Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Sabtu, 21 Mei 2011

MOTIVASI DALAM BELAJAR KUNCI MERAIH KESUKSESAN

Motivasi Dalam Belajar Kunci Meraih Kesuksesan Dra. Nurlaela; Guru SMAN 1 Kasokandel, MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon, DTA/TPQ Al-Muwahhidin Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka


MOTIVASI  DALAM  BELAJAR
KUNCI  MERAIH  KESUKSESAN
Dra. Nurlaela H.U. Usyanto


Kemampuan belajar siswa  saat ini menjadi sorotan berbagai pihak, banyak orang tua siswa mengeluh mengapa putra-putrinya malas belajar? Segala fasilitas untuk mendukung keberhasilan belajar telah dipenuhi, namun para siswa masih belum mensyukuri dan mengimbangi upaya orang tua agar anaknya kelak meraih prestasi terbaik.


Banyak faktor yang mempengaruhi menurunnya prestasi siswa diantaranya adalah kurangnya motivasi dalam belajar, tidak sedikit siswa masih menganggap dari pada tidak sekolah maka keberadaannya disekolahpun bukan menjadi suatu kebutuhan tetapi asal berangkat kesekolah dan pulang kerumah layaknya  benar telah pulang dari sekolah.
Fenomena tersebut jika dibiarkan tanpa ada kerjasama antara orangtua, siswa dan elemen sekolah akan semakin memperburuk mutu pendidikan, sehingga diperlukan kiat-kiat khusus untuk mensinergikan tujuan pendidikan.

Bagian penting untuk menumbuhkan minat belajar siswa adalah motivasi dalam belajar. Motivasi disini dalam artian yang luas, artinya jangan lah merasa bosan bagi orang tua untuk menjalin komunikasi dengan putra-putrinya, misalnya setelah pulang sekolah komunikasikan adakah kesulitan dalam mengikuti pembelajaran disekolah? Apakah diperlukan buku penunjang selain buku yang digunakan disekolah? Pernahkah orang tua mendampingi putra putrinya belajar dirumah?, walaupun putra/putrinya tersebut sudah duduk di tingkat SLTA.

Pemberian motivasi dilingkungan  sekolah tidak kalah penting, seperti guru selalu menjalin komunikasi dengan baik kepada para peserta didiknya. Ketika terjadi interaksi dalam kegiatan pembelajaran sudahkah memberikan pujian bagi siswa yang mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu? Adakah tindakan konstruktif bila siswanya kurang mampu mengikuti pembelajaran? Realitanya masih banyak para pendidik hanya memberikan hukuman  tanpa melalui tahapan-tahapan yang positif untuk memotivasi siswa agar tidak lagi melanggar aturan saat mengikuti pembelajaran dikelas.
Keberhasilan memotivasi siswa  bagi guru sangat diperlukan, jadikan siswa sebagai sahabat dikelas, berilah nasihat-nasihat bermakna, tumbuhkan daya baca, kejujuran dalam bertindak dan kearifan dalam bersosialisasi agar kelak siswa menjadi berguna  bagi dirinya sebagai pelajar yang kelak akan melalui kehidupan yang lebih luas dan kompleks.



Pengalaman mengajarkan saat kita berada disekolah dasar sudah dapat menyimpulkan adanya guru idola karena dedikasinya tinggi untuk memperjuangkan keberhasilan dalam belajar tanpa mengenal lelah para guru disekolah dasar dengan sabar mengajari kita agar bisa memahami Calistung (membaca, menulis dan berhitung) walaupun para siswanya Bandel-bandel  .
        

Pemahaman setiap mata pelajaran dapat beraneka ragam yang dirasakan siswa maka guru harus menjelaskan resep mudah untuk mampu menguasai setiap pelajaran, misalnya mata pelajaran matematika yang sangat banyak persamaan dan teorema yang harus dikuasai siswa maka bagi guru matematika diperlukan kemampuan khusus memotivasi siswa agar jangan ada perasaan takut untuk melihat banyaknya formula atau rumus-rumus, tentunya dengan segala kemampuan dan berbagai metode pembelajaran dapat diberikan agar kesan bahwa matematik adalah pelajaran tersulit akan berubah menjadi pelajaran terfavorit karena selalu tercipta lingkungan belajar matematika yang menyenangkan dan selalu dirindukan oleh siswa.
Contoh lain pada mata pelajaran fisika, juga termasuk mata pelajaran yang kurang disenangi maka pemberian kegiatan belajar dari yang bersifat teacher centre, harus diubah, ciptakan suasana belajar yang kondusif artinya pemahaman konsep-konsep dasar fisika perlu diajarkan oleh guru, bisa melalui metoda eksperimen, problem solving dan metode lainnya, saat memahami soal- soal fisika latihlah para siswa agar menuliskan  besaran yang diketahui, besaran yang ditanyakan,  persamaan yang digunakan dan proses pemecahan masalah yang terstruktur tahapan konsepnya dan cara-cara mudah dalam menghitung persoalan yang berkaitan dengan persamaan matematika.

Sistem penugasan berkelompok dapat dijadikan ajang latihan bagi siswa dalam memecahkan persoalan besaran fisika, menunjuk anggota kelompok untuk menuliskan  tahapan pemecahan soal diatas didepan kelas, dengan cara: bagi siswa dengan daya serap rendah cukup ditugasi menulis besaran yang diketahui, siswa dengan kemampuan lebih tinggi menuliskan yang ditanyakan  dan siswa lain menuliskan persamaan yang digunakan, bagi siswa dengan tahapan kemampuan daya serap yang tinggi untuk menyelesaikan persoalan matematika, sehingga setiap anggota kelompok diskusi bertanggungjawab terhadap tugasnya, agar diskusi lebih hidup lagi berilah motivasi kepada seluruh anggota kelompok untuk menyelesaikan soal dalam bentuk cepat tepat, bagi kelompok yang berhasil lebih dahulu siap menjawab, maka kelompok yang lain  bertugas sebagai pengamat dan akan menilai apakah cara kerja kelompok terdahulu menjawab sudah benar dalam menyelesaikan soal tersebut.

Pemberian motivasi kepada siswa dapat diterapkan pada mata pelajara lainnya      
Tumbuhkan kepekaan sosial guna memahami adanya kebersamaan dalam belajar, karena kemampuan dan kecerdasan siswa berbeda satu sama lainnya, maka kejelian seorang guru terus diperlukan latihlah siswa untuk berbagi ilmu bagi yang telah memiliki kemampuan tinggi untuk menjadi tutor sejawat dikelas karena tidak menutup kemungkinan penyampaian konsep, tema dan pokok bahasan lebih diterima saat terjadi diskusi kelompok.

Motivasi dalam mempelajari setiap mata pelajaran sangat dibutuhkan, agar ketercapaian kriteria minimal yang harus diperoleh siswa dapat bentuk perolehan nilai diakhir kurun waktu pembelajaran terpenuhi, sehinnga diharapkan ketidaktuntasan kriteria minimal dalam proses pembelajaran tidak terjadi, karena selalu memotivasi siswa agar berkesinambungan dalam memahami setiap kesulitan belajar telah dibantu oleh guru. Keterpaduan pemberian motivasi belajar oleh orang tua, guru dan siswa harus terjalin maka harapan meraih keberhasilan dalam belajar Insya Alloh akan tercapai.     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar