Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Minggu, 09 Januari 2011

SHINTA ADIYANTI




Memproduksi “SHINTA CAKE”




Shinta Adiyanti adalah cucu alm. Kaspa Supardi, camat di Majalengka dekade 1970-1980. Shinta hidup mandiri bersama sang Bunda berjualan kue 

Saya Shinta Adiyanti, pelajar SMAN1Jatitujuh Majalengka Jawa Barat. Saat ini saya duduk di kelas XI IPA-1. Saya tinggal di desa Jatitujuh, bersama kedua orangtua dan Mbah Empat Fatimah atau yang lebih dikenal dengan nama Mbah Camat. Mbah dahulunya adalah seorang istri Camat Kepek(K.Supardi) yang tidak lain adalah kakek saya. Ayah saya bernama Adiyono. Kini bekerja di Pulogadung Jakarta sebagai Karyawan Swasta. Ibu saya,Euis Julaeha sehari-hari bekerja sebagai penata rias di desa Jatitujuh dan sekitarnya.
Meskipun saya masih sekolah saya dididik untuk menanamkan sifat kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebagai anak tunggal, saya diperlakukan sabagaimana biasanya orang lain. Saya di manja tapi tidak berlebihan, Mamah tetap memposisikan saya sebagai seorang gadis yang harus disiplin dalam membagi waktu dan menjalankan kewajiban sebagai anak dan sebagai pelajar. Dalam posisi saya sebagai pelajar saya harus belajar dengan sebaik-baiknya. Sepulang sekolah saya harus mengerjakan PR dan banyak membaca buku unutk menambah wawasan. Sebagai seorang anak, saya harus membantu pekerjaan Mamah. Selain sebagai seorang juru rias, Mamah juga punya usaha lain yaitu memproduksi kue basah dan kering. Mamah selalu membiasakan saya untuk ikut bekerja. Setiap pukul 4 dini hari, saya harus sudah siap bekerja mengemas kue yang sudah jadi dua jam sebelumnya. Kue-kue itu di pasarkan ke sekolah-sekolah dan pada waktu libur sekolah, saya ikut keliling jualan kue ke rumah-rumah penduduk. Dagangan saya banyak di beli orang karena kue yang di jual memiliki keunggulan dari rasa. Mamah cukup pandai menjaga cita rasa agar tetap di sukai oleh konsumen.
Sampai saat ini pelanggan kue sudah tersabar di beberapa daerah, bukan hanya di daerah jatitujuh saja tapi juga sudah melebar ke daerah pangkalanpari, Jatiraga, Babajurang, Jatitengah, dan Kertajati.***(Abby)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar