Liputan Pendidikan

PhotoScape Mania MS Product bersama SMAN 1 Kasokandel, SMAN 1 Sukahaji, SMAN 1 Kadipaten, SMKN 1 Kadipaten, MTsN Sukaraja, SMPN 1 Kasokandel

Sabtu, 02 Oktober 2010

Mengenal Kombucha

Kombucha, Minuman Hasil Fermentasi


Sesuatu yang kuno dan antik telah datang ke Amerika, dan anda harus tahu mengenai hal ini sehingga sekarang anda bisa dengan sungguh2 berusaha untuk mencegah penyakit seperti kanker serta pengerasan pembuluh darah (arthritis). Dengan demikian anda juga akan bisa menjaga kesehatan bagi seluruh keluarga dari penyakit dengan menggunakan minuman sederhana ramuan kuno buatan sendiri ini, yang disebut sebagai Kombucha, yang berfungsi sebagai penetralisir racun serta untuk menambah tenaga tubuh.
Berikut ada beberapa komentar dari para dokter yang telah menyelidiki Kombucha pada tahun 1920-an:
"Maxim Bing (1928) merekomendasikan bahwa Jamur Kombucha adalah suatu saran yang sangat efektif untuk mengatasi pengerasan pembuluh nadi, gout atau rematik tulang, serta ketidak lancaran pada pencernaan perut. Dengan minum kombucha yang berasal dari bibit yang bagus serta segar, maka efeknya yang sangat bermanfaat akan terasa optimal, yang ditandai dengan adanya penurunan tekanan darah pada penderita darah tinggi, merasa lebih pasrah dan hilangnya rasa khawatir bagi penderita ketegangan jiwa, hilangnya peradangan dan nyeri serta sakit2, sakit kepala dan pusing2, dsb. Perut yang bermasalah serta penyakit yang mengiringinya, dengan cepat akan dapat teratasi. Hasil yang nyata serta menggembirakan akan terlihat dalam perbaikan, terutama pada pengerasan ginjal serta pembuluh2 darah kapiler didalam otak. Namun untuk pengerasan pada pembuluh darah jantung, agak kurang berpengaruh.
Dr. E. Arauner (1929) menyatakan bahwa "Kultur Kombucha telah digunakan oleh penduduk Asia selama
ratusan tahun ditanah asalnya karena hasilnya yang sangat bagus sebagai obat mengatasi kelelahan, kejenuhan, ketegangan syaraf, penunda ketuaan, pengerasan pembuluh nadi, masalah pencernaan, gout dan rematik, pembengkakan pembuluh sekitar dubur atau anus atau ambeein, serta diabetes atau kencing manis".
Kesaksian dari seorang wanita di Belanda pada akhir2 ini adalah sebagai berikut:
"Saya telah menderita berbagai sklerosis sejak 1982. Tetapi sejak saya minum Kombucha, maka hasilnya sangat baik. KT mempunyai pengaruh menawarkan serta membuang racun dibadan. Saya mulai minum KT sejak 1989. Pada saat itu saya hanya bisa jalan beberapa meter saja dari rumah dengan tergantung pada pertolongan kedua tongkat penopang saya, selain penglihatan saya yang juga buruk. Sekarang saya sudah bisa pergi tanpa kedua tongkat saya selama 20 menit, dan tidak lagi cepat merasa lelah. Hasil penelitian terhadap kesehatan saya juga merupakan jalan untuk memperlancar kearah pemilikan surat ijin mengemudi. Saya juga sudah mencoba bermain ski sedikit2 pada tahun ini (1992). Dengan memiliki kultur Kombucha maka anda sudah mampu mempersiapkan obat alami untuk seumur hidup. Saya harap kesaksian ini dapat menjadi bahan pengalaman bagi orang lain serta bagi anda dalam usaha untuk meningkatkan kondisi kesehatan".
Produk2 Hasil Fermentasi yang membuat Tubuh Sehat
Sekarang, setelah anda mau mulai memperhatikan, maka ini adalah keseluruhan ceritanya: Fermentasi adalah sebuah proses yang menyebabkan perubahan kimiawi pada suatu senyawa organis yang kompleks melalui pengaruh beberapa enzim yang dihasilkan oleh mikroba. Proses ini telah dikenal manusia sejak awal kebudayaan, dan bahkan sampai kepada abad saat2 munculnya kemajuan teknologi yang menakjubkan ini. Proses fermentasi -yang merupakan pemberian Tuhan ini- jauh lebih efektif dan murah secara ekonomis dibandingkan dengan obat-obatan yang diantaranya mempunyai struktur kimianya senyawa yang sangat kompleks, yang merupakan senjata dalam persediaan arsenal ilmu modern.

Dalam mencari Kehidupan yang Sehat, kita telah dipesonakan oleh hasil fermentasi serta penggunaanya dalam meningkatkan metabolisme tubuh manusia serta kondisi fisiologisnya. Sebagai contoh maka asam laktat telah lama dikenal sebagai bakteri lactobacillus acidophilus yang bersahabat, yang hadir dalam kehidupan kita sebagai bagian dari metabolisme sel manusia. Untuk alasan inilah, maka kita sangat tertarik pada asam laktat, terutama manfaat dari asam laktat yang baik (+) dan berlawanan dengan asam laktat yang buruk (-), sebagaimana halnya dengan proses fermentasi lain yang memberikan hasil yang baik bagi kehidupan. Perihal asam laktat maka telah kami sajikan dalam artikel pada bulan Maret/April 1993 yang telah pula diperbaharui pada bulan Mei/Juni serta Juli/Agustus.

Sesuatu yang Kuno telah datang kepada Kita
Setelah menunggu lama dengan pikiran yang penuh minat, kita dibuat senang ketika salah seorang anggauta mengirimkan berceritera kepada kita mengenai sejenis minuman yang dibuat dari hasil fermentasi "teh jamur Manchuria", yang kemudian mengirimkannya melalui pos.

Walapun hal itu baru bagi kami, dan juga baru pula bagi anda, maka "Kombucha" sebenarnya bukanlah barang baru samasekali, tetapi adalah sesuatu yang sudah berusia kuno dalam arti sesungguhnya. Sebagai kenyataan, maka nama Kombu diambil dari nama seorang dokter Korea yang dipanggil untuk menyembuhkan penyakit Kaisar Jepang, Inkyo pada tahun 415 Sebelum Masehi.

Selama 3 bulan berlalu, maka secara pribadi kita sudah mencoba serta membuatnya, yang dikenal dengan bermacam-macam nama, baik di Eropa dan Asia. Sebagai contoh di beberapa daerah di Rusia dikenal dengan nama Kvass. Kita telah mendatangkan 2 buah buku, yang aselinya ditulis dalam bahasa Jerman dan sekarang ada juga yang dalam bahasa Inggeris, yang menyajikan tonik hasil fermentasi yang menakjubkan tersebut secara lengkap dan terperinci, namun riset dan penelitian tetap kita adakan juga.
Dua buah buku tersebut berjudul : Kombucha, Minuman Kesehatan dan Penyembuh Alami dari Timur Jauh (Kombucha, Healthy Beverage and Natural Remedy) oleh Günther W. Frank (150 halaman) serta Teh Jamur Kombucha, Penyembuh Alami serta Kemanjurannya dalam kasus Kanker serta penyakit Metabolik yang lain(Tea Fungus Kombucha, The Natural Remedy and its Significance in Cases of Cancer and Other Metabolic Diseases), oleh Rosina Fasching (60 halaman). Buku-buku ini diterbitkan di Austria. Informasi mengenai cara untuk mendapatkan buku ini dapat ditemukan dihalaman 40.

Buku2 karangan Günther Frank diuraikan dengan sangat rinci dan tetap objektif. Beliau telah mengadakan penelitian dalam berbagai literatur serta menelaah berbagai pendapat mengenai cara terbaik untuk membuat minuman tersebut, serta mengenai bagaimana cara memelihara ramuan ini yang telah diberikan secara turun temurun selama beberapa abad.
Kita sangat senang dengan pengolahan Frank dalam berbagai variable serta pendapat mengenai Kombucha.
Selagi beliau menguraikan beberapa catatan mengenai pemeraman Kombucha, beliau juga menjelaskan kepada para pembaca mengenai bagaimana menyiapkan minuman ini bagi keperluan penyembuhan. Lagipula, Frank tidaklah berpenda-pat bahwa Kombucha sebagai "obat penyembuh segala", dimana ada pihak2 lain yang cenderung menyebutnya demikian.
Rosina Fasching telah menguraikan mengenai hasil penelitian klinis oleh pamannya yang terkenal, Rudolf Sklenar MD, yang berhasil meningkatkan kesehatan pasiennya dengan menggunakan Kombucha sebagai penyembuh primer.

Kombucha mengubah Teh Manis menjadi Minuman Sehat,
Penawar Racun yang Kaya Nutrisi
Hasil penelitian kita menyatakan bahwa minuman Kombucha yang dianggap sebagai pemberi kesehatan tubuh dan peningkat kekebalan tubuh, bukanlah penyembuh bagi semua penyakit, dan janganlah mengharap keajaiban. Walaupun ada kejadian yang "mirip" dengan keajaiban, yang kejadiannya adalah bahwa dalam menyembuhkan suatu penyakit lebih disebabkan karena tubuh merespons secara cepat terhadap hasil fermentasi minuman Kombucha. Namun hal tersebut lebih cenderung sebagai proses alami yang wajar dan bukanlah merupakan suatu keajaiban.
"Jamur" Kombucha akan mengubah teh hitam serta gula putih menjadi minuman kesehatan? Memang benar, "teh hitam serta gula putih" adalah penyuplai bahan makanan bagi jamur tersebut. Karena gula putih kurang disukai dibanyak rumah tangga disebabkan karena alasan diabetes, kita sering hanya minum teh hijau organik saja tanpa gula. Dengan keterangan adanya penggunaan gula dalam proses pembuatan Kombucha, maka prasangka negatif mengenai minuman tradisional ini muncul berhubung dengan penggunaan gula tersebut. Bagaimanapun juga, akhirnya gula dipakai dengan cara yang berbeda. Kalau diperhatikan, maka dua unsur kunci pelaku metabolis dalam proses fermentasi gula-teh ini oleh Kombucha, yaitu asam glucuronic dan asam laktat yang baik(+) serta ada unsur keseimbangan semua vitamin B, maka unsur2 tersebutlah yang mengerjakan pemeraman teh manis hitam seperti yang telah disebutkan diatas, menjadi minuman kesehatan bagi keluarga.
Jumlah asam glucuronic yang oleh jamur ini secara potensial dihasilkan ini cukup banyak, sebenarnya sangat menguntungkan kita. Halnya pengalaman dari para peneliti serta para penyelidik kanker di Sovet, pada saat tahun2 terakhir pemerintahan Joseph Stalin – akan saya ceriterakan kemudian. Asam glucuronic yang terkandung didalam minuman tersebut, belumlah dibuat secara komersial. Namun hati atau lever manusia yang sehat, mampu memproduksinya dalam jumlah yang cukup banyak bagi keperluan tubuhnya, sehingga mampu untuk menetralkan racun. Didalam hati atau lever tadi, maka asam glucuronic mengikat semua "racun" dan "bisa" yang didapat dari lingkungannya yang kemudian, dengan proses metabolis, dibuang melalui alat2 pembuangan. Sekali racun diikat oleh asam glucuronic, maka tidak akan bisa lagi terhisap oleh tubuh, sehingga selamatlah kita dari malapetakan keracunan.

Unsur2 dalam tubuh yang Merusak akan dikurangi atau dibuang

Günther Frank menyatakan hal ini dalam bukunya: "Menurut hemat saya, setelah diadakan penelitian lebih lanjut, maka efek2 yang baik dari Kombucha terhadap penyakit gout, rematik, arthritis atau nyeri2 pada tulang atau encok, dsb., kesimpulannya bisa diuraikan seperti berikut ini : "Unsur2 yang merugikan dan telah ditimbun oleh tubuh, kemudian akan diikat oleh asam glucuronic yang terkandung didalam minuman Kombucha. Ikatan racun dengan asam glucuronic tersebut, kemudian membentuk senyawa yang mudah bercampur dengan air, sehingga bisa dibuang melalui alat2 pembuangan tubuh seperti ginjal dalam bentuk urine. Dengan ikatan yang merupakan transformasi biologis, unsur2 exogen dan endogen akan diikat oleh asam glucuronic sebagai glucuronides, yang dikenal juga sebagai ikatan asam glucuronic".
Apakah manusia memerlukan Kombucha? Pertanyaan tersebut sebenarnya lebih tepat bila berbunyi: punyakah mereka hati (lever) yang sehat? Kita telah menunjukkannya berulang kali, dan Frank menunjukkan pula hal ini dalam bukunya mengenai Kombucha - bahwa akan sulitkah untuk memastikan bahwa apakah seseorang mempunyai lever atau hati yang sehat dan berfungsi dengan baik, bila berada dibawah pengaruh lingkungan yang sedemikian kotor karena polusi serta racun yang terkandung dalam makanan, selain juga mengalami banyak tekanan pada kehidupan yang mengakibatkan stress? Frank lebih jauh menerangkan demikian: "Seseorang yang sehat mempunyai lever atau hati yang akan memproduksi asam glucuronic yang cukup, akan tetapi pada saat yang bersamaan, dia juga mengalami kondisi kritis karena pencemaran lingkungan oleh unsur2 yang mengandung racun bebas dalam jumlah berlebihan, ditambah lagi adanya racun hasil metabolisme endogenic (yang berasal dari obat, minuman keras serta makanan2 kecil atau junk food) yang terakumulasi atau tertimbun secara berlebihan dalam tubuhnya".
Kehidupan Amerika modern mengakibatkan masalah yang serius seperti lingkungan urban yang sudah terkena polusi, minum, makan, masak serta mandi dengan air yang berkwalitas buruk dan tercemar, makanan yang telah disarikan, di denaturalisasikan serta ditambahi zat pengawet. Proses tersebut juga telah berkembang diatas platform tanah yang notabene juga sudah tercemar, sehingga lever atau hati para penghuninya akan terbebani dengan dengan berbagai bahan berracun secara berlebihan.
Belum lagi akibat dari merokok, kecanduan alcohol, narkoba, obat2-an antibiotik dan bahan mercury, serta zat pengisi tambalan gigi dengan amalgam! Bagaimanapun juga, adalah suatu kenyataan yang mengerikan sekali untuk mengetahui bahwa masalah keracunan menduduki peringkat teratas dalam kehidupan Amerika modern. Disinilah minuman Kombucha menawarkan alternatif sebagai penawar racun dengan asam glucuronicnya yang terproses secara alami.

Suatu kisah yang membuat Heran
para Peneliti Kanker di Soviet

Dalam bukunya, Frank mengkisahkan kisah nyata yang berkaitan dengan para peneliti kanker di Soviet pada masa kritis, yaitu pada saat sebelum Stalin meninggal di tahun 1954.
Mengacu kepada suatu teknik polisi dari KGB, para peneliti kanker Soviet menetapkan cara untuk mencari tahu mengapa, atau dimana serta bagaimana penyakit yang menakutkan ini bisa berkembang begitu pesat setelah Perang Dunia II. Dengan menggunakan teknik2 penyelidikan punya KGB yang kurang populer atau kurang disukai, para peneliti Soviet menganalisa penyebaran kanker tersebut pada kelompok masyarakat satu ke yang lain secara terperinci, dengan menyertakan pula perhitungan faktor2 lingkungan.
Adanya wabah kanker yang meruyak serta menakutkan seluruh negeri, maka melalui penyelidikan dengan menggunakan metode statistik, didapatkan data yang berbentuk jajaran garis vertikal tinggi2 seperti jajaran lampu neon reklame. Dalam keraguan data statisik yang histogtamnya pada mencuat tinggi tersebut, penyelidikan mengenai penyakit kanker ini diputuskan untuk diadakan di dua tempat didaerah Penn, di sungai Kama yang terletak di pegunungan Ural Barat. Tetapi yang mengherankan, ternyata didistrik Ssolikamsk dan Beresniki ini sangat jarang dijumpai penyakit kanker. Kalaupun ada, maka pengidapnya adalah orang yang berasal dari daerah lain atau pendatang.
Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Kondisi lingkungan kedua daerah kurang lebih sama saja dengan daerah lain, kecuali bahwa daerah itu mengandung potassium, tambang2 timah hitam, air raksa serta asbes dengan fasilitas produksi yang memuntahkan polusi dalam jumlah besar keudara. Kenyataan yang lain adalah bahwa pepohonan dan ikan didaerah Kama juga pada mati.
Dengan gaya KGB yang khas, dua kelompok team peneliti yang telah diorganisir, mengirimkan masing2 anggautanya ke Ssolikamsk dan Beresniki. Mereka masuk ke kehidupan pribadi serta menyelidiki dan menganalisa segala kemungkinan yang ada. Tetapi mereka tetap dipusingkan dengan masalah tersebut, yang tidak terpecahkan. Günther Frank menunjukkan detailnya bahwa, bagaimana penduduk di kedua distrik ini minum vodka sama banyaknya dengan penduduk Rusia yang lain, tetapi tidak mempunyai masalah penyakit mabuk secara sosial, dan tidak juga mempunyai penilaian kerja yang buruk, yang biasanya akan terkait dengan sifat mabuk-mabukan. Masalahnya adalah bagaimanakah jawaban mengenai kondisi yang baik tetapi penuh teka-teki tersebut ?

Adalah Kvas Teh, kata Babushka (Wanita) tua
Kejadian ini adalah ketika salah seorang ketua kelompok peneliti tandang kerumah yang terpilih untuk diteliti. Pada waktu itu adalah suatu hari dimusim panas dan seluruh keluarga sedang bepergian - hanya seorang "babushka" (wanita atau ibu) tua yang ada dirumah.

Wanita tua itu menawarkan kepada Dr. Molodyev, suatu minuman penyegar. "Minuman apa itu?": tanya Dr. Molodyev.
Wanita itu menjawab bahwa minuman tersebut adalah "kvass teh". Dokter itu tahunya hanya bahwa"kvass" yang difermentasikan dari roti (adalah "Brottrunk" dari fermentasi roti dengan rye yang telah diuraikan sebelumnya dalam terbitan yang lalu).

Kvass roti Rusia adalah bir lunak yang rasanya agak asam, dan dibuat dari tepung rye dan biji malt, bran dan gandum, atau dari roti hitam dan apel yang disisakan untuk fermentasi didalam air, dimana ditambahkan beberapa unsur lain. Asam pada Kvas Rusia unsur utamanya adalah asam laktat. Resep untuk kvass-roti-rye bisa anda temukan disini.
Namun Dr. Molodyev tidak pernah mengerti mengenai produk khusus ini yang bernama kvass teh. Molodyev menyelidiki dan mempelajari semua hal mengenai "anggur teh" yang dibuat dari "gumpalan jamur teh" dari wanita tua itu.
"Gumpalan jamur" yang mengambang pada teh manis bukanlah pemandangan yang menimbulkan selera, tetapi seperti kata wanita tua tersebut bahwa: "minuman itu cukup enak dan sangat sehat serta mudah untuk dicerna, apalagi ini gratis!".
Sesuatu yang Buruk Rupa menyerupai Gabus atau Ubur-ubur, tetapi sangat Nyaman untuk Diminum
Pada gilirannya adalah Dr. Grigoriev di Beresniki yang juga menjumpai "kvass the" pada saat yang sama dan kemudian menemukan kenyataan bahwa tidak satupun dari rumah2 disana tidak ada yang tidak mempunyai simpanan periuk yang berisi minuman teh hasil fermentasi atau Kombucha tersebut.

"Ini adalah minuman masyarakat yang murah serta bermanfaat. Yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa para pecandu alkohol juga meminumnya dalam jumlah banyak sebelum dan sesudah mereka minum alkohol. Sesuatu yang patut menjadi perhatian adalah bahwa walaupun mereka meminum alkohol dalam jumlah banyak namun para peminum ini tidak menunjukkan gejala2 mabuk samasekali. Kejadian sebagai akibat dari minum alkohol seperti penyerangan dan perkelahian serta kecelakaan yang berkenaan dengan mabuk2-an maupun kecelakaan ditempat kerja, jarang sekali terjadi," demikian yang dilaporkan para peneliti Soviet tersebut. "Konsumsi alkohol serta tembakau agak tinggi pada daerah yang diteliti dibandingkan dengan daerah lain di USSR".
Pusat Institut Penelitian Bakteri di Moskow menyatakan bahwa mereka sedang berhadapan dengan "Kombucha yang belum dikenal luas, atau spons teh Jepang". Para peneliti selanjutnya menyatakan bahwa kultur jamur yang menyerupai spons tersebut sesungguhnya adalah suatu massa-jelly yang dibentuk oleh pertumbuhan symbiosis dari bakteri Xylinum dari genus Saccharomyces, dengan gumpalan sel2 jamur berbentuk sarang. Mengenai symbiosis ini, Frank menulis, "termasuk juga: Saccharomyces Ludwigii, Saccharomyces dari tipe2 apiculatus; Bacterium xylinoides, Bacterium gluconicum, Schizosaccharomycespombe, Acetobacter ketogenum, Torula types, Pichia fermentans serta jamur2 lain."
Para ahli mikrobiologi Soviet menyimpulkan bahwa "jamur teh" bukanlah jamur dalam arti sebenarnya, namun dari jenis lumut. "Walaupun salah satu dari produknya adalah "antibiotika-mirip lumut," Frank tidak sependapat dan menyatakan sbb. "Lumut adalah symbiosis dari algae serta fungi, dan membutuhkan sumber enerji berupa sinar untuk membangun chlorophyll melalui proses fotosyntesa, suatu sifat tipikal dari algae. Kombucha pada sisi lain, berkembang walaupun dalam ruangan gelap sekalipun, yang secara jelas tidak mempunyai sifat algae.
Dalam buku ini Frank masuk kedetail mengenai mikroba serta biokimia dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Ceriteranya mengenai para peneliti kanker di USSR yang juga menyinggung mengenai masalah2 politik USSR terkait yang menarik, pada tahun2 terakhir pemerintahan Joseph Stalin, serta mengkaitkan penelitian kanker ini kepada intrik2 pada saat Stalin wafat. Kisah itu sendiri harganya sesuai dengan buku tersebut, namun kisah mengenai Kombucha nilainya terlebih berharga lagi.

Mantan Presiden Ronald Reagan memakai Kombucha sebagai Kunci dalam Program nutrisinya melawan Kanker
Dalam bab yang sama dalam buku itu, maka dapat diketahui dari sebuah sumber Frank di Rusia, bahwa Presiden Ronald Reagan telah diberitahu mengenai manfaat Kombucha ini, yang kemudian menjadikannya bagian dari program pribadinya dalam penyembuhan kanker setelah didiagnosa bahwa beliau mengidapnya. Sekelumit informasi menarik ini tidaklah mengherankan dan ceritera tersebut cocok bila setelah ditelaah, kepada mantan Presiden tersebut telah disarankan untuk meminum beta-carotene berbentuk vitamin A yang diemulsikan serta obat bernama Wobenzymes, yang keduanya berasal dari Jerman. Faktanya adalah: Ronald Reagan kondisinya semakin kuat sekarang, dan beliau telah didiagnosa mengidap penyakit kanker selama ber-tahun2 lamanya. Mungkin beliau meminum Kombucha secara teratur setiap hari.
Foto kiri: Günther W. Frank (kanan), pengarang buku terkenal "Kombucha - Healthy beverage and Natural Remedy from the Far East" (Kombucha – minuman Kesehatan serta Penyembuh Alami dari Timur Jauh) telah ngobrol dengan sangat menyenangkan dengan patung lilin dari Ronald Reagan di museum London. Pengarang menyatakan bahwa mantan Presiden ini tidak mau berkomentar apakah beliau minum Kombucha ini atau tidak sebagaimana dilaporkan. Frank telah menerima sepucuk surat dari keluarga Reagan, namun tidak membenarkan maupun menyangkal mengenai penggunaan minuman hasil fermentasi tradisional tersebut secara pribadi.
Terlepas dari intrik mengenai Reagan, maka pengalaman dari Soviet merupakan suatu bagian dari sejumlah besar laporan yang didokumentasikan mengenai bukti2 tentang penggunaan minuman Kombucha, yang dibuat dari fermentasi teh-gula yang digunakan untuk keperluan peningkatan sistem kekebalan tubuh serta penawar racun di tubuh yang dramatis. Di masyarakat bangsa kita dan saat ini adalah bahwa tubuh kita secara pasti membutuhkan banyak sekali dua unsur penting yaitu peningkat kekebalan dan penawar racun. Ini adalah dasar dari mengapa kita tertarik mengenai masa depan Kombucha di Amerika sini dan mengapa Search for Health akan berjuang untuk menyebarkan uraian serta bibit kepada masayarakat seluas mungkin.

Kombucha akan mereproduksi diri sendiri pada setiap Wadah
Sekali anda mempunyai bibit yang akan dikembangkan serta tiga quart (1 quart = 1.14 liter) teh manis, maka anda akan memiliki bibit yang akan berlipat ganda dalam setiap wadahnya. Memang benar. Anda telah berhubungan dengan sesuatu proses yang hidup, yang bisa mereproduksi dirinya sendiri. Sekali anda membuat bibit minuman kesehatan ini dalam suatu wadah, yang akan membutuhkan waktu dari 8 s/d 14 hari, tergantung dari beberapa faktor seperti selera serta nilai kekuatan penyembuhannya, maka bibit tersebut akan melipatgandakan dirinya sendiri sebagai suatu proses yang alami. Sekarang anda punya dua bibit, dan dua minggu kemudian menjadi empat dan seterusnya.

Anda bisa hampir2 kehabisan bibit bila dibagikan kepada para seluruh sanak keluarga serta handai taulan yang datang. Inilah yang disebut oleh wanita tua tersebut sebagai minuman sehat yang "gratis".
Berbagai teh celup bisa digunakan, namun lebih disukai teh organik atau teh daun biasa yang hitam, merah maupun hijau.(Benar, Frank menerangkan pula bagaimana membuat minuman ini dari teh herbal). Bagaimanapun bibit Kombucha ini tidak akan berkembang bagus bila digunakan fruit-tea atau teh yang mempunyai campuran minyak. Detailnya ada di buku.
Kita memulainya dari benda berbentuk piringan pipih bulat oleh2 dari langganan kita di Arizona, kemudian kita menerima kiriman 2 lapis berbentuk segi empat dari Günther Frank. Dan pada saat saya menulis ini, maka saya sudah mempunyai 16 "jamur" yang sehat dan padat, sampai2 hampir kehabisan tempat. Maka beberapa yang tumbuh kurang padat dan sehat kita buang untuk dipakai sebagai pupuk, atau diblender sabagi obat penghalus kulit yang sangat bagus.

Anda sedang Berhubungan dengan suatu Proses yang Hidup
Akan anda temui bahwa minuman Kombucha adalah suatu proses alami dan untuk itu akan maka terdapat sifat2 inkonsistensi. Kadangkala bibitnya tidak akan berkembang dengan baik.

Pada sisi lain, kami menemukan bahwa proses fermentasi Kombucha sangat konsisten terlebih dari proses pengembangan rye yang dibuat dari sisa. Hal ini disebabkan karena mikroba dari "kue" Kombucha bersimbiose secara aman serta kuat, yang mana "starter"nya diperoleh dari mikroba2 yang berterbangan diudara.

Mengenai cara berpikir kita adalah bahwa Kombucha bukanlah bersifat seperti "spons", sebab tidaklah bersifat lunak atau porous. Lebih mirip kue dari karet karena jamurnya menyelimuti massa dengan semacam lapisan lender yang licin serta halus.
Untuk diketahui, bahwa gula murni yang telah dicampurkan dalam proses tersebut dengan memperhatikan aspek kesehatannya, maka Frank memberikan catatan berikut : "Harap diperhatikan bahwa setelah proses fermentasi yang wajar setelah periode 14 hari, maka kandungan gulanya akan tinggal 3 gram gula biasa (monosacharida) untuk setiap 100 gram teh Kombucha
Membuat minuman ini sangatlah Mudah
Membuat minuman ini sangatlah mudah. Ada beberapa versi ceritera yang berkembang mengenai Kombucha adalah bahwa hanya ada satu cara untuk membuatnya atau setan2 akan menguasaimu. Kita diberitahu bahwa hanya dengan memakai gula cokelat-tidak cokelat tua tidak pula putih, dan tidak pula yang belum dimurnikan. Frank menguraikan bagaimana gula putih kerjanya akan sangat bagus dalam membentuk bibit. Frank tidak mempunyai tabu dalam penggunaan panci masak apakah dari baja atau apa saja, namun disarankannya agar jangan menggunakan panci aluminium.

Kita disarankan agar menggunakan panci2 dari kaca maupun keramik serta janganlah menyentuh ramuan dengan peralatan dari logam. Hal ini adalah nasihat yang bagus karena sejak ribuan tahun yang silam keramik sudah ada tetapi baja belum ada. Sebaiknya kita memasak teh didalam tempat masak dari kaca pyrex serta memeramnya dalam gelas kaca yang berkwalitas bagus. Buku Frank memberikan rincian mengenai bagaimana cara membuat Kombucha serta informasi tambahan dan petunjuk2 lain yang dikirimkannya dari Jerman.
Bentangan rasa dari minuman ini berkisar dari jus apel yang manis sampai rasa cuka apel. Semakin rasanya asam seperti cuka maka semakin asam kondisinya. Beberapa orang lebih menyukai rasa asam yang tajam sampai kepada asam yang lembut. Variabel keasaman dikendalikan oleh lamanya pengasaman atau waktu, serta jumlah gula dan teh yang dibuat juga ikut menentukan rasanya dalam suatu tempat. Demikian pula dengan proses fermentasi yang akan terus berlangsung walaupun sudah dibotolkan atau dimasukkan kedalam lemari es.
Seperti terurai dalam tulisan ini, maka belumlah ada laboratorium yang mampu memberikan analisis dari asam glucuronic serta zat2 metabolik lainnya dari minuman tersebut. Kalau kami telah bisa mengerjakannya maka akan kami kirimkan melalui pos.
Kombucha meningkatkan Proses Oksidasi Sel yang Sehat secara Alamiah
Manfaat dari minum Kombucha setiap hari bagi seseorang adalah bahwa akan terjadi efek penetralan asam serta membersihkan dan menawarkan racun. Dalam bukunya, maka Roschina Fasching menyimpulkan bahwa dalam alam "peperangan melawan kanker" dari minuman tersebut terletak pada kemampuannya untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh kepada ketangguhan alami yang aseli. Beliau dalam keterangannya, meminjam teori yang dikemukakan oleh Günther Enderlein, mengenai bagaimana cara kerja ramuan tersebut dalam memerangi "daerah" kanker dimana kanker tersebut mengembangkan mikroba dalam pertumbuhannya, mereproduksi diri dan menyebabkan kesulitan bagi manusia. Melalui pembersihan dan koreksi pH dari "daerah pertempuran" tersebut, minuman Kombucha meningkatkan kekuatan alami dari proses oksidasi selular. Perguruan Enderlein menyatakan secara jelas bahwa perlindungan di "daerah" interior di tubuh hanya bisa ditingkatkan hanya melalui faktor2 alami saja, -dan bukan dengan pemakaian obat2-an modern.
Nyonya Fasching, seperti peneliti lain jaman sekarang, menyatakan bahwa Louis Pasteur sekalipun, yang mempelopori teori kuman dari penyakit, menambahkan kata terakhir bahwa "mikroba bukanlah apa2 tetapi lingkunganlah menjadi penyebabnya".
"Jamur Kombucha berkembang didalam lingkungan asam sehingga dalam pengembangannya, KT akan mengurangi atau bahkan membunuh mikroba primitive penyebab kanker yang tumbuh subur dalam lingkungan basa, serta membuatnya menjadi tidak berbahaya bagi manusia. Pengobatan kanker maupun kondisi pra-kanker atau stadium awal termasuk juga tumor sebenarnya hanyalah dengan prinsip sederhana, yaitu jamur dilawan dengan jamur!"
Dapat dikatakan, bisa juga tidak, bahwa mengenai keterangan ilmiah tentang bagaimana Kombucha seperti menghambat pertumbuhan kanker, kita hanya bisa mengasumsikan bahwa dari pengalaman Soviet telah dibuktikan usaha2 sampai kepada kwalitas pencegahan. Kita juga bisa menyarankan agar yang berwenang mengadakan penelitian terhadap thesis dari Enderlein secara teliti dan jujur.
Ada pula sedikit informasi mengenai pengawetan makanan yang ditulis oleh Frank: "Asam mempunyai memproduksi efek pengawetan pada makanan2 awetan sehingga kondisi pH cenderung asam yang mana beberapa mikroba tertentu, terutama yang menghasilkan racun, tidak bisa lagi hidup. Sebagaimana diketahui bahwa pada taraf tertentu, minuman Kombucha juga mengawetkan dirinya sendiri. Anasir berupa organisme lain akan ditekan oleh asam2 yang dihasilkannya".

Jamur Kombucha untuk memerangi Candida, Mereka tidak menganjurkannya
Sejak Kombucha disebut sebagai "jamur"(mushroom) oleh banyak orang, serta "fungus" oleh orang2 lain lagi, pada kenyataannya juga merupakan "ragi", dan juga hasil fermentasi oleh bakteri. Maka ada peringatan untuk para penderita candida albicans, terutama yang disertai candiasis kronis, agar jangan pernah meminum kombucha.

"Bukan demikian!" sergah Günther Frank ketika kami tanyakan kepadanya. Beliau berpendapat bahwa Saccharomycodes adalah ragi tidak memiliki spora dan dengan begitu bukanlah keluarga candida. Hal ini sesungguhnya adalah suatu pendapat yang bertentangan dari kenyataan yang menganggap ragi mengganggu serta mencemari banyak orang.
Frank menerangkan: "Kebanyakan jenis ascomycetes seperti penicillin, ergot, ragi roti, jamur pelapuk, penyakit jamur dimulut pada anak atau thrush (candida mulut), dan yang lain yang menghasilkan spora, maka kebanyakan ragi mereproduksi diri secara vegetatif melalui jalan pertumbuhan tunas. Sebagai tambahan maka ada kombinasi antara pertumbuhan tunas dengan pembelahan sel. Pembelahan sel pada ragi adalah seperti halnya pada bakteria, mereka tidaklah bertunas tidak pula berspora. Pembelahan sel ragi Pombe pada minuman Kombucha tergolong dari jenis ini."
Ramuan Kuno dengan janji untuk kesehatan badan
Ber-macam2 manfaat kesehatan disebutkan bagi Kombucha selama bertahun-tahun sejak dikenal oleh manusia, dan ini di uraikan dalam buku karya Frank. Kita akan ulangi disini :

"Bacinskaya telah menyimpulkannya pada 1914 bahwa minuman ini efektif dalam mengatur aktivitas saluran pencernaan. Pengarang merekomendasikan agar meminum segelas kecil sebelum makan, dan menambahnya secara perlahan-lahan.
Prof. Rudolf Kobert, Privy Councillor, (1917-18) menyebutkan bahwa pengobatan terhadap rematik yang pasti berhasil dipersiapkan dengan menggunakan minuman Kombucha ini.
Prof. Wilhelm Henneberg juga menulis bahwa suatu minuman ini dipersiapkan dari kultur Kombucha dan disebut sebagai kvass teh – di Rusia, dan terkenal sebagai obat untuk memerangi segala macam penyakit, terutama sembelit.
Menurut Dr. Madaus dalam Metode Biologi bagi Penyembuhan, pada 1927, maka kultur Kombucha serta produk2 metaboliknya mempunyai efek yang bagus sekali pada proses regenerasi dinding2 sel. Maka dari itu sangat mujarab untuk mengobati "pengerasan pembuluih darah arteri." Kita telah mengutip pernyataan Drs. Bing dan Arauner pada permulaan uraian ini.

Banyak Ceritera mengenai Manfaatnya bagi Kesehatan
Ada beberapa kesaksian masa kini, yang jumlahnya bisa mencapai beberapa halaman apabila dimuat disini. Ini contohnya:

Anak lelaki umur 15 tahun dari Negeri Belanda: "Malapetaka itu datang sewaktu saya berumur sepuluh tahun dan berlangsung selama 41/2 tahun. Awalnya penyakit itu datang di lengan saya, dan saya garuk hingga berdarah, terutama ditempat tidur pada malam hari. Setelah 6 minggu saya pergi ke dokter, saya kemudian diobati dengan penicillin dan salep, sebab satu lengan saya meradang karena saya garuk2 terus. Hal ini berlangsung selama setahun setengah. Saya mendapatkan salep lebih banyak lagi, wadah demi wadah, demikian pula dengan penicillinnya. Akhirnya saya pergi ke seorang spesialis di Rumah Sakit.
"Dokter tersebut berkata bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh suatu bakteri yang berada didalam kandung pencernaan. Lalu saya diberinya obat lebih banyak lagi yang membuat saya mual, namun penyakitnya masih saja ada. ….dan sampai sekarang ibu saya membuatkan ramuan Kombucha yang telah berlangsung selama 6 bulan. Saya mulai meminumnya dan setelah 1 minggu maka sakitnypun hilang. Saya merasa se-olah2 seperti dilahirkan kembali. Carut-marutnya juga hilang dan sulit dilihat lagi. Sayapun suka menceriterakannya kepada orang2 lain untuk berhenti minum obat2-an dan mulai minum Kombucha".

Kombucha bisa menjadi Pemeran Utama dalam Rumah Tangga yang Sehat
Dalam memelihara kesehatan kita akan berbagi rasa dengan wanita dari Nederland yang kisahnya telah dikutip pada halaman terdahulu – dan kita ingin melihat ber-juta2 orang Amerika mengalami peningkatan kesehatan, dan Kombucha adalah senjata yang juga mempunyai persediaan penangkal.

Bagaimanapun, ada suatu keberatan. Dari pengalaman kita dengan Essiac, serta Paud'Arco atau Taheebo—pengobatan herbal yang mengejutkan dari jaman budaya kuno-yang tidaklah berhasil secara nyata didalam dunia kita yang modern, yang terpolusi serta hiruk-pikuk ini. Padahal direputasikan bahwa ramuan2 tersebut dahulunya bekerja dengan sangat bagus. Kombucha mempunyai asam serta nutrisi yang bagus sekali untuk pengobatan. Namun janganlah berharap banyak bila gaya hidup kita yang tidak sehat ditambah dengan kelakuan kita yang penuh beban buruk bagi kesehatan kita sendiri. Anda tidak bisa mengabaikan kekurangan nutrisi, merokok dan merusak tubuh anda, lalu mengharapkan Kombucha memperbaikinya. Maka usaha tersebut tidaklah akan berhasil. Kombucha pasti bisa memegang peran utama dalam membentuk suatu rumah tangga yang sehat, namun jangan mengharapkan membangunkan orang dari kematian. Hal itu bukanlah suatu keajaiban, ini adalah minuman dari alam, proses fermentasi yang sehat.
Satu lagi – pengetahuan yang dangkal bisa menjadi berbahaya bagi diri kita. Sebelum anda membuat KT, bacalah 2 buah bukunya dahulu serta mengerti mengenai apa yang anda lakukan. Bisa-bisa anda akan membayar kerugiannya. Kita menemukan banyak informasi beredar yang keliru mengenai Kombucha, dan dengan demikian maka kami menghubungi Jerman dan kemudian memulai penelitian kami.
Editor banyak mengharapkan surat2 tanggapan anda, mengenai pengalaman anda minum Kombucha dalam rangka meningkatkan kesehatan anda

Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki. Mikrobia yang umumnya terlibat dalam fermentasi adalah bakteri, khamir dan kapang. Contoh bakteri yang digunakan dalam fermentasi adalah Acetobacter xylinum pada pembuatan nata decoco, Acetobacter aceti pada pembuatan asam asetat. Contoh khamir dalam fermentasi adalah Saccharomyces cerevisiae dalam pembuatan alkohol sedang contoh kapang adalah Rhizopus sp pada pembuatan tempe, Monascus purpureus pada pembuatan angkak dan sebagainya.Fermentasi dapat dilakukan menggunakan kultur murni ataupun alami serta dengan kultur tunggal ataupun kultur campuran. Fermentasi menggunakan kultur alami umumnya dilakukan pada proses fermentasi tradisional yang memanfaatkan mikroorganisme yang ada di lingkungan. Salah satu contoh produk pangan yang dihasilkan dengan fermentasi alami adalah gatot dan growol yang dibuat dari singkong. Tape merupakan produk fermentasi tradisional yang diinokulasi dengan kultur campuran dengan jumlah dan jenis yang tidak diketahui sehingga hasilnya sering tidak stabil. Ragi tape yang bagus harus dikembangkan dari kultur murni.Kultur murni adalah mikroorganisme yang akan digunakan dalam fermentasi dengan sifat-dan karaktersitik yang diketahui dengan pasti sehingga produk yang dihasilkan memiliki stabilitas kualitas yang jelas. Dalam proses fermentasi kultur murni dapat digunakan secara tunggal ataupun secara campuran. Contoh penggunaan kultur murni tunggal adalah Lactobacillus casei pada fermentasi susu sedang contoh campuran kultur murni adalah pada fermentasi kecap, yang menggunakan Aspergillus oryzae  pada saat fermentasi kapang dan saat fermentasi garam digunakan bakteri Pediococcus sp dan khamir Saccharomyces rouxii.

Industri fermentasi dalam pelaksanaan proses dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. mikrobia

2. bahan dasar

3. sifat-sifat proses

4. pilot-plant

5. faktor sosial ekonomi

1. Mikrobia

Mikrobia dalam industri fermentasi merupakan faktor utama, sehingga harus memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu:

1. murni

2. unggul

3. stabil

4. bukan patogen

- Murni

Dalam proses-proses tertentu harus menggunakan biakan murni (dari satu strain tertentu) yang telah diketahui sifat-sifatnya. Untuk menjaga agar biakan tetap murni dalam proses maka kondisi lingkungan harus dijaga tetap steril. Penggunaan kultur tunggal mempunyai resiko yang tinggi karena kondisi harus optimum. Untuk mengurangi kegagalan dapat digunakan biakan campuran. Keuntungan penggunaan biakan campuran adalah mengurangi resiko apabila mikrobia yang lain tidak aktif melakukan fermentasi. Dalam bidang pangan penggunaan biakan campuran dapat menghasilkan aroma yang spesifik.

Pengembangan inokulum yang terdiri campuran biakan murni belum berkembang di Indonesia. Sebagai contoh, inokulum tempe yang dibuat LIPI masih merupakan inokulum kultur tunggal sehingga produsen tempe sering mencampur inokulum murni dengan inokulum tradisional dengan maksud memperoleh hasil yang baik.

Inokulum tape (ragi tape) juga belum berkembang. Di Malaysia, telah dikembangkan campuran kultur murni untuk membuat tape rendah alkohol. Ini merupakan upaya untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang sebagian besar muslim. Isolatnya sendiri diperoleh dari ragi yang telah ada di pasaran.

Penggunaan inokulum campuran harus memperhatikan kebutuhan nutrisi mikroorganismenya. Kultur campuran yang baik adalah model suksesi sehingga antar organisme tidak bersaing namun saling mendukung untuk pembentukan produk.

- Unggul

Pada kondisi fermentasi yang diberikan, mikrobia harus mampu menghasilkan perubahan-perubahan yang dikehendaki secara cepat dan hasil yang besar. Sifat unggul yang ada harus dapat dipertahankan. Hal ini berkaitan dengan kondisi proses yang diharapkan. Proses rekayasa genetik dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat jasad dengan maksud mempertinggi produk yang diharapkan dan mengurangi produk-produk ikutan.

- Stabil

Pada kondisi yang diberikan, mikrobia harus mempunyai sifat-sifat yang tetap, tidak mengalami perubahan karena mutasi atau lingkungan.

- Bukan Patogen

Mikrobia yang digunakan adalah bukan patogen bagi manusia maupun hewan, kecuali untuk produksi bahan kimia tertentu. Jika digunakan mikrobia patogen harus dijaga, agar tidak menimbulkan akibat samping pada lingkungan.

2. Bahan Baku

Bahan dasar untuk kepentingan fermentasi dapat berasal dari hasil-hasil pertanian, perkebunan maupun limbah industri. Bahan dasar yang umum digunakan di negara berkembang adalah:

1. hasil perkebunana: molaseampas tebu, kulit kopi, kulit coklat, sabut kelapa dsb

2. Hasil pertanian: jerami, singkong, ubi jalar, susu daging, ikan dsb

3.Limbah cair dan padat, sisa pabrik, sampah dsb

untuk artikel lengkap dapat di download disini: artikel fermentasi

atau pada buku mikrobiologi industrifaktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi secara detail saya ambilkan contoh fermentasi asam sitrat yang saya muat di permimalang.wordpress.com silahkan dilihat. semoga bermanfaat.

Fermentor

Fermentor yang digunakan dalam produksi etanol tergantung pada bahan baku yang digunakan. untuk penggunaan dengan bahan baku gula dapat langsung dengan fermentor anaerob. sedang jika akan digunakan dengan bahan baku dari pati atau karbohidrat lain aharus ada proses sakarifikasi sehingga minimal ada dua fermentor. Fermentor adalah tempat berlangsungnya fermentasi dapat berupa alat dengan kerja anaerob ataupun anaerob. Prinsip kerja dari fermentor akan kami muat dalam fermentor. silahkan dicari di tag fermentor.



Pisang merupakan buah yang mudah rusak setelah pemanenan. Guna mengatasi kerusakan buah maka dilakukan berbagai teknik untuk pengolahan pisang seperti keripik, pisang goreng, sale dan sebagainya. untuk buah yang telah lewat masak dan tidak dapat diolah menjadi sale dapat dijadikan juice ataupun wine.
Pembuatan Juice
Buah pisang yang baik dan telah masak, dikupas dan daging buah dipotong-potong. potongan buah ini diblender dengan air panas 100 C (pulp : air =1 : 4). Jika tidak memiliki blender yang tahan panas dapat dilakukan dengan cara merebus potongan-potongan pisang dengan air selama 30 menit. Bubur yang diperoleh di press dan disaring sehingga diperoleh juice pisang. Buat juice psang menjadi 10 Brix dengan sukrosa (gula pasir) kemudian tambahkan 0,5 mg/100 mL kalium metabisulfit. Juice kemudian dipasteurisasi (60 C 3 menit) dan masukkan freezer sampai siap digunakan.
Juice yang dihasilkan memiliki karakteristik (tergantung jenis pisangnya): pH 4,45; assam tartarat 0,08%, padatan terlarut 18 Brix, berat jenis 1,08; asam asetat 0,06%, abu 0,35%, protein 0,02%, gula 3,0 %, asam askorbat 9 mg/100mL.
Pembuatan Kultur Khamir (bibit)
Ragi roti sebanyak 4 gram dilarutkan dalam 200 mL juice pisang kemudian ditambah diamonium sulfat 0,3 g/100 mL sebagai nutrisi bagi khamir. Campuran ini dimasukkan dalam botol dan diinkubasi 48 jam pada suhu kamar.
Fermentasi
Juice pisang (4 L) dimasukkan dalam botol/wadah fermentasi kemudian ditambah bibit 3 % (v/v) dari inokulum khamir 48 jam. wadah fermentasi ditutup dengan penutup karet yang diberi saluran untuk membuang CO2. ujung pipa dicelupkan dalam larutan kalium metabisulfit 0,5 mg/L. Inkubasi dilakukan pada suhu kamar selama 2 minggu.
Jika fermentasi telah selesai (ditandai dengan tidaklagi terdeteksi adanya gelembung gas yang keluar), wine dipindahkan ke dalam botol wine dan dipasterisasi (60 C selama 30 menit) dan disimpan pada refrigerator.
Kaakteristik Wine pisang
pH 3,30; asam tartarat 0,85%, padatan terlarut 4,8 Brix, berat jenis 0,99; asam asetat 0,50%, abu 0,20%, protein 0,04%, asam askorbat 1,4 mg/100mL dan alkohol 5% (v/v).

1 komentar:

  1. Halo, salam kenal..

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kombucha, Anda dapat mempelajarinya disini:

    http://indokombucha.wordpress.com

    Ditunggu kedatangan dan komentarnya :)
    Terima Kasih

    BalasHapus