Liputan Pendidikan

PhotoScape Mania MS Product bersama SMAN 1 Kasokandel, SMAN 1 Sukahaji, SMAN 1 Kadipaten, SMKN 1 Kadipaten, MTsN Sukaraja, SMPN 1 Kasokandel

Sabtu, 27 Februari 2010

Cara Bergabung Di Jaringan OXY Kang Erry


Sebelum Anda memutuskan bergabung menjadi member airOXY.com sebagai web support system dari OXY Network, berikut adalah sekilas review :

Produk Utama
OXY Drinking Water adalah air minum yang telah diaktifkan dengan menggunakan sinar alpha melalui proses molecular resonance s-magnetic technology (MReT), air minum yang mengandung oksigen murni tinggi, serta air minum yang memiliki kandungan mineral an-organik yang rendah.
Manfaatnya telah terbukti untuk :
Penyakit ginjal
Kanker payudara
Penyakit asma
Batu ginjal
Bronkitis
Stroke
Asam urat
Diabetes
Menurunkan kolesterol
Dll.

OXY Drinking Water dapat membantu mempercepat penyembuhan dari berbagai penyakit dan telah mendapatkan sertifikasi Halal dari MUI Nomor 12120000060707 serta telah menjadi anggota APLI nomor anggota 0087/12/04.

Dengan berinvestasi sebesar Rp 125.000, Anda akan mendapatkan 10 keuntungan luar biasa :

1. Keanggotaan yang berlaku seumur hidup
2. Hak untuk menjadi distributor
3. Buku panduan berbisnis OXY
4. A lat untuk demo produk OXY
5. Majalah OXY
6. Training dan seminar OXY
7. Peluang mendapatkan penghasilan jutaan rupiah per bulan
8. Tour dan wisata
9. Bonus hiburan
10. Insya Allah Sehat Wal'afiat



PERSYARATAN & TATA CARA JOIN & BELI PRODUK OXY:

Untuk join foto copy KTP dan bayar keanggotaan sebesar Rp.125.000,- (Plus ongkos kirim 15.000,- jika ingin dikirimkan starter kit yang berupa tas berisi buku, cd, alat tes ait, flip chart, dll.)

Pembayaran bisa di transfer ke:
BNI No rekening : 0174362734 atas nama ERRY SUKMANA


Lalu konfirmasi kalau sudah mentransfer, via sms/telp ke 081321474119 Atau Ke Flexi 0233-3337722 atau Ke Meesage FB ,YM or Email : kang_erry@yahoo.com

Setelah itu kami akan informasikan No.ID untuk membeli produk Oxy terdekat dari rumah anda. Pada saat anda beli harganya nanti sudah harga member/diskon karena pada saat beli nanti anda sebutkan No.ID anda yang sudah kami berikan (tanpa No.ID ini anda tidak dapat harga member/diskon).

Oxy di jual di tempat yang namanya stokis, dan stokis ini tersebar di seluruh indonesia. Mengenai informasi alamat stokis Sudah tersedia di Catatan Alamat Stokis di Halaman OXY ini


Selamat bergabung dan Sukses!

Bim@.Net

Bim@.net.
Jln. Raya Utara Leuwimunding (Dpn. TK Nurul Iman) Leuwimunding-Majalengka

Jumat, 26 Februari 2010

Mengenal Sosok Aef Saeful Ridwan

Aef Saeful Ridwan
Siapakah Aef Saeful Ridwan ? Ia adalah seorang mahaiswa yang kini tercatat sebagai Ketua Senat Mahasiswa STAI PUI Majalengka. Lahir di Majalengka 12 November 1986. Aef adalah figur mahasiswa yang telah ditempa dengan pendidikan agama Islam sejak kecil. Hal itu terbukti dari track record pendidikannya yang mengenyam pendidikan formal di SDN Kancana, MTs PUI Kancana, MA An-nawawiyah.
Selama menjalani masa sekolah Aef aktif di OSIS bidang kerohanian dan Keterampilan dan Kesenian Nasyid An-Naba) dan pernah menjabat Ketua Komisariat HMI di STAI-PUI Majalengka 2008, Sekertaris Umum Senat Mahasiswa 2008/2009, dan sekarang ini menjadi Ketua Senat Mahasiswa 2009/2010
Pria energik ini punya motto hidup "baik dan buruk adalah kemulyaan dalam kematian". Aef adalah satu figur mahasiswa yang memiliki kepedulian dan dedikasi untuk membangun almamaternya dan tampaknya civitas akademika STAI PUI Majalengka mendukung kiprah Aef sebagai pemimpin mereka di kampus Islami tersebut.

VISI
Menjalin keakraban setiap mahasiswa dalam multikultural STAI-PUI Majalengka dengan mengembangkan potensi dan keahlian mahasiswa STAI-PUI Majalengka dalam bidang Pendidikan Agama Islam serta mengeksplorasikan dalam berbagai bidang kreativitas dan pengabdian masyarakat.

MISI
1.Meningkatkan relasi harmonis penuh cinta dan kasihsayang antar mahasiswa dan dosan serta karyawan dalam kampus
2.Meningkatkan kerja sama dengan Civitas Akademika
3.Menyelenggarakan dialog antar mahasiswa dengan pimpinan-pimpinan STAI-PUI Majalengka dan Pimpinan YPTI-PUI Majalengka
4.Mendukung, memfasilitasi, dan ikut serta mewujudkan program kerja Kosma-kosma tiap tingkatan kampus STAI-PUI Majalengka
6.Menyelenggarakan kegiatan Seni dan Olahraga
7.Meningkatkan pengembangan diri mahasiswa STAI-PUI Majalengka secara kompherensif dengan berbagai aspeknya [kognitif/intelektual, spiritual, afektif/olah rasa, konatif/tindakan].
8.Mendarmabaktikan keahlian mahasiswa FKIP dengan melaksanakan kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat Indonesia.

PROGRAM KERJA

I.JANGKA PENDEK :

1.Memeriksa kembali dan menindaklanjuti program-program SENAT STAI-PUI Majalengka kepengurusan sebelumnya
2.Membuat Jaringan pertemanan Elektronik BLOGER dan FACEBOOK SENAT MAHASISWA PERIODE 2009/2010 STAI-PUI Majalengka
3.Merancang dan membentuk anggota Departemen (terdiri dari 4 departemen) Kepengurusan Senat Mahasiswa 2009/2010
4.Menerima aspirasi-aspirasi mahasiswa dan dosen, serta karyawan-karyawan STAI-PUI Majalengka untuk kepengurusan Senat Mahasiswa 2009/2010
5.Menyelenggarakan UKM Tarbiyah dan UKM Olahraga

II.JANGKA MENENGAH :

1.Menyelenggarakan dialog antar mahasiswa dan dosen serta karyawan-karyawan STAi-PUI Majalengka
2.Menyelenggarakan kompetisi minat bidang olahraga mahasiswa dan meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam bidang seni
3.Menyelenggarakan tentang penerapan disiplin ilmu mahasiswa dalam pendidikan agama islam (education religion) kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat untuk peserta didik anak-anak kaum marjinal
4.Mengembangkan relasi antar mahasiswa dan dosen dengan memadukan multikultural
5.Mempublikasikan artikel/tulisan/karya ilmiah mahasiswa melalui Facebook, Webblog, dan media massa lainnya.

III.JANGKA PANJANG :

1.Menyelenggarakan LIVE IN AKBAR SENAT MAHASISWA 2009/2010 (Rekomendasi Musywa 2010)
2.Menyelenggarakan Kaderisasi kepemimpinan mahasiswa dengan berbagai aspeknya [kognitif/intelektual, spiritual, afektif/olahrasa, konatif/tindakan].
3.Mempopulerkan Senat Mahasiswa STAI-PUI Majalengka di Masyarakat

Kamis, 25 Februari 2010

Kisah dari Kuwait

 Nanang Agung Jati Nugroho 

Anak Kolong yang Kini Kerja di Kilang 





Tahun 1992 Nanang Agung Djati Nugroho masuk sebagai mahasiswa Jurusan Geologi Universitas Padjadjaran. Memasuki masa perkulian ia pergi kampus jarang menggunakan kendaraan sendiri. Ia lebih senang naik bis kota DAMRI dan bergelayut di pintu karena ia tidak suka berdesak-desakan dengan temannya di dalam bis. Katanya, waktu kuliah ia belum punya SIM. Motor VESPA dan motor GL Pro kesayangannya tidak pernah dipakainya. Ia manut sama ayahnya yang seorang prajurit TNI AU di Lanud Sulaiman, Peltu Sugiarto. Kini ayahandanya sudah pensiun.
            Sosok Nanang adalah figur sederhana. Meskipun anak kolong (sebutan bagi anak tentara), Nanang menunjukkan kehidupan yang sederhana. Sewaktu bersekolah di SMP pun, ia pergi ke sekolah bersama teman-temannya menggunakan sepeda. Maklum, waktu itu ia tinggal bersama kedua orangtuanya di Lanud Sulaeman. Ketika di berada di sekolah, ia pernah menyaksikan ayahandanya terjun dari ketinggian 3000 kaki dengan parasut tepat di atas sekolahnya. Sekolah Nanang memang persis di depan kompleks Lanud Sulaeman. Kesederhanaan Nanang sejak kecil terbawa hingga ia menamatkan bangku perkulian. Nanang lulus dari UNPAD sebagai Sarjana  Geologi.
            Ia sama sekali tidak menyangka, hidupnya bakal jauh berubah. Kini ia sudah berada di Kuwait sebagai tenaga ahli drilling di sana. Ia memboyong istrinya, Desrina yang seorang sarjana lulusan UGM. Anaknya pun tinggal bersamanya di Kuwait. Ia bekerja di pengeboran minyak sebenarnya tidak disengaja karena ia sebenarnya melamar ke perusahaan minyak yang diidamkannya di sana. Sayang ia tidak diterima di sana. Namun Tuhan berkehendak lain, saat itu tanpa sengaja ia bertemu dengan orang Kuwait yang menawarinya pekerjaan lain dalam bidang yang bedanya tidak jauh, drilling. Nanang pun tidak menyia-siakan kesempatan emas itu. Apalagi ia terkilas pada kehidupannya setelah lulus kuliah yang sempat bekerja di sebuah perusahaan bidang sales marketing. “Saya pernah jadi sales jualan perabotan rumah tangga…kayak kompor ha..ha…! “Ujarnya mengenang. Makanya ketika mendapatkan penawaran kerja tersebut ia langsung menerimanya.
            Nanang kini tinggal di Alhaiza Complex Fahaheel Kuwait. Pada saat Kuwait memperingati Hari Kemerdekaannya yang jatuh pada akhir Februari, Nanang menyempatkan diri menikmati kehidupan di negeri minyak yang pernah diinvasi oleh Irak tersebut. Namun ia tidak mau melupakan kehidupannya sebelum berangkat ke Kuwait. “Waktu itu, saya harus berjuang menghadapi tekanan krisis moneter. Saya bekerja apa saja. Tidak ada masalah bagi saya. Di tengah tekanan krisis moneter saya waktu itu sempat bekerja di perusahaan asuransi jiwa  dan pada tahun 1999 hijrah ke Banten dan mencoba berkarier di BPSDA Banten sebagai consultant pengelolaan sumberdaya air !” Ujarnya berkisah.
            Sebelum berangkat ke Kuwait pun, ia sempat bekerja di bidang minyak bumi dan gas yaitu di Elnusa. Di Elnusa ia bekerja sebagai konsultan namun pekerjaannya itu hanya bertahan satu tahun. Pengalamannya itulah yang menjadi dasar karirnya di bidang perminyakan semakin mantap dan ia tak ragu untuk melamar ke Kuwait saat itu.
            Bersama istrinya Desrina, ia kini sudah hidup tenang dengan penghasilan yang bias dibilang lebih dari cukup. Setiap waktu lengang ia juga sering membawa anak semata wayangnya Muhammad Rayhan  menikmati keindahan Kuwait.
            Kisah Nanang Nugroho memang  patut disimak sebagai symbol perjuangan hidup seorang sarjana yang mampu bertahan di tengah krisis ekonomi hingga mewujudkan diri sebagai seorang drilling engineer di  Kuwait Oil Company.
            Rasa kangennya terhadap orangtua ia salurkan lewat hubungan telepon dan ia merasa terhibur oleh keberadaan 35 orang WNI yang sama-sama bekerja di sana. Tampaknya mereka sangat dekat seperti keluarga sendiri dan hal itu diakui oleh Nanang.*** (ES)


Rabu, 24 Februari 2010

Puisi Febry Alfanudin Indalloh

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Engkaulah sang pelita hidupku,
yang menyinari setiap relung hatiku.
Engakulah sang pelepas dahagaku,
Disaat~ Aku haus akan bimbinganmu.

Dengan keikhlasan dan kesabaranmu,
kau mengajari aku sikap dan tingkah laku.
kau mengajari aku budi pekerti.
Dengan ketekunan... ketulusan dan welas asihmu,
kau mengajari aku mengasah hati dan menyelami nurani.

Guru ~
Lewat engkaulah .....
Aku dapat membaca ~
Aku dapat menulis ~
hingga dapat menulis puisi terindah untukmu.

Lewat engkaulah ....
Aku dapat mengeja ~
Aku dapat menyusun kata ~
hingga dapat terbentuk sebuah kalimat.

Lewat engkaulah ......
Aku dapat mengenal ~
Aku dapat mengerti bahasa dunia
baik bahasa negara sendiri maupun bahasa negara orang

Guru ~
Memang tak mudah menjadi seperti engkau,
yang selalu dituntut pengabdiannya ~
yang selalu dituntut ketekunannya ~

Memang tak mudah berprofesi seperti engkau
yang selalu dituntut kesabarannya ~
yang selalu dituntut welas asihnya ~
dalam menyampaikan pelajaran,
kepada anak - anak didikmu ~
anak - anak tunas bangsa.

Guru ~
Memang ~
Pekerjaanmu bukan pekerjaan mentereng
bagai gedung - gedung yang menjulang tinggi
Memang ~
Pekerjaanmu bukan pekerjaan gemerlap
bagai lampu diskotik yang memancar, menyinari gemerlapnya pesta
karena ~
engkau bukan Sang Pesohor
bukan pula Sang Bintang Pentas.

Guru ~
Memang Pantas ~
Jika orang bilang ~ pekerjaanmu pekerjaan yang mulia
Jika orang bilang ~ pekerjaanmu pekerjaan yang luhur
Memang Pantas ~
Bila orang memanggilmu .....
Bila orang menyebutmu .....
Sang Pahlawan Tiada duanya ....
" Pahlawan Tanpa Tanda Jasa "

Karya : Febry Alfanuddin Indalloh
Semarang, 18 February 2010

Aku Ingin Bercerita Padamu, Nak, Tentang Soedjatmoko

Aku Ingin Bercerita Padamu, Nak, Tentang Soedjatmoko
Pada awal tahun 1988 ada seorang putra Indonesia yang dipromosikan sebagai Dirjen UNESCO, sebuah badan PBB yang mengurusi bidang pendidikan, Ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pemberitaan seputar pencalonannya banyak diulas media massa, walaupun akhirnya kehormatan itu diperoleh kandidat lain yang berasal dari Afrika. Siapakah putra Indonesia itu, Nak? Dialah Soedjatmoko. Aku ingin sekali bercerita tentang Soedjatmoko padamu, Nak. Bukan hanya karena tanggal lahir tokoh ini hanya selang sehari dengan ayahmu,-dia 10 Januari, sedang aku sering kau mengirim kertas kecil ulang tahun pada tanggal 11 Januari-, tetapi karena memang hidupnya bagiku sangat mengesankan. Aku sabar menunggu saat itu tiba, hinggapun menjadikannya sebagai draft skripsi ketika ayahmu ini mengambil S1 di jurusan Sejarah IKIP Jakarta tahun 1991.
Soedjatmoko, seterusnya Koko saja,dilahirkan 10 Januari 1922 di Sawahlunto, Sumatra Barat, anak kedua dari Mohammad Saleh Mangundiningrat dan ibu Isnadikin Tjitrokusumo. Ayahnya lulusan Sekolah Dokter Jawa, STOVIA, dan bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Umum Sawahlunto. Keluarga ini banyak berpindah tempat berkaitan dengan pekerjaan ayahnya yang dokter. Tahun 1924 mereka pindah ke Kediri. Dari sini mereka pindah ke Belanda karena ayahnya mendapat beasiswa untuk study ahli bedah dan mengambil kandidat doktor. Di Belanda mereka tinggal di Admiral de Ruyterweg, dan Koko kecil masuk TK hingga menempuh pendidikan dasar 2 tahun karena pada tahun 1929 keluarga itu kembali ke tanah air. Ayahnya ditempatkan di Menado. Koko yang pandai ini ditawari oleh pihak sekolah yang baru untuk loncat kelas, tetapi hal itu ditolak oleh ayahnya yang memberikan pertimbangan psikologis bagi perkembangan jiwanya kelak di kelas yang tidak sesuai dengan usianya. Di sekolah ini Koko sangat senang denganlagu "Indonesia Raja". Tetapi lagu yang dikumandangkan pertama kali di rapat Soempah Pemoeda itu hanya boleh diperdengarkan dan dinyanyikan di rumah saja, "Kalau di luar tidak boleh". Larangan itu dikeluarkan oleh ibunya. Lagu yang sungguh-sungguh menggugah kesadaran politik itu sangat berkesan bagi Koko, di tengah dua iklim yang dirasakannya berbeda antara keadaan negeri Belanda yang menempa masa kecilnya dengan Indonesia sebagai negeri yang berada dalam cengkeraman kolonial. ( Kau belum mengantuk, Nak? Bagus, kau tahu kapan Sumpah Pemuda diadakan? Bagus, 1928. Kau ingat bunyi naskah yang melegenda itu? Ucapkan ini, Nak dengan sungguh-sungguh, "Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia! Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia! Kami putra-putri Indonesia mengaku menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia!". Dan Nak, pada saat itu seorang tampan, Wage Rudolf Supratman, maju membawa biola dan mengiringi tembang paling dahsyat yang merindingkan bulu roma,"Indonesia Raja". Kau bisa menyanyikannya, Nak? Nyanyikanlah dengan sepenuh hati, sampai kau benar-benar "bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.....)
*) Penulis adalah sastrawan dan budayawan Sunda kini tinggal di Rajagaluh
 

Gatot Sulaeman tentang Disporabudpar

Camat Kadipaten Gatot Sulaeman,AP,M.Si  angkat bicara masalah perkembangan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Majalengka yang dalam dua bulan berdirinya sudah mampu mewujudkan diri sebagai institusi yang solid dan mampu memberikan terobosan sehingga menghasilkan langkah nyata dalam pembangunan bidang kepemudaan olahraga budaya dan pariwisata. Di bawah kepemimpinan Drs.H. Sanwasi,MM kini Disporabudpar menggeliat. Sejumlah kegiatan dilaksanakan termasuk mengakomodir kepentingan-kepentingan para seniman dan budayawan untuk mampu berkiprah sesuai dengan jalurnya.

"Sebuah langkah strategis agar pembinaan / perhatian kepada generasi muda di majalengka lebih besar dan terarah, membangun bidang olah raga di majalengka, paling tidak ada cabang olah raga unggulan di majalengka. Dalam bidang wisata juga dapat meraih peluang wisata yang khas majalengka. setidaknya penduduk majalengka ada tempat 7an wisata lokal yang menghibur dan nyaman...!" Ujar Gatot Sulaeman ketika dimintai pendapatnya mengenai hal tersebut.***

Selasa, 23 Februari 2010

HM. Athoillah Akui Adanya Kucing Buntung di Masjid Raya Nyalindung

Direktur Masjid Raya Nyalindung Drs.H. Muhammad Athoillah,M.Ag mengakui keberadaan seekor kucing berbulu kuning yang nasibnya tragis karena kaki kanannya tergilas ban mobil di jalan raya Nyalindung Kecamatan Paseh Sumedang. 
Pria yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Kementrian Agama Kabupaten Majalengka (Kakandepag) ini menyebutkan bahwa kucing tersebut memang sehari-hari ada di Masjid Raya Nyalindung dan sering mendapatkan makanan dari para pengunjung masjid yang dikelolanya tersebut. 
Masjid Raya Nyalindung adalah masjid dengan pendapatan kenclengnya cukup tinggi ditambah dengan penghasilan dari kios-kios penjual makanan di kompleks majid tersebut. Belum dari pendapatan parkir. 
Keberadaan kucing-kucing di kompleks Masjid Raya Nyalindung cukup dilindungi oleh para pedagang dan mereka menganggap kucing-kucing tersebut seperti peliharaannya sendiri. ***

Cerpen Saeful Yahya Komaridin...

TRABLE IN THE FRIENDSHIP

Seperti biasa dg hari-hari sebelumnya, dua orang sahabat berangkat ke sekolah bersama-sama. Maklum, mereka selalu bareng sejak umur mereka 5th. Persahabatan mereka sangat erat, sampai tak ada yg bisa memisahkan mereka. Bahkan perbedaan yg ada di antara mereka tak membuat persahabatan mereka guncang.
Rian dan Adi nama mereka. Rian adalah remaja 18 tahun yg memiliki watak keras, berjiwa kepemimpinan tinggi, berjiwa petualangan, agak cuek dan cenderung keras. Dan hal itu kontras sekali dengan watak yg di miliki Adi. Adi, Remaja umur 18 tahun memiliki sikap yg sopan, santun, baik hati, penurut dan yg pasti dia adalah tipe cowok mikroseksual. Dan kedua sahabat ini paling anti terhadap hal-hal yg dapat membuat persahabatan mereka pecah.

Suatu hari, Rian bertemu dengan Hanny di persimpangan jalan. Hanny adalah teman satu kelas Adi. Juga teman satu sekolah Rian. "Hai, kamu Hanny kan? anak IPA 2" sapa Rian denan senangnya. Maklum, Rian sudah suka sama Hanny sejak pertama kali mereka bertemu pada saat MOPD.
"ya, , ," jawab Hanny mengiakan "kamu Rian kan? anak IPA 4, temannya Adi"
"yap, , ," jawab Rian mengiakan pertanyaan Hanny.

Selasa, 16 Februari 2010

Sang Pemijat

Sang Pemijat 
Oleh : Febry Alfanudin Indalloh   
(Wartawan ESKUL Biro Semarang Jawa Tengah)
Seiring perkembangan jaman yang semakin berkembang, kita sangat dipusingkan dengan sempitnya lapangan pekerjaan. Banyak diantara kita yang hampir putus asa di buatnya karena tidak memiliki keahlian dan ketrampilan khusus, keahlian yang konon diturunkan oleh nenek moyang kita dari generasi ke generasi yaitu keahlian memijat.
Tepatnya di kota " S " penulis menemukan seorang laki-laki yang memiliki keahlian memijat dan menggunakan itu sebagai ladang duit demi untuk keluarga dan nasib yang lebih baik.Di sini sebut saja namanya " AB " laki-laki kelahiran kota wonogiri bulan February 1966 dan usianya kini menginjak 44 Tahun. Disini bapak dua orang anak ini berkenan untuk membagi suka duka menjadi Juru Pijat Panggilan yang dimana pekerjaan itu sudah dia geluti selama 2 Tahun.
Para pembaca yang budiman ~ ternyata semua pekerjaan yang kita jalani dan ternyata setiap apa yang kita lakukan dibalik semua itu pasti menyimpan suka yang indah untuk dilupakan dan duka yang sangat pedih bila untuk dikenangkan.
Perawakan tinggi kurus putih dengan kumis tebal yang menjadi ciri khasnya akan bercerita tentang suka yang di dapatkan selama memijat. " Banyak suka yang indah bila di lupakan seperti bisa mendapat pengalaman yang pastinya belum kita miliki; banyak kenalan klien dari beberapa kalangan; Bisa mengenal banyak karakter klien; dan pastinya dapat mendengarkan curahan mereka, katanya sambil tersenyum renyah". Dan duka yang saya dapatkan..........walaupun sangat memalukan tapi saya tidak keberatan bila untuk menjabarkan semua kepada para pembaca. Selama saya menjadi Juru Pijat Panggilan selain suka yang saya dapat, saya juga pernah merasakan duka seperti; Sering banget dibohongi sama orang - orang iseng; klien banyak yang sering molor jam pijatnya; dan pernah juga saya mendapatkan Pelecehan seksual dari klien yang mungkin mempunyai penyimpangan seksual. Memang seperti biasa jika saya memijat klien masalah tempat saya tidak jadi masalah baik di rumah, atau dipenginapan,dan jika dirumah pun saya juga tidak jadi masalah entah di depan televisi sambil nonton televisi ataupun dikamar. Jujur pengalaman saya, saat memijat klien saya si " H " pada saat wsaya memijat bagia kakinya dan saat itu kakinya bersentuahan langsung dengan ( Maap ) kemaluan saya dan apa yang terjadi selanjutya?? dia begitu menikmati dan menggesek gesekan kakinya di kemaluan saya sampai kemaluan saya jujur saja ( Maap ) tegak.
Karena saya berusaha untuk bekerja secara profesional, saya diem seraya menyingkirkan kakinya dari depan kemaluan saya, dan saya langsung berpindah ke kaki sebelah kiri tapi apa yang terjadi.....kaki yang kanan mengelus paha saya dan kaki yang sebelah kiri menendang lembut kemaluan saya......karena menjaga perasaan dia, saya berusaha menyingkirkan kedua kakinya dan berpindah ke bagian punggung, namun.....semua juga nihil pada waktu saya memijat bagian punggungnya kini malah tangan kananya mengelus kemaluan saya. Karena sudah muak dengan semua itu langsung saja saya bilang.....Pak ~ Jika ingin melakukan semua itu jangan sama saya karena saya masih normal, saya tidak masalah tidak dibayar untuk jasa saya ini. Maap pak? saya mau pulang saja daripada harus berbuat dosa dengan bapak. Langsung saja saya mengemasi barang saya dan keluar dari kamarnya dan langsung menstater kendaraan saya dan langsung pergi.
Para pembaca yang budiman ~ itulah suka duka menjadi Juru Pemijat Panggilan seperti saya ini, tapi semua itu walau banyak kenangan pahit, tetap saya jalani karena semua deni keluarga dan anak-anak saya.Bukan tidak ada niat saya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan tapi dulu sudah pernah saya coba namun tidak ada hasilnya, sudah banyak lamaran yang saya kirimkan tapi tidak satupun yang kecanthol, jelasnya seraya menyeka air matanya yang hedak mengalir.

Selama menjadi Juru Pijat Panggilan, jika ngomong soal pendapatan yang saya dapatkan dalam sehari " Alhamdulillah " sudah lebih dari cukup. Karena dalam sehari pendapatan yang saya dapatkan tidak pasti, dalam sehari jika rame terkadang saya mendapat 150-300 ribu dan jika sepi saya hanya mendapatkan 50-100 ribu dan terkadang juga dalam 2 minggu saya tidak mendapatkan pelanggan & pendapatan. Tapi walau berpenghasilan segitu saya sudah sangat mensyukuri, apalagi prinsip saya selagi saya mampu dan bisa semua pekerjaan akan saya kerjakan walaupun banyak halang dan rintang yang harus saya lewati. Para pembaca ~ mungkin itu yang dapat saya ceritakan tentang ulasan pekerjaan saya sebagai " Juru Pijat Panggilan " saya harapo bisa jadi pembelajaran bagi pa pembaca dalam menjalani setiap pekerjaan.

Kegiatan Paskibra (Laporan Kontributor ESKUL Didi Karyadi dari Jatitujuh)

MAJALENGKA, 
Kegiatan Latihan Gabungan dan Greget Paskibra tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/MA se- Kabupaten Majalengka yang diselenggarakan oleh PURNA PASKIBRAKA INDONESIA Kab. Majalengka kemarin (14 Februari 2010) berjalan dengan sangat baik, dengan jumlah peserta mencapai 864 orang yang meliputi dari siswa SMA sebanyak 514 orang dan siswa SMP sebanyak 350 orang.  Menurut amanat dari Serka Rudianto selaku pembina Upacara dalam pembukaan acara Latgab dan Greget Paskibra “melalui kegiatan Latgab dan ini adalah untuk memelihara dan menciptakan profesionalisme anak bangsa dalam pengelolaan karakter secara dini sebagai perwujudan nilai-nilai kebangsaan yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan sebagai penjabaran dari nilai kedisiplinan. Kemudian Greget ini adalah merupakan satu rangkaian kegiatan yang dilakukan bersama siswa/siswi dari perwakilan tingkat SLTP dan SLTA di Kab. Majalengka dengan menilik hal yang dimiliki oleh hati nurani secara ikhlas dan sebagai generasi yang cinta kepada tanah air dan sebagai kader-kader penerus  dan pemimpin bangsa”, tuturnya.
Latgab dan Greget ini merupakan sebagai tahap untuk melihat kompetensi siswa / siswi bagi SMA kelas X yang akan mengikuti kegiatan seleksi Calon Pengibar Bendera Pusaka (CAPASKA) tahun 2010 yang akan di selenggarakan Disbudpora Kab. Majalengka pada tanggal 23 Februari 2010 nanti yang bekerja sama dengan Purna Paskibraka Kab. Majalengka.
Menurut para siswa/siswi yang di kutip dari status Facebook kemarin, kegiatan ini sangatlah seru dan mereka menginginkan untuk tahun depan agar lebih meriah lagi, terutama dalam acara Kabaret yang setiap tahun selalu di tampilkan dari kreasi-kreasi para anggota PPI dalam mengisi acara hiburan.
 

Kamis, 11 Februari 2010

Kucing Pembawa Berkah di Masjid Raya Nyalindung

Kucing Pembawa Berkah di Masjid Raya Nyalindung

Beberapa kucing di kompleks Masjid Raya Nyalindung Desa Padanaan Kec. Paseh Kabupaten Sumedang dikabarkan membawa berkah. Utamanya seekor kucing yang cacat  akibat tergilas mobil. Beberapa pengunjung (yang bertujuan sembahyang) di Masjid Raya Nyalindung tampak memberi makan kepada sejumlah kucing yang ada di masjid tersebut. 

Salahseorang pengunjung Masjid Raya Nyalindung yang enggan disebut namanya menyebutkan. Kucing cacat  tersebut tampak sangat mengundang belas kasihan karena tulang kaki kanannya  remuk akibat tergilas sebuah mobil. Namun, katanya, setelah memberi makan kucing itu, keesokan harinya ia mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka. "Ada orang yang memberi saya barang yang selama ini saya idam-idamkan, Subhanallah...makanya saya sekarang sayang sama kucing itu..!" Katanya. Ia juga menyebutkan, kalau singgah di masjid tersebut ia selalu menyempatkan diri memberi makanan kepada kucing berbulu kuning itu.***

Selasa, 09 Februari 2010

Artikel M. Saroni ....

PENERAPAN 
KURIKULUM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Sikap Bijak Menghargai Perbedaan Budaya
Oleh: M. Saroni
(Fungsional Umum Mukurtendik Disdik Majalengka)
Pendahuluan
Negara Indonesia meliputi pulau besar dan kecil yang membentang dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Papua. Jumlah penduduk di negara ini lebih dari 210 juta jiwa, merupakan masyarakat multietnis apalagi dengan jumlah etnis dan subetnis yang lebih dari 1000 kelompok. Setiap kelompok etnis memiliki identitas dan primodialisme budaya, dimana setiap anggotanya merasa ada keterkaitan budaya , yang turut berpengaruh terhadap anggota etnis tersebut di saat menilai etnis lain. Kebiasaan etnis yang baik dalam konteks kebudayaan akan lebih dinilai baik oleh anggota etnisnya, tetapi mungkin akan dinilai kurang baik atau buruk dalam konteks kebudayaan oleh anggota etnis lain, atau mungkin juga menurut etnis lain dinilai tidak memiliki arti apa pun.
Dalam kondisi penduduk demikian, di satu sisi perbedaan budaya pada masyarakat multietnis merupakan kekayaan yang sangat bernilai. Tetapi di sisi lain, perbedaan budaya dapat pula berpotensi menimbulkan konflik sebagai akibat dari subjektifisme anggota masyarakat etnis yang terbagi ke dalam berbagai kelompok berdasarkan identitas kebudayaan etnis yang berbeda, yang disebut stereotif etnis, atau suatu keyakinan yang terlalu digeneralisir, disederhanakan, atau dilebih-lebihkan dari suatu etnis terhadap kelompok etnis tertentu, atau etnosentrisme yang dapat menimbulkan rasisme, yaitu pengkategorisasian individu berdasarkan keadaan fisik eksternal mereka; warna kulit, rambut, struktur wajah, dan bentuk mata pada akhirnya mengarah pada perilaku prasangka diskriminatif.
Walaupun ada pula konflik konstruktif tetapi tetap diperlukan langkah antisipatif untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu meminimalisir konflik dekstruktif, yang disosialisasikan melalui pendekaan pedagogik pada lembaga pendidikan formal, nonformal dan imformal. Pendekatan ini dipergunakan untuk membahas bagaimana mengasuh, membesarkan, dan mendidik melalui pendidikan multikultural. Dalam hal ini, ada dua hal penting yang perlu ditekankan, yaitu masalah didaktik dan metodik. Masalah didaktik perlu mendapat tekanan dalam tulisan ini dengan alasan bahwa didaktik merupakan bagian dari ilmu pendidikan yang membahas tentang cara membuat persiapan pembelajaran dan mengorganisir bahan pembelajaran.
Dalam tulisan ini, didaktik akan dikaitkan dengan bahan, materi, dan silabus, atau kurikulum dalam pendidikan multikultural, masalah metodik juga akan ditekankan di sini, karena metodik merupakan bagian dari ilmu pendidikan yang membahas tentang cara mengajarkan suatu mata pelajaran, sehingga dalam tulisan ini, metodik akan dikaitkan dengan manajemen dan strategis pembelajaran dalam pendidikan multikultural.
Dengan mempertimbangkan pendekatan pedagogik, serta didaktik dan metodik di atas, tulisan ini akan memfokuskan pembahasan pada 4 (empat) pokok bahasan. Keempat pokok bahasan tersebut adalah; (1) latar belakang pendidikan multikultural; (2) kurikulum pendidikan multikultural; (3) strategi dan manajemen pendidikan multikultural; serta (4) isi dan rekomendasi terhadap pendidikan multikutural. Keempat pokok bahasan tersebut dibahas secara berurutan.
Latar Belakang Pendidikan Multikultural
Indonesia, merupakan negara berpenduduk besar, dan merupakan negara yang multietnis dengan ragam budaya bahasa, primordial etnisitas, agama, gender dan kelas sosisal, berimplikasi terhadap keragaman latar belakang siswa dalam suatu lembaga pendidikan. Berdasarkan keragaman inilah pendidikan multikultural sangat diperlukan bahkan dapat dilakukan melalui konseling dan akan lebih baik apabila dilakukan sejak usia dini .
Pelaksanaan pendidkan multikultural tersebut dengan mempertimbangkan ke dalam lima aspek; (1) ketidakmampuan hidup secara harmoni; (2) tuntutan bahasa lain; (3) keragaman budaya; (4) pengembangan citra diri yang poistif; (5) kesetraan memperoleh pendidikan. Selain itu, pentingya pendidikan multikultural dilatarbelkangi oleh beberapa asumsi; (1) bahwa setiap budaya dapat berinteraksi dengan budaya lain yang berbeda, dan bahkan dapat saling memberikan kontribusi; (2) keragaman budaya dan interaksinya merupakan inti dari masyarakat dewasa ini; (3) keadilan sosial dan kesempatan setara bagi semua orang merupakan hak bagi semua warga negara; (4) distribusi kekuasaan dapat dibagi secara sama kepada semua kelompok etnis; dan (5) sistem pendidikan memberikan fungsi kritis terhadap kebutuhan kerangka sikap dan nilai demi kelangsungan masyarakat demokratis; serta (6) para guru dan para praktisi pendidikan dapat mengasumsikan sebuah peran kepemimpinan dalam mewujudkan lingkungan ynag mendukung pendidikan multikultural.
Kurikulum Pendidikan Multikultural
Dari aspek didaktik, kurikulum merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan multikultural. Tetapi sebelum dibahas tentang kurikulum pendidikan multikultural. Pembahasan tentang definisi dan tujuan ini penting dilakukan, dengan alasan bahwa pemahaman terhadap defnisi dan tujuan pendidikan multikultural ini dapat dijadikan unsur untuk merumuskan kurikulum pendidikan multikultural.
Multikultural yaitu budaya dari berbagai ras, agama dan struktur sosial termasuk perbedaan dalam tingkat ekonomi. Orang atau masyararakat yang mengaku bahwa beberapa budaya (kultur) yang berbeda dapat eksis dalam lingkungan yang sama dan menguntungkan satu sama lain disebut multikulturalisme. Sedangkan pendidikan multikutural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitas sebagai konsekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan aliran (agama).
Dari aspek konsep dan gerakannya, pendidikan multikultural dipahami sebagai ide yang memandang semua siswa tanpa memperhatikan gender dan kelas sosial, etnik, ras atau karakteristik kultural lainnya, dimana setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di kelas. Sedangkan dari aspek prosesnya, pendidikan multikultural dapat dipahami sebagai proses untuk mencapai tujuan agar kesetaraan pendidikan dapat dicapai oleh semua siswa.
Memperhatikan definisi dan tujuan pendidikan multikultural di atas, maka kurikulum pendidikan multikultural seharusnya berisi tentang materi-materi yang dapat menghadirkan lebih dari satu perspektif tentang fenomena kultural. Untuk menghadirkan keragaman perspektif kurikulum ini, dapat dilakukan dengan empat tahapan; (1) tahap kontribusi; (2) tahap penambahan; (3) tahap perubahan; dan (4) tahap aksi sosial. Apabila tahap kontribusi, kurikulum memfokuskan pada kebudayaan, maka pada tahap penambahan kurikulum memperkenalkan konsep dan tema baru. Apabila pada tahap perubahan, kurikulum memfasilitasi para siswa untuk melihat berbagai isu dan peristiwa perspektif budaya minoritas, maka pada tahap aksi sosial kurikulum mengajak siswa untuk memecahkan persoalan sosial akibat persepsi budaya dalam satu dimensi
Kurikulum sebagai silabus dapat dipahami dalam pengertian sejumlah pernyataan atau daftar pokok bahasan, bahan ajar, dan sejumlah mata pelajaran yang akan dijadikan sebagai bahan dalam proses pembelajaran. Atas dasar ini, kurikulum dimaknai sebagai kumpulan pengetahuan yang berbentuk mata pelajaran. Untuk memberikan pendidikan multikultural, sekolah atau guru perlu menelaah secara kritis tentang materi dan bahan ajar yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran, agar tidak terjadi berbagai macam bias.

Strategi dan Manajemen Pendidikan Multikultural.
Dari aspek metodik, strategi dan manajemen pembelajaran merupakan aspek penting dalam pendidikan multikultural, dengan memperhatikan tiga faktor yaitu; (1) lingkungan fisik; (2) lingkungan sosial; dan (3) gaya pengajaran guru. Dalam pembelajaran siswa memerlukan lingkungan fisik dan sosial yang aman dan nyaman. Untuk menciptakan lingkungan fisik yang aman dan nyaman, guru dapat mempertimbangkan aspek pencahayaan, warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman serta musik. Guru memiliki pemahaman terhadap latar belakang budaya siswanya, akan menciptakan lingkungan fisik yang kondusif untuk belajar. Sedangkan lingkungan sosial yang aman dan nyaman dapat diciptakan oleh guru melalui bahasa yang dipilih, hubungan simpatik atas siswa, dan perlakuan adil terhadap siswa yang beragam budayanya.
Selain lingkungan fisik dan sosial, siswa juga memerlukan gaya pengajaran yang menggembirakan. Menurut Gracia, gaya pengajaran guru merupakan gaya kepemimpinan atau teknik pengawalan yang dipergunakan guru dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, gaya kepemimpinan guru sangat berpengaruh bagi ada tidaknya peluang siswa untuk berbagi pendapat dan membuat keputusan. Sedangkan dengan gaya kepemimpinan guru berkisar pada otoriter, maka. tidak memberikan peluang kepada siswa untuk saling berbagai pendapat apa yang diajarkan guru kepada siswa untuk menentukan materi yang perlu dipelajari siswa . Sebaliknya, guru yang mempergunakan gaya kepemimpinan bebas menyerahkan sepenuhnya kepada siswa untuk menentukan materi pemebelajaran di kelas. Jadi untuk kelas yang siswanya beragam latar belakang budaya, akan lebih cocok apabila dengan menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis.
Dengan strategi pembelajaran tersebut, para siswa akan merasa aman dan memiliki wawasan yang mendalam tentang adanya keragaman dalam kehidupan sosial. Bahkan siswa akan memiliki pengalaman nyata untuk melibatkan diri dalam mempraktikan nilai-nilai dari pendidikan multikultural dalam kehidupan sehari-hari. Sikap dan perilaku yang toleran, simpatik dan empatik pun pada gilirannya akan tumbuh pada diri setiap siswa. Dengan demikian proses pembelajaran yang difasilitasi guru yang tidak sekedar berorientasi pada ranah kognitif saja, melainkan juga pada ranah afektif dan psikomotorik sekaligus.
Isi praktis dan rekomendasi terhadap Pendidikan Multikultural
Isi materi pembelajaran pendidikan multikultural, antara lain yaitu membahas; (1) penghayatan terhadap makna bhineka tunggal ika; (2) keberagaman budaya; (3) keberagaman bahasa; (4) keberagaman agama; (5) keberagaman adat istiadat; (6) keberagaman agama dan kepercayaan; (7) masalah pentingnya toleransi; (8) masalah pentingnya saling menghargai; (9) masalah pentingnya saling menghormati; (10) musyawarah; (11) tepo seliro (instrospeksi diri); (12) menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman budaya; (13) menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat; (14) keberagaman tempat ibadat; (15) cara ibadah; (16) keragaman seni budaya; dan lain sebagainya.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa pendidikan multikultural menemukan relevansinya untuk konteks Indonesia. Pendidikan multikultural sudah saatnya untuk disambut oleh para pengambil kebijakan dan para parkatisi pendidikan. Sebagai sebuah konsep, pendidikan multikulural sejalan dengan semangat semboyan bangsa Indonesia’ Bhineka tunggal Ika.” Semboyan yang adil sebagai bentuk nyata dalam multikulturalisme yang demokratis.
Sebagai konsep, pendidikan multikultural juga sejalan dengan semangat Undang-undang Sistem Pendidikan nasional tahun 2003. Salah satu diktum dari undang-undang tersebut menyebutkan bahwa pendidikan nasional meletakan salah satu prinsipnya; ”bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kuktural, dan kemajemukan bangsa.” Diktum ini menunjukan bahwa pendidikan nasional sangat terbuka dengan konsep pendidikan multikultural, dan dapat diterapkan di mana pun baik di lembaga formal, nonformal maupun informal.

Santi Pamelasati Menulis ...

MENANAMKAN SIFAT AMANAH PADA ANAK

Di era yang modern ini banyak sekali orang tua yang mengabaikan pentingnya membentuk sebuah kecenderungan sifat positif yang kuat pada diri anak, misalnya sifat amanah. Banyak juga orang tua yang tidak mengindahkan kebiasaan dan kecenderungan tertentu pada diri anak yang usianya masih dini, yang bisa berakibat terbentuknya kecenderungan yang negatif mengenai sifat amanah. Seorang anak yang di dalam keluarganya tidak pernah dikenalkan dengan konteks hak dan kewajiban maka di masa kedepan ia akan kesulitan membedakan mana haknya dan mana yang bukan haknya, yang jadi kewajiban pun akan ia abaikan, dan besar kemungkinan anak jadi sering mengambil hak orang lain.
Seorang anak mempunyai kecenderungan untuk selalu menginginkan banyak hal dan ingin selalu memiliki hal-hal tersebut. Akan tetapi dalam kenyataannya, anak juga harus tahu bahwa di sana ada hal yang tidak boleh didapatkan karena itu merupakan milik orang lain. Disinilah tugas kita sebagai orang tua untuk memberitahukan kepada si anak dan menanamkan sebuah kecenderungan positif,bahwa mengambil hak milik orang lain merupakan perilaku yang menyalahi norma hukum dan susila. Jika sifat seperti itu kita abaikan tidak menutup kemungkinan untuk anak melakukan pencurian. Mungkin saja memang yang diambil adalah barang milik keluarga sendiri, tapi kalau dibiarkan akan tidak mustahil dampaknya akan beralih ke masyarakat luas.

Senin, 08 Februari 2010

94.6 QFM






QFM  Radionya Pop Indonesia



Radio QFM memposisikan diri dengan air performance yang “enjoyable”, mulai dari segi hiburan maupun informasi. Hal ini kami kondisikan dengan karakteristik masyarakat & kultur sosial tasikmalaya.  QFM “bermain lokal” !

Segmen yang dibidik adalah Menengah, dengan format musik 100% lagu pop indonesia yang teruji di sukai oleh berbagai professi, SES, Usia,Jenis Kelamin bahkan semua umur.

Dengan sajian mudik yang universal ini, kami berikan hal – hal yang membuat pendengar enjoy, berwawasan luas, gaul, inovatif, progressif dan agamis melalui berbagai program komunikasi interaktive dalam bentuk “common interest” yang memiliki tingkat kontekstual yang tinggi yang di kemas secara kreatif, teliti dan “renyah” sesuai dengan segment produk, baik program On air maupun Off air, sehingga baik hiburan, informasi maupun promosi, ter -komunikasikan sampai ke target marketnya.

Selain itu, keunggulan tersendiri dari QFM adalah, converage area yang sangat luas bahkan mampu menembus ke luar kota tasikmalaya.

Kiranya tidak berlebuhan jika QFM sangat efektif untuk di manfaatkan sebagai media promosi paling tepat yang mewakili kota tasikmalaya.

DATANIAGA
Company Name                         : PT. RADIO QUANTUM GEMA PERSADA
Station Call ID                            : QFM 94.6 ( baca : Kyu FM )
Call Sign                                     : PM 3 FRW
No. Anggota PRSSNI                 : 728 – I / 1999
Address                                      : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 946
                                                     Kota Tasikmalaya 46182
Contact                                      : Office         : ( 0265 ) 343036 ( Hunting )
                                                     Fax             : ( 0265 ) 343047
                                                     Interactive  : ( 0265 ) 7031946
                                                     SMS Line    : 081 3232 71 946
Contact Person                          : Ir. Hendy Sunendar  081 323 001 946
e – mail                                      : qfm946@gmail.com 
Bank                                           : BANK NIAGA – KCU. Tasikmalaya
                                                     An. PT. RADIO QUANTUM GEMA PERSADA
                                                     ACC. 082.01.00001.00-5
DATATEKNIS
Transmitter                                         : RVR Bj 2000 – Bologna ITALY
                                                              Lokal ( Cadangan )
Output Power                                      : 2.000 Watt
Antenna                                               : RVR ACP 1 – ITALY
Tower                                                  : Self Suporting Tower
Peralatan Broadcast                           : Proffesional Audio Equipment
Peralatan Interaktif                              : Telephone Hybrid,
Peralatan Reportase                           : Transceiver, Handphone CDMA, GSM



FORMATSTATION                                                
MUSIC & INTERACTIVE RADIO                                  
                                                                  
FORMATMUSIK                                                
100% Pop Indonesia                             

SEGMENTASIPENDENGAR
  • USIA                      : 15 sd 40 tahun
  • JENIS KELAMIN
                              : Pria  …………45%
                              : Wanita ………55%
  • S E S                     : Menengah ke Bawah
  • PEKERJAAN
Pelajar, Mahasiswa, ibu Rumah Tangga, Pedagang, karyawan / wait, pekerja.

FORMATSIARAN                                       
BERITA                             : 10 %                                           
INFORMASI                       : 10 %                                           
HIBURAN                          : 75 %
IKLAN                                : 05 %                                                       

FORMATBERITA
PRODUKSI
TALK
LIVE REPORT
RELLAY

COVERAGEAREA
Kota & Kabupaten Tasikmalaya, Cikoneng, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Kawali, Waduk Darma, Kuningan, Rajapolah, Ciawi, Singaparna, Garut, Pameungpeuk, Cibalong, Karangnunggal, Cikalong

Minggu, 07 Februari 2010

Annisa, Model ESKUL Perwakilan SMAN 1 Maja

Annisa Mayasaphira 

Model ESKUL Perwakilan SMAN 1 Maja

Siswi SMAN 1 Maja Annisa Mayasaphira dipastikan bergabung dengan Tabloid Pendidikan ESKUL sebagai model khusus ESKUL perwakilan SMAN 1 Maja atas rekomendasi khusus kepala SMAN 1 Maja Drs.H. Iing Solihin. Keputusan Iing Solihin memilih Annisa dipertimbangkan oleh faktor aktivitas Annisa. Kini gadis jangkung ini memang aktif di Paskibra dan sering mewakili Majalengka pada ajang resmi. Annisa juga sering dipercaya menjadi pengibar bendera merah putih pada momentum penting Upacara hari Hari Besar Nasional di Alun-alun Pendopo Kabupaten Majalengka. 

Ketika dihubungi langsung Drs.H. Iing Solihin mengharapkan setelah bergabung dengan ESKUL, Annisa bisa meningkatkan lagi prestasinya dan Annisa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang kepala sekolah yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya. "Insya Allah Nisa akan bisa menjaga kepercayaan tersebut !" Ujar Annisa saat dihubungi via Handphone.***

Jumat, 05 Februari 2010

Reno Batak Menulis.....Pancasila

Bantuan Alat Wirausaha Bagi Remaja Putus Sekolah dan Warga Difabel

Suara Masyarakat

Bantuan Alat Wirausaha 
Bagi Remaja Putus Sekolah dan Warga Difabel

Laporan Febry Alfanuddin Indalloh (ESKUL Semarang Jawa Tengah)

Dalam manajemen, jika dibagikan seperti BLT itu bodoh namanya. Rawan korupsi dan percuma, seperti Kera di beri cermin. Kalau perlu ada BUMN atau Dinas yang mengelola pengangguran. Jangan cuma menampung tapi membina hingga mandiri. Contoh : Semua Warga Negara wajib bekerja, pengangguran wajib bekerja pada Pemerintah  yang dikelola BUMN atau Dinas. Tidak seperti Menteri Tenaga Kerja sekarang cuma numpuk berkas pengangguran dan Kartu Kuning. Habis itu laporan bohong menurunkan angka kemiskinan. Lihat yang telah bekerja pun tak bergaji, contoh wiyata bhakti 75 Ribu, Honorer 100 Ribu, Tenaga Lepas 300 Ribu, Karyawan Toko 400 Ribu. Bagaimana berkurang angka kemiskinan. Padahal Standard minim 1,5 juta. Eh……masih kena pajak. Ditambah pembelian pajak kebutuhan. Berapa tabungan Mereka ? Minus ! Alias Hutang.
* Apakah anak remaja putus sekolah bisa bergerak kalau di beri hanya beberapa ?! Karena mereka merasa bukan ciuta – citanya padahal banyak jalan yang harus ditempuh untuk cita – cita. Yang penting proses karena cita – cita hanya sebuah tujuan. Jika memberi harus bertanggung jawab manfaatnya. Perintahkan PNS dari tenaga kerja untuk memanajemen sampai tuntas berhasil. Kalu perlu seluruh Indonesia, jadi Daftar Kartu Pencari Kerja bisa dicoret, tidak perlu menunggu Lamaran Kerja, langsung ambil saja pengangguran untuk wajib bekerja atau di didik wira usaha. Kalau hanya di bagikan hanya sesaat terus terbengkalai. Bukalah lapangan kerja seluas – luasnya kalau perlu wajib. Jadi Pengangguran Nol.  


    


Lutfiansyah Menulis Puisi ......Ya Allah,


Ya Allah,


Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka,
Lunakkanlah watakku terhadap mereka,
Dan lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang
sebaik-baiknya, atas didikan mereka padaku.
Dan pahala yang besar, atas kesayangan
yang mereka limpahkan padaku.
Peliharalah mereka, sebagaimana mereka
memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka
rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena
aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena
perbuatanku.
jadikanlah itu semua penyebab
terhapusnya dosa-dosa mereka,
meningginya kedudukan mereka,
dan bertambahnya pahala kebaikan mereka
dengan perkenan-Mu, ya Allah.
Sebab hanya Engkaulah yang berhak
membalas kebaikan dengan kebaikan
berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka
sebelumku,
izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu
mencapai diriku,
maka izinkanlah

Karya  Luthfi  Kurniawan  N
Semarang,  05 february 2010