGMP. Hatur nuhun

    BalasHapus