Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Kamis, 28 Oktober 2010

Mutasi Kepala SMP di Majalengka

Mutasi para kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Majalengka dilaksanakan di Gedung Yudha Abdi Negara Pendopo Kabupaten Majalengka pada tanggal 28 Oktober 2010 beberapa saat setelah pelaksanaan upacara peringatan Sumpah Pemuda. Beberapa kepala sekolah yang dimutasi di antaranya yaitu :


1. Drs. Dede Karya Juyana,M.Pd 
Kepala sekolah yang berjasa mempopulerkan SMPN 1 Jatiwangi dalam hitungan bulan ini harus terdepak dengan ikhlas setelah sebelumnya ia menyatakan sangat betah berada di SMPN 1 Jatiwangi. Ia dipindahkan ke SMPN 1 Kasokandel. Pihak Tabloid Pendidikan ESKUL akan tetap mengikuti Dede Karya Juyana ke SMPN 1 Kasokandel mengingat statusnya sebagai Tokoh Eskul dan ia merupakan orang yang sangat berjasa dalam pengembangan media pendidikan di Majalengka.



2. Drs. H. Asikin,M.Pd 
Pengurus MKKS SMP Kabupaten Majalengka ini ditempatkan di SMPN 3 Kadipaten menggantikan Uus Darusman,S.Pd,M.Pd. Figur H. Asikin dianggap sebagai kepala sekolah yang elegan dan sangat santun sehingga tidak akan mengalami kesulitan saat masuk ke lingkungan SMPN 3 Kadipaten.



3. Uus Darusman,S.Pd,M.Pd 

Ragung,S.Pd
Mantan guru di SMPN 1 Palasah ini dipindahtugaskan dari SMPN 3 Kadipaten ke SMPN 1 Jatiwangi. Ia menggantikan peran Dede Karya Juyana. Kepindahan Uus Darusman juga tidak akan membuatnya perlu lama beradaptasi karena ia adalah warga Jatiwangi  yang sudah dikenal baik oleh para guru SMPN 1 Jatiwangi.
Uus Darusman selama ini aktif memberikan pandangan dan komentar mengenai permasalahan yang sedang dibahas di Eskul. Kehadirannya di SMPN 1 Jatiwangi diharapkan bisa meneruskan Dede Karya Juyana dalam membesarkan media sekolah JUNIOR yang sudah eksis.






4. Ragung,S.Pd 
Guru SMPN 2 Jatiwangi ini layak bersyukur karena sudah menanti kepastian yang cukup lama. Ia diperjuangkan dengan sangat baik oleh atasannya di SMPN 2 Jatiwangi Drs.H. Somantri,M.Pd. Ragung pantas berterima kasih kepada atasannya karena perjuangan H. Somantri sedikit banyak telah membuahkan hasil. Ragung ditempatkan sebagai Kepala SMPN 2 Rajagaluh.Di tangan Ragung,S.Pd diprediksikan SMPN 2 Rajagaluh akan mengalami peningkatan di bidang kesusastraan dan selama di SMPN 2 Jatiwangi ia berhasil mengantarkan siswanya tampil sebagai Juara penulisan cerpen di Tingkat Provinsi Jawa Barat.






H. Yuyu Nurwahyu,S.Pd Kn
5. H. Yuyu Nurwahyu,S.Pd Kn 
Pria yang dikenal sangat baik ini harus puas ditempatkan sebagai Kepala SMPN 2 Ligung menggantikan Eeng Suherlan,S.Pd yang "naik" sebagai Kepala SMPN 1 Ligung. 







6. Wandi Suwandi,S.Pd 
Wandi S, S.Pd
Menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci Mekkah bersama Kepala SMPN 2 Leuwimunding Drs. Dodo Sudrajat,M.M.Pd, Wandi diberi posisi lebih "teduh" di SMPN 3 Sumberjaya. Ia sudah beberapa tahun ini memimpin SMPN 1 Ligung yang kini ditempati Eeng Suharlan,S.Pd. Wandi diharapkan bisa mengubah SMPN 3 Sumberjaya karena selama beberapa tahun sekolah ini dibiarkan kosong tanpa kepala sekolah. Untuk mengisi kekosongan, diangkat Plh Dedi Rasidin yang tidak bisa tiap hari berada di SMPN 3 Sumberjaya mengingat ia harus menjalankan tugas di SMPN 1 Sumberjaya.
















7. Eeng Suherlan, S.Pd 
Meskipun prestasinya  di SMPN 2 Ligung melempem dengan tingkat ketidaklulusan UN 2010 yang lebih banyak dari sekolah lainnya, Eeng Suherlan disebut-sebut "naik" dengan menduduki singgasana sebagai Kepala SMPN 1 Ligung.


8. Drs. H. Didin S.,MM 
Sebelum dimutasi ke SMPN 1 Rajagaluh menggantikan H. Yuyu Nurwahyu, H. Didin bertugas di SMPN 1 Leuwimunding.

9. Apay Safari,S.Pd 
Setelah sukses sebagai Kepala SMPN 1 Lemahsugih dengan mengantarkan dua siswanya berprestasi di tingkat provinsi, Apay Safari dipindahtugaskaskan ke Kertajati sesuai dengan keinginannya. Kepada wartawan Eskul Aris Setiawan, Apay Safari pernah menyatakan keinginannya karena sudah merasa letih pulang-pergi Kertajati-Lemahsugih setiap hari. Apay Safari termasuk kepala sekolah tangguh di Majalengka dengan jarak tempuh paling tinggi menuju sekolah. Jika dikalkulasikan sehari ia menempuh jarak 80 KM untuk bertugas ke sekolah. Dalam setahun ia menempuh jarak 24.000 KM (80 KM x 365 hari dipotong hari minggu). Perpindahan Apay Safari ke Kertajati merupakan hal yang sangat wajar.  





Bersambung....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar