Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Minggu, 02 Januari 2011

KENAPA KITA ‘GAGAL’ DALAM BELAJAR?


Andi Nuryandi, S.Pd.

Setiap orang yang belajar, dalam dirinya selalu memiliki keinginan untuk berhasil. Dan biasanya, ukuran keberhasilan itu dinyatakan dengan lulus tidaknya kita dalam menempuh pelajaran tersebut. Tetapi apa yang kita inginkan tak selalu menjadi kenyataan, justru malah kegagalan demi kegagalan yang kita peroleh.
Kegagalan dalam belajar ini tak begitu saja terjadi. Kegagalan merupakan akibat dari beberapa sebab yang umumnya berasal dari diri kita sendiri. Beberapa faktor tersebut di antaranya :
1.      Tidak mengetahui tujuan yang harus dicapai setelah proses belajar berakhir
Sebelum Anda melakukan kegiatan belajar mengajar, Anda harus mengetahui tujuan apa saja yang harus Anda capai setelah kegiatan belajar mengajar itu, sehingga setelah kegiatan belajar mengajar berakhir, Anda dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan guru. Belajar akan berhasil dengan baik, jika kita memiliki tujuan yang ingin kita capai. Dan belajar tanpa tujuan, jelas hanya akan memboroskan waktu dan tenaga kita.

2.      Tidak mampu mengatur waktu
Setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama dalam satu hari. Ini merupakan nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Keberhasilan manusia di dalam hidupnya tergantung pada kemampuannya menggunakan waktu sebaik-baiknya, sesuai dengan firman Allah Swt dalam QS. Al Ashr : 1 – 3. Manusia baru akan sukses apabila ia pandai mengisi waktunya untuk beramal shaleh, di antaranya belajar dengan sungguh-sungguh.

3.      Tidak dapat memotivasi diri
Semangat belajar setiap orang bermacam-macam. Ada yang karena ingin mencapai prestasi, ada yang hanya sekadar ingin lulus, atau ada juga yang ingin dikagumi pacar, dan lain sebagainya. Motif-motif itu selalu berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Semakin tinggi motivasi dalam diri, semakin keras usaha yang dilakukan. Di antara macam-macam motivasi di atas, motivasi yang paling tinggi nilainya adalah ingin mencapai keridhaan dari Allah Swt. Dengan memiliki motivasi tersebut, insya Allah Anda akan terhindar dari belajar yang salah arah dan kesuksesan akan tercapai.

4.      Kurangnya latihan berpikir logis dan sistematis
Ilmu pengetahuan bisa dimengerti oleh orang yang berpikiran sehat. Oleh karena itu, melatih diri berpikir logis dan sistematis merupakan salah satu usaha untuk memahami ilmu pengetahuan, bahkan sekaligus bisa menemukan sendiri ilmu pengetahuan baru.

5.      Kurangnya kesungguhan dalam belajar
Kurangnya kesungguhan Anda dalam belajar sebenarnya akibat dari tidak jelasnya tujuan yang ingin dicapai.



6.      Kurangnya fasilitas dalam belajar
Sekolah Anda memberikan berbagai fasilitas untuk Anda manfaatkan sebagai bahan belajar. Di antaranya perpustakaan, laboratorium, dan lain sebagainya. Jika Anda tak mampu membeli buku pelajaran yang harganya mahal, usahakan Anda meluangkan waktu untuk belajar di perpustakaan secara teratur dan terjadwal. Gunakan fasilitas tersebut sebaik-baiknya jika Anda ingin berhasil dalam belajar.

7.      Kurangnya berkomunikasi dengan guru
Guru bukanlah musuh Anda. Musuh Anda adalah diri Anda sendiri yang sengaja memposisikan guru sebagai musuh. Jika tidak memungkinkan ditanyakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, sempatkan untuk bertanya kepada bapak ibu guru Anda di luar jam pelajaran. Jika Anda mampu berkomunikasi baik dengan guru, apapun kesulitan Anda dalam memahami materi pelajaran, pasti akan terselesaikan.

8.      Kurangnya berusaha secara mental, yaitu berdo’a kepada Allah Swt
Allah Swt telah berjanji kepada hamba-Nya untuk mengabulkan setiap do’a sesuai dengan QS. Al Baqarah : 189.

Itulah beberapa faktor sebab mengapa selama ini kita gagal dalam belajar. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, semoga kita dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan kita pada saat belajar, sehingga cita-cita kita menjadi orang berhasil dapat terwujud. Kegagalan yang sesungguhnya terjadi ketika manusia menolak untuk mencoba.

˜˜˜

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar