Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Jumat, 16 Desember 2011

Hendra Sukmana, Bersyukur Bisa Menjadi Jendral


Hendra Komara bersama  istri di sebuah  peternakan sapi 
Polisi adalah alat negara yang paling dibutuhkan keberadaannya dalam kancah menjaga keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dan negara. Untuk menjadi seorang polisi bukan hal mudah, harus melewati ujian-ujian tertentu yang sangat berat, karena itu, polisi adalah putra-putri terbaik Indonesia. Dalam edisi kali ini Eskul Media Mandiri menampilkan sosok yang mumpuni yakni seorang inspektur Jendral polisi. Lengkapnya Irjend. Pol. Purn. Drs. H. Hendra Sukmana, MH. Ia adalah mantan perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian RI Semarang angkatan 1975. Ia menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran hingga mencapai gelar Magister Hukum dan saat ini sedang mempersiapkan diri mencapai gelar Doktor. 

Hendra Sukmana adalah pria asal Sukabumi yang berdarah Sunda-Sumatra. Yakni ibunya dari Sukabumi dan ayahnya dari Sumatra. Bila di rumah (Bumi Serpong Damai, Tangerang)  ia adalah seorang sosok ayah yang bersahaja, yang beristrikan Hj. Maryani dan dikarunia anak yaitu Hesty, Feblya Anggayesti Handayani, dan Triwahyudi. Salahsatu putranya kini bertugas sebagai perwira menengah di Polres Kota Cimahi. 

Karir demi karir telah dilaluinya selama menjadi polisi. Karir awal setelah lulus dari Akpol, ditempatkan di Polda Banda Aceh (Aceh Nangroe Darussalam). Kemudian dipindahtugaskan ke Polda Jabar sebagai Kapolres Sumedang, Kapolres Tasikmalaya, Kapolres Cibabat (Cimahi), perwira di Mabes Polri, Kapolwiltabes Bandung, dan terakhir sebagai Staf Ahli Kapolri hingga akhir karirnya di kepolisian. Banyak sekali pengalaman berharga selama dirinya menjadi seorang perwira khususnya selama bertugas di Tasikmalaya karena saat bertugas sebagai Kapolres Tasikmalaya, terjadi kerusuhan di sana. Meskipun demikian, semua tugasnya dijalankan dengan baik.  Tak heran jika pangkat Inspektur Jendral Polisi disandangnya, karena dalam tugasnya segala permasalahan dapat diselesaikan dengan tegas dan bijak.

Menurut Hendra Sukmana, dirinya bisa mendapatkan pangkat inspektur jendral polisi sebagai hal yang disyukurinya karena sebenarnya pangkat tersebut merupakan jenjang yang sudah maksimal sementara pangkat di atas Irjend merupakan jenjang khusus di mana perwira-perwira tinggi tertentulah yang bisa memegangnya dan merupakan tugas khusus. “Saya sudah bersyukur bisa memperoleh pangkat tersebut..!” katanya, ketika bertemu di kediamannya menjelang keberangkatan Pimpinan Eskul Media Mandiri, Endang Suhendar, ke London Inggris, beberapa waktu lalu.  ***(Tata Suarta/ES) 

Rabu, 14 Desember 2011

Internet Pengaruhi Angka Drop-Out Pelajar


Ros Rose 
Praktisi pendidikan Majalengka Ros Rose mengaku prihatin atas kondisi pendidikan saat ini di Kabupaten Majalengka. Ia menyoroti masalah tingginya angka drop-out (putus sekolah). Menurut data media, saat ini angka putus sekolah di Majalengka sudah mencapai 500 orang. Menurut Ros Rose yang kini bertugas di salahsatu instansi di Kecamatan Maja, Majalengka ini, internet berpengaruh pada tingginya angkat angka drop-out pelajar.
 Tentunya saya prihatin, mungkin pengaruh dari lingkungan pergaulan yang pengaruhnya lebih besar. Pengaruh informasi dari luar misalnya internet juga besar..!” (E1/Eskul)

Jumat, 09 Desember 2011

Suara Pembaca ESKUL Media Mandiri

Endang Suhendar, Pendiri  & Pengelola  Eskul Media Mandiri

ESKUL Road to London

Kesan dan Pesan mengenai sosok pendiri & pengelola Eskul Media Mandiri Endang Suhendar 



"Wilujeng angkat. Sing sukses....!"

(H. Siswantoro St, SH,MH/Tokoh Majalengka)


"Endang Suhendar  tampil penuh rasa percaya diri,  berani, juga bertanggung jawab...menghadirkan Eskul Media Mandiri dengan  penuh dedikasi, mengajak kita untuk mau berfikir objektif, berorientasi kepada orang banyak/kepentingan masyarakat. Ia berani menghadapi segala resiko yang muncul dari kiprahnya. " 


(Iding Sahidin, Majalengka )



"Tak banyak orang yang peduli dengan sesamanya, bahwa di dunia ini sedikit sekali yang berperan sebagai pahlawan bagi mereka yang membutuhkan, tapi Pak Endang Suhendar masuk dalam segelintir orang yang peduli dan seorang pahlawan bagi anak-anak yang membutuhkan pertolongan, dan hanya Allah SWT saja yang pantas membalasnya. Semoga sukses Pak di Inggris, sukses mengenyam ilmu kemudian ditularkan ke tanah air. Jangan sampai dimanfaatkan  orang-orang partai Pak ! "
 (Tetra Lala, Penulis, tinggal di Bandung) 


"Aku rasa itu (Eskul Media Mandiri)  media yang bagus dan perlu dipertahankan walaupun pengelolanya pergi, pastinya sudah ada regenerasi "

(Dian Di Sudut Bumi, Sastrawan/Penulis, tinggal di Bandung)



"Afwan saya kurang update, tapi menurut saya walau kita tidak ada bukan berarti apa yang sudah kita mulai harus terhenti, tentunya Pak Endang sudah  mempersiapkan generasi penerusnya. Walaupun jauh tapi media community sekarang tidak membuat jarak jadi berarti, jadi walaupun Bapak  ada di luar negeri tetap masih bisa memantau kegiatan di sini semoga sukses ya Pak!
Keep contact ya Pak..nanti bisa update kondisi di Inggris terutama perkembangan Islam di sana..saya interest sama perkembangan Islam di dunia, mudah-mudah  suatu saat saya bisa bersilaturrahmi dengan saudara-saudara di belahan dunia lain"

Aima, Bandung


Minggu, 04 Desember 2011

GO GREEN PPI KAB. MAJALENGKA

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kab. Majalengka
Menyerahkan Bibit Pohon Maja kepada Bupati Majalengka.
Lingkungan hidup Indonesia yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia merupakan karunia dan rahmatnya yang wajib dilestarikan dan dikembangkan kemampuannya agar dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat dan bangsa Indonesia serta makhluk hidup lainnya demi kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup itu sendiri. Majalengka mempunyai sejarah yang berawal dari pohon maja. 

Dan dikarenakan pohon symbol Majalengka tersebut sudah hampir punah dan hanya terhitung jari, oleh karena itu kami Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kab. Majalengka ingin melestarikan kembali dengan kegiatan penghijauan yang disertakan 1000 pohon ciri khas Jawa Barat yang lainnya.
Selain melestarikan kembali symbol Majalengka, kita juga berupaya menjaga kelestarian lingkungan.

Penanaman Bibit Pohon Maja oleh Bupati Majalengka.
Dalam kegiatan ini banyak sekali yang dilibatkan, diantaranya dari kalangan Komunitas Sepeda Onthel se - Majalengka, Komunitas Motor, Komunitas Mobil Off Road, dan masyarakat sekitar.
Dalam hal ini Purna Paskibraka Indonesia Kab. Majalengka mempunyai dasar pemikirannya adalah Program Kerja Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kab. Majalengka dan yang paling mendasar adalah langkanya pohon symbol Majalengka yaitu pohon maja, kemudian sebagai acara penghijauan di area pembangunan Situ Weragati di Desa Weragati Kec. Palasah Kab. Majalengka yang kedepanya semoga menjadikan suatu aset daerah yang dapat menarik minat para wisata asing maupun lokal yang mau berkunjung pada Situ Weragati ini.
Ucapan Selamat Kepada Ketua PPI Kab. Majalengka dari Bupati Majalengka.
Tujuan dari penanaman pohon ini adalah Menyadarkan Masyarakat akan pentingnya alam semesta,  Mengurangi pemanasan global,  Melestarikan kembali pohon maja,    Melestarikan alam lewat penghijauan di area pembangunan Situ Weragati dan   Kegiatan Sosial. Kegiatan ini juga merupakan sebuah kegiatan yang akan memberikan motivasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar gemar menanam pohon sebagai suatu wujud cintanya kepada alam.
Menurut Amin Mubarok, A.Md (Ketua PPI Kab. Majalengka), kegiatan ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat, bukan hanya PBB/Baris berbaris saja yang diselenggarakan oleh PPI, namun sekarang mencoba untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat, contoh kecilnya adalah kegiatan sekarang, yaitu Go Green / penanaman kembali pohon. {E2}












Kamis, 01 Desember 2011