Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Minggu, 07 November 2010

Cinta untuk Hama

Ewie Dewi Safarwati, penulis "Cinta untuk Hama"
Cinta ini di mulai ketika indriani mengenal dia lebih dalam, perkenalan yang membawa pada sebuah cinta yang kembali pada keilahian. Dia Pemuda yang indri kenal itu bernama Rayhan, dia seorang pemuda yang gigih akan hidup yang penuh prinsip. Indri seorang gadis yang mengidamkan seorang pemuda ynag bisa membawanya pada sebuah gerbang mulia akan hidupnya yang lebih baik, dan mulai ia temukan pada seorang Rayhan, cinta tak mengenal batas ruang dan waktu, cinta yang kuat terikat pada satu poros keindahan cahaya hati yang tulus.
        Perlahan dengan pasti, perkenalan itu membuat rangkaian demi rangkaian kasih sayang,
“cinta seperti pakah yang kau inginkan, rayhan?”
“aku menginginkan cinta yang tak seperti es, karena es kalau kepanasan bisa meleleh, aku ingin cinta yang gak akan meleleh meski panas terik menyengat” jawaban seorang rayhan yang singkat namun penuh makna.
        Indri mulai ingin mengerti akan setiap makna yang keluar perlahan dari rayhan.
“karena juga eksistensi hidup ini kan bukan hanya untuk mencari someone yang sempurna untuk di cintai, tapi juga belajar mencintai kekurangan dengan cara yang paling sempurna” kata rayhan dengan penuh makana mendalam.
        Indri mengikuti semua rangkaian rayhan dengan pasti, bagai sebuah rel kereta api yang terangkai dengan pasti. Bukan hanya tentang cinta yang rayhan berikan pada indri, dia juga menenam benih arti hidup bagi indri, dia mengatakan, “kejayaaan, kebahagiaan, dan kesuksesan manusia hanya pada amal agama yang sempurna. Karena Allah pust the sacies of the hument in perfaeck dien. Ada pepatah mengatakan suatu yang sering dibicarakan akan terasa nyata walaupun gak benar adanya, yang dirasakan seperti lagi menghayati pada scenario, rasa kekeluargaan, rasa gak ingin mengecewakan, rasa ga mau kehilangan, padahal semua itu just foor lught saja.”
        Semakin dekat perkenalan itu, dan rayhan ingin indri menjadi wanita yang di harapkan oleh semua orang, yaitu wanita yang ingin mengetahui keilahian dengan iman yang kuat, sampai rayhan bertanya pada indri, “apa do’a dari setiap sholat mu ndri?”, ingin mengatakan do’a nya dengan berharap do’anya sesuai dengan jawaban yang diharapkan rayhan, “aku berdo’a agar aku tidak menjadi mmanusia yang sombong”, rayhan tersenyum mungil dengan expresi kagum, ia menjawab “do’a kamu ini seperti do;a rasulullah, dalam do’a rasulullah juga agar tidak di beri kesombongan dalam hati. Rasulullah meminta pada Allah  jadikanlah aku orang yang sabar, an jadikan aku orang yang bersyukur, dan jadikan dimata banyak orang sebagai orang yang mulia, tapi dimata ku kecil/tidak menyombongkan diri.” Indri hanya bisa tersenyum sipu dan mencoba mengerti semua perkataan rayhan, rayhan melanjutkan jawbannya, “sesungguhnya kesombongan ini adalah sifat ketahanan ynag dimiliki manusia, orang yang sombong berarti dia gak pecaya diri dan aku senang dengan do’amu itu ndri, karena jarang ornag yang meminta seperti itu, J
        Kini giliran indri yang bertanya pada rayhan, “rayhan, kamu inginkan sebuah bintang yang sepeerti apa?”
Rayhan dengan cepat menjawab, “bintang yang dia kembali pada keilahian, karena setauku bintang yang bisa menerangi hati aku ini bintang yang bersianr di bawah naungan keilahian dan bermuara juga pada ilahi.” Indri tak henti bergejolak mengagumi rayhan.
        Saat itu indri menangis entah kenapa ia terus menangis tak henti seperti suara gemuruh ombak yang terus terdengar. Rayhan tak ingin dy sedih, dia berkata “adakala kita perlu menangis agar kita tau bahwa hidup ini bukan untuk ketawa, namun adakala kita perlu tertawa agar kita tau betapa mahalnya setetes air mata”, indri merenungkan hal itu, dan dia mulai merasakan kesejukkan dengan kata-kata rayhan.
        Kini tiba saat rayhan mengungkapkan isi hatinya pada indri dalam sebuah melodi kata-kata yang tlah ia rangkai.
“akan ku minta pada masa, agar aku dapat tambahan bicara sesaat denganmu, namun tiada tambahan bagiku kecuali rasa rindu, untuk berbicara berulang kali dari apa yang kuminta dari cintamu, lalu ku berikan selembar kesabaaran, namun lembaran itu habis, tumpahlah tinta dalam lembaran itu, tiadalah kesabaran tanpa keikhlasan kecuali habislah kesabaran di dalamnya. Aku berbohong akan perasanku padamu, bohong itu selamanya tetap salah, namun sering kali hitam putihnya kehidupan memaksa kita untuk berbohong, sehingga bohong seringkali menjadi jalanyang terbaik, dan aku merasa tlah mmebohongi perasaanku padamu.”
        Tak henti sampai disitu, rayhan terus menorehkan perasaannya pada serangkaian kata untuk indri, “ada rindu, ada keinginan untuk bertemu, tapi aku seakan membiarkan hal tersebut berlalau. Sedang hati aku terseret begitu dalam, rasanya aku ini pengecut, tiada kemampuan sedikitpun untuk membuka hijab, ada takut, ada ketidaknyalian. Padahal kata demi kata telah ku rangkai danku eja kata demi kata. Sehingga lepasapalanku diluar kepala. Namun, seakan hilang semua apalanku  di hadapannya. Tapi aku takut , di saat yang indah itu, setelah aku terbang dengan satu sayap terlalu tinggi. Lalu diketinggian yang indah itu ternyata bukanlah aku, tambatan patahan sayap itu, lalu denagn harapan dalam ketinggian itu aku terjatuh dengan satu sayap, karena bukanlah aku. Dan dengan sebelah sayap aku jatuh dari ketinggian harapan itu”
        Ada sebutan sayang yang indri dan rayhan pakai, rayhan memanggil indri dengan sebutan racun hama karena namanya mirip dengan racun hama yaitu indriluc, dan indri memanggil rayhan dengan sebutan hama . Ternyata mereka lahir pas dihari, tanggal, bulan, dan tahun yang sama, dan lebih mengejutkan lagi ternyata indri mengidap penyakit leokimia, yang makan mengiriskan cuci darah tiga hari sekali, dan semenjak itu racun hama sering mengjak sang hama ke panti asuhan, karena dia sadar bahwa anak panti ternyata butuh kita. Setiap orang memandangnya pasti terhibur, memang tomboy tapi jilbab gak pernah dia lepas. Pas genap 19 tahun, dia menghabiskan umurnya. Selama 19 tahun gak pernah ada rayhan tapi dia gak ada. Diamana ada hama disitu ada racun hama . Sebellum dia menutup mata, dia sempat bilang pada rayhan dengan suara yang gak begitu jelas, “ hama , akan ada racun hama lagi… hama cengeng, gak usah menangis nanti ada racun hama lagi yang menemani hidup mu” dan dia tersenyum kecil seiring dia meninggalkan hama .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar