Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Minggu, 02 Januari 2011

Peningkatan Kinerja Pegawai dalam Meningkatkan Produktivas Organisasi



Drs.H. Ruchiyat,M.Si Universitas Majalengka
Pemindahan, baik mutasi maupun promosi  merupakan hak prerogratif Bupati. Bukan hak pegawai. Dalam hal pemindahan atau mutasi pegawai perlu dievaluasi lebih dahulu tentang kinerja pegawai. Kinerja pegawai yang memenuhi tujuan dan sasaran organisasi akan mempengaruhi produktivitas organisasi maupun pegawai itu sendiri. Sampai sejauhmana kinerja pegawai di dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepada pegawai tersebut. Kinerja di sini bisa dilihat dari dua segi yaitu kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan.
Ada dua aspek untuk melihat kinerja pegawai yaitu ability (kemampuan) dan motivasi. Ability dan motivasi harus berjalan berdampingan dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai.
Apabila kinerja pegawai tidak sesuai, maka alangkah baiknya pegawai tersebut dievaluasi kembali, mulai dari rekruitmen sampai kepada penempatannya. Kalau seandainya penempatan pegawai tidak sesuai dengan kompetensinya, alangkah baiknya pegawai tersebut, jangan ditempatkan pada jabatan yang tidak sesuai dengan kompetensinya dan mungkin perlu dialihtugaskan. Seandainya sudah beberapa kali dievaluasi pegawai tersebut menunjukkan kinerja yang tidak sesuai dengan tujuan dan sasaran organisasi alangkah baiknya dipertimbangkan untuk diberhentikan.
Timbul pertanyaan kenapa kinerja pegawai menurun ? Di sini dapat dilihat dari beberapa aspek.
Pertama, apakah di dalam merekrut pegawai sudah sesuai dengan persyaratan jabatan untuk menduduki jabatan tersebut atau tidak. Kedua apakah kebutuhan pegawai sudah dicukupi atau tidak. Kebutuhan tersebut bukan hanya untuk mempertahankan hidup tetapi juga sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan sudah dicukup. Ketiga apakah dalam penempatan pegawai tersebut sudah dianalisis tentang latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kemampuan pegawai tersebut. Keempat masalah penggajian, apakah gaji pegawai dan tunjangan yang diberikan oleh pemerintah daerah sudah bisa mencukupi bagi pegawai dan keluarganya atau tidak. Kelima, apakah dalam hal menentukan kebijakan sudah dipikirkan tentang carier planning (analisis perencanaan pegawai).
Apabila dari hal tersebut di atas masih dianggap kurang memenuhi kebutuhan organisasi dan kebutuhan individu pegawai, alangkah baiknya dievaluasi semua kebijakan dalam melaksanakan fungsi managemen sumber daya manusia, dengan semua fihak yang terlibat di dalamnya.
Kesimpulan beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja adalah (1) kemampuan pegawai yang bersangkutan (2) motivasi (3) sikap kerja dari pegawai dan pimpinan itu sendiri.*** Penulis adalah pejabat rektorat Universitas Majalengka dan dosen  FISIP  UNMA

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar