Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Rabu, 28 Maret 2012

Pembangunan RKB Selesai Akhir Maret 2012

Info SMAN 1 Maja


Pembangunan RKB Selesai Akhir Maret 2012


Pembangunan RKB sebanyak 3 lokal kini sudah mencapai tahap penyelesaian (finishing). Kondisi bangunan sudah mencapai 95% dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Maret 2012. Kepala SMAN 1 Maja H. Iing Solihin,S.Pd menyebutkan RKB tersebut merupakan bantuan APBN Perubahan Tahun 2011 (1 lokal) sementara 2 lokal lainnya merupakan hasil swadana pihak sekolah. RKB tersebut dibuat dengan bahan-bahan cukup berkualitas. Lantai keramik, kusen alumunium, genting metal, dan atap baja ringan. Pembangunan RKB tersebut menghabiskan dana sebesar Rp. 300 juta. RKB tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan praktikum.***


Rabu, 21 Maret 2012

MEMELIHARA KEBODOHAN

PIL PAHIT


DIDIK SEDYADI



Kisah Jaka Bodo


Alkisah, di sebuah desa yang tak tersebut dalam peta , hiduplah seorang janda dan seorang anak lelakinya. Janda ini disebut oleh banyak orang sebagai Mbok Randa (Si Mbok = Mbok = Ibu) dan anak lelakinya sebagai Jaka Bodo.
Mbok Randa ini menamai anaknya dengan nama Jaka Bodo karena anak laki-lakinya itu memang bodoh. Bahkan mungkin teramat bodoh . Akan tetapi siapa yang menyangka bahwa kehadiran jaka Bodo ternyata ditakdirkan menjadi tokoh teladan bagi manusia lain yang mau berfikir. Kita sedikit terhenyak ketika sebuah paradoksal yang polemikal ini muncul. Bagaimana mungkin seorang yang teramat bodoh patut diteladani.
Ketika menginjak dewasa, laiknya jejaka yang lain Jaka Bodo merasa ingin mengambil pendamping hidup. Ia ingin memperistri salah seorang perempuan. Terserah darimana mana saja asal muasal wanita itu. Mbok Randa tentu begitu masygul ketika anak lelakinya mengutarakan maksudnya. Beginilah dialog imaginernya :
“Sudah saatnya aku punya istri Mbok !”
“Kamu yakin ?”
“Melebihi segalanya !”
“Kamu anak yang bodoh.”
“Tidak selamanya , tetapi apa saran Mbok padaku ?”
“Baiklah, kuiijinkan kamu memperistri perempuan. Tetapi dengan syarat, istrimu haruslah seorang perempuan yang pendiam. Kamu sebagai anak bodoh tentu tidak akan tahan dengan istri yang crewet suka mengumbar mulut. Aku tidak rela kamu kamu dimaki-maki istrimu kelak. Bagaimanapun bodohnya kamu , kau adalah anakku !”
“Baiklah Mbok, aku mengerti.”
“Masih ingat syaratnya ?”
“Masih. Perempuan yang akan kujadikan istri harus pendiam!”
Senang bukan kepalang hati Jaka Bodo. Sejak itulah ia memulai perburuannya. Sesekali di saat sore menjelang anak-anak gadis pulang dari mencuci pakaian di telaga, ia menyapa:
“Hai anak gadis, rajin benar kau ini !” Sapa Jaka Bodo.
“Aeh ! Terimakasih sanjungannya!”
Kecewa hati Jaka Bodo mendengar jawaban itu. Hampir setiap gadis yang lewat di depannya, disapanya. Tak ada yang tidak menjawab. Semuanya menjawab pertanyaan atau gurauan Jaka Bodo. Dalam benak Jaka Bodo hanya gadis yang tidak menjawab sapaanya itulah yang sesuai persyaratan ibunya.
Akhirnya seluruh gadis di desa itu pernah disapanya. Berganti ke desa lain juga demikian. Semua disapa, semua menjawab. Kecewa dan kekesalan ternyata membawa langkahnya menapaki tepian hutan. Ketika itu ia melihat seorang gadis berdiri bersandar sebatang pohon besar. Mata gadis itu terpejam.
“Wahai gadis, mengapa engkau sendirian di sini ?”Tanya Jaka Bodo.
Hening.
“Wahai cantik, apa kau tak takut akan binatang buas ?”Jaka Bodo mengulang bertanya.
Hening. Tak ada jawaban.
“Apa kau sakit ? Kau bisu ? Kau tidur ?”Tanya Jaka Bodo seraya mengguncang-guncang pundak gadis itu.
Hening. Tak ada jawaban tak ada reaksi.
Akhirnya diputuskanlah bahwa gadis itu memenuhi persyaratan ibunya : Pendiam !
Gadis itu diangkat, dibawa pulang ke rumah. Dari depan pintu ia memanggil-manggil ibunya seraya berteriak bahwa telah mendapat calon istri. Ibunya menyuruh Jaka Bodo membawa gadis itu beristirahat di kamar dan diberi makan. Hari semakin malam. Makanan lezat yang dihidangkan di depan gadis itu ternyata tidak dijamah sedikitpun. Hingga akhirnya muncullah tikus-tikus yang menyantap makanan hingga habis tandas. Ketika hari pagi, Jaka Bodo mendapati piring dan mangkok telah bersih. Ia sangat bahagia melihat calon istrinya menghabiskan makanannya.
Hari ke empat gadis itu tidak keluar-keluar kamar. Mbok Randa menyuruh anaknya mengajak gadis itu keluar.
“Suruh calon istrimu itu kemari. Aku ingin kenal.”
“Ya Mbok !”
Ketika Jaka Bodo keluar sambil memanggul gadis itu, Mbok Randa menjerit sambil menutup hidungnya.
“Mayat Jaka ! Yang kau bawa itu mayat ! Orang mati ! Buang sana… buaaaang !”
“Orang mati ? Apa tandanya ?” Jaka Bodo heran .
“Bau Jaka, mayat itu sudah bau. Buang ke sungai !”
Dengan berat hati akhirnya Jaka Bodo menghanyutkan mayat itu ke sungai . Dengan terenyuh ia memandangi calon istrinya yang akhirnya lenyap dari pandangan. Sementara itu ketika pulang, Mbok randa menyambutnya.
“Kamu ini bagaimana Jaka, orang mati kamu bawa-bawa ! Perut si Mbok sampai mulas… adhuuuhh…. Gara-gara kau ! “
Ketika itu terdengar Mbok Randa (maaf) kentut. Hingga bau menyebar ke seluruh ruangan.
“Lho ? Lho ? Mbok ? Jangan mati Mboook !”
“Siapa yang mati ? Aku tidak mati !”
“Mati ! Si Mbok mati ! Si Mbok bau,berarti si Mbok mati. Si Mbok harus saya buang ke sungai!” Kata Jaka Bodo seraya memaksa mengangkat ibunya ke pundaknya. Perempuan tua itu meronta-ronta.
“Orang mati, bau, harus dibuang !”
“Turunkan Jaka, aku tidak mati !”
“Diam ! Si Mbok mati ! Matiiii…..!”
Byuur ! Terdengar air sungai berdebur . Tubuh perempuan tua itu meliuk-liuk dilibas pusaran air. Jaka Bodo hanya bisa meneteskan air mata melihat ibunya yang megap-megap, hingga akhirnya hilang ditelan air sungai.
Ketika itu tanpa disadari Jaka Bodo kentut . Baunya menyengat hidungnya. Tak ada orang lain di sekitarnya, jadi ia sangat yakin bau berasal dari dirinya.
“Sialan ! Aku mati ! Aku matiiii…. ! Aku harus dibuang ke sungai !”
Byuuur ! Jaka Bodo terjun ke sungai yang bergolak. Tubuhnya timbul tenggelam, hingga akhirnya tenggelam untuk selamanya.

Bodoh Bukan Tidak Cerdas
Ketika seorang siswa sebut si A -lulusan SMP berfikir untuk melanjutkan ke suatu SMA, berarti dalam dirinya ada sebuah keyakinan bahwa dirinya tidak bodoh. Sebuah keyakinan awal yang harus selalu dipegang untuk selamanya. Ketika ia diterima , untuk beberapa waktu kemudian ia mengikuti pembelajaran di kelas. Pada saat diadakan ulangan ia merasa ragu, karena ia merasa belum siap. Benarlah , hasil ulangannya jelek dan sangat jauh dari harapan. Tapi di dalam dirinya tidak terbersit sedikitpun akan keadaan bahwa dirinya bodoh (tidak cerdas secara intelektual ) .
Yang ada dalam dirinya sekarang adalah menyesali dirinya yang tidak mempersiapkan diri untuk belajar. Ia merasa terlalu memanjakan dirinya dengan kesenangan-kesenangan sesaat semacam terlalu banyak bermain. Terlalu banyak menonton. Terlalu banyak menghayal tentang cinta yang baru ia rasakan. Ia sangat menyesal betapa bodoh dirinya yang selalu terseret ke arus memanjakan kesenangan sesaat.
Lain cerita ada seorang siswa sebut si B - yang berasal dari kalangan berada, orang tuanya kecukupan. Segala kebutuhan dan keinginannya selalu tercukupi. Badannya sehat , fisiknya nampak prima . Ia merasakan bahwa apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab dirinya hidup di dunia ini sudah tercapai . Otaknya cerdas. Tetapi tidak pernah ia pelihara dan ia latih untuk mengatasi berbagai masalah. Ia menganggap bahwa dirinya memiliki segalanya. Oleh karena itu ia selalu meiliki kebodohan-kebodohan yang tidak ia sadari bahwa itu sebuah kebodohan.
Alangkah bodohnya ketika ia merasa menjadi raja atau boss di kelasnya . Alangkah bodohnya ketika setiap hari ia mengandalkan menyalin tugas / LKS teman-temannya. Alangkah bodohnya ia telah merendahkan dirinya sendiri. Ia lupa bahwa dirinya adalah individu yang terhormat. Betapa bodoh ketika ia memutuskan menyontek dalam ulangan. Ia hanya menukar harga dirinya dengan sangat murah .
Lain lagi kisah si C yang kini duduk di kelas III SMA . Secara intelektual ia anak pandai, akan tetapi karena suatu kebiasaan bergaul dengan anak-anak yang bengal, akhirnya kesadaran dirinya tentang potensi intelektualnya hilang. Ia lupa bahwa ia anak pandai. Ketika adiknya yang masih SD menanyakan tentang pelajaran SD, ia tidak bisa membantu. Apalagi ketika adiknya yang duduk di SMP meminta bantuan memahami PR, semakin tidak berkutik.
Si C ini sangat bodoh tidak mau berfikir bahwa selama ini ia bersekolah. Ia sangat bodoh hingga tidak mengerti apa itu sekolah. Jika dihitung sejak kelas I SD hingga kelas III SMA berarti ia telah bersekolah selama 12 (dua belas) tahun. Sebuah ukuran waktu yang tidak main-main lamanya.
Menuntut ilmu selama 12 tahun mestinya akan mencetak dirinya menjadi manusia yang hebat, siap mengatasi masalah dan membantu masalah bagi generasi sesudahnya, bagi adik-adiknya atau siapa saja . Karena kebodohan dirinya itulah maka ia menyia-nyiakan waktu selama 12 tahun. Tak ada bekasnya. Kasihan. Dia sangat bodoh.
Menengok kesadaran Jaka Bodo yang menceburkan dirinya ketika menganggap dirinya sudah mati, itu merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Memang sudah saatnya kebodohan itu ditenggelamkan dan dilenyapkan seperti Jaka Bodo melenyapkan dirinya. Melenyapkan simbol kebodohan.
Kebanyakan dari kita menjadi bodoh bukan disebabkan karena bodoh secara intelektual, akan tetapi bodoh karena tidak mau memahami perjalanan waktu yang memakan usia kita. Nah akankah kita masih akan tetap memelihara kebodohan-kebodohan dalam hidup kita ? Ini hanya sekedar nasehat dari perjalanan kisah Jaka Bodo . ***

Kamis, 08 Maret 2012

School Changes the World

Students are hungry for lessons in
cheer and motivation are given in
how teachers touch them is lively in
on the job of their teaching
opportunity of the students` records is representated in
last but not least of all
School changes the world



Sulaeman Ghazali  

*) Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Majalengka


Students are hungry for lesson in (school)

Sesungguhnya, peserta didik berharap banyak untuk mendapatkan pembelajaran, terlepas dari latarbelakang keluarga, agama, adat istiadat, ataupun keterbatasan potensi diri peserta didik.. Ber-apresiasi pada rasa lapar akan pembelajaran yang ingin mereka penuhi sebaiknya dijadikan pemicu semangat tugas profesi pendidik. Kebahagiaan sejati yang dapat dirasakan oleh tenaga pendidik adalah saat mengamati peserta didik dalam proses belajar-mengajar (PBM), yang memperagakan semangat belajarnya tinggi, termasuk menyelesaikan tugas-tugas terstruktur dan tugas mandiri. Apabila pandangan tersebut menjadi basis mindset (cara pandang) tenaga pendidik, apakah impian menggapai jaminan mutu pendidikan akan menjadi kenyataan ? (The dream for quality assurance is coming true?)


Cheer and moivation are given in (school)

Rasa senang dan termotivasi adalah prasyarat untuk keberlangsungan dan daya tahan belajar peserta didik. Menciptakan PBM yang menyenangkan sebaiknya menjadi keyakinan pendidik untuk mengemas, menyajikan, dan mengembangkan materi/konsep standar kompetensi (SK)/kompetensi dasar (KD) pelajaran. Maka, formula daya serap materi ditambahkan variabel (st) = rasa senang dan termotivasi.Formulanya menjadi TM = st x T x SK/KD. Dibaca : target pencapaian materi diperoleh dari besaran rasa senang dan termotivasinya peserta didik dikali berapa peluang tatap muka yang mereka dapatkan dan dikalikan pula dengan jumlah SK/KD yang dibutuhkan oleh mereka. Proses pencapaiannya bersifat progresif.


On the job their teaching, opportunity of the students records is presented in (school)

The students records melambangkan prestasi atau hasil belajar peserta didik. bagaimana mereka memperolehnya ? Jawabannya ada pada tugas mulia profesi tenaga pendidik. Sebaliknya, kita menggunakan kata : menganugerahkan, mempersembahkanm atau memberikan bingkisan/kado bagi peserta didikj bilamana mereka menorehkan/mengukir prestasi atau memecahkan record hasil pembelajarannya. "This should be presented in school" (di sekolah, tempat mereka mendapatkan peluang untuk belajar memecahkan record).



Last but not least of all, school changes the world

Apakah kita yakin bahwa satuan pendidikan (sekolah) dapat mengubah dunia ? Banyak ruang publik, mulai dari pemerintahan (eksekutif dan legislatif), pengawal dan penegak hukum (yudikatif), perdagangan-perindustrian, sampai dengan bentuk-bentuk interaksi sosial lainnya, digerakkan oleh sumberdaya manusia (SDM) yang notabene "berkualitas pendidikan". Apabila terjadi kondisi stagnan di ruang publik tadi, apakah SDM-nya yang bekualifikasi pendidikan pun harus direkonstruksi ulang. Mau seperti apa dunia masa depan ?
"Back to basic !. I is SCHOOL.


Rabu, 07 Maret 2012

Irma Zauhar Nafisah, Juara Olimpade Matematika

Irma Zauhar Nafisah adalah siswa kelas VIII A MTSN Talaga. Memiliki prestasi di bidang matematika. Prestasinya adalah juara olimpiade matematika tingkat Kabupaten Majalengka tahun 2011. Irma ditetapkan sebagai siswa yang mewakili Kabupaten Majalengka pada olimpiade matematika tingkat provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan pada 2 Maret 2012. Irma bercita-cita menjadi seorang pegawai administrasi dan mengaku tekun mempelajari ilmu matematika sejak kecil.
Menurut Irma, yang dilombakan pada olimpade matematika yaitu bidang pelajaran matematika yang sudah dipelajari sejak kober dan ada pula materi jenjang SLTA. Sehingga memerlukan pemahaman khusus mengenai ilmu matematika. Menurutnya tidak mudah bagi Irma untuk mengikuti ajang tersebut karena memerlukan ketekunan yang luar biasa. Sehari-hari ia dibimbing oleh Hendri Kristiandi,S.Pd.
Orangtua Irma, Nasrudin adalah seorang pengusaha pertanian dan ibunya Euis Muslishoh adalah seorang PNS di Pengadilan Agama Kabupaten Majalengka. (E-1)


Annisa Aulia  Ruhimat,  Juara Olimpiade PAI


Annisa Aulia Ruhimat adalah pelajar MTSN Talaga kelahiran 7 Desember 1997. Anak pertama pasangan Yunus Ruhimat dan Ijah Khodijah. Kini tinggal bersama kedua orangtuanya di Nyalindung, Desa Mekarraharja, Kecamatan Talaga. Annisa berprestasi di bidang PAI. Beberapa waktu lalu meraih gelar juara Olimpiade PAI tingkat Kabupaten Majalengka. Olimpade PAI adalah ajang uji kemampuan di seluruh bidang ilmu keagamaan. Gadis Sagitairus ini bercita ingin menjadi dosen, sebab ingin memperdalam lagi ilmu keagamaan yang sudah dimiliki.
Menurut Annisa, MTSN Talaga memiliki perbedaan dari sekolah lainnya karena proses belajar mengajarnya tidak seperti sekolah lain. Di madrasah ini, proses KBM dilaksanakan secara ketat dan disiplin sehingga prestasi yang diraihnya saat ini oleh Annisa tidak lepas dari kedisplinan tersebut.***


Raisa Indriani, Juara Murotal Qur`an   

Raisa Indriani, siswa kelas VII E MTSN Talaga, berprestasi di bidang murotal Quran. Ia pernah menjadi Juara MTQ Tingkat Kabupaten Majalengka pada tahun 2011. Prestasinya tidak lepas dari dukungan pihak madrasah dan orangtua. Ia selalu dibimbing oleh seorang ustad mengaji di Pondok Pesantren Al Azakiyah di Desa Campaka Kecamatan Talaga. Raisa adalah anak kandung Ahmad Sofyan dan Titin. Ayahnya bekerja sebagai pegawai bangunan dan ibunya Ibu rumah tangga.
Menurut Raisa, prestasinya tersebut sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala madrasah. Bapak Kepala sangat disiplin sehingga para siswa dapat belajar dengan baik.

Minggu, 04 Maret 2012

Pasar Keju Dunia

Keju adalah salah satu makanan yang menjadi tradisi penduduk Eropa yang biasa dikonsumsi setiap hari. Keju bisa dimakan dengan roti, jadi taburan pizza atau juga buat penambah di atas salad (lalaban ciri khas Eropa) bahkan sering kali buat penambah lezat di atas pasta. Berbagai macam ragam dan ciri khas rasa dan bentuk tergantung dari negara yang memproduksi keju seperti negara Perancis yang terkenal dengan keju Camembert dan keju Brie. Negara Itali terkenal Parmigiano-Reggiano oleh bangsa Perancis disebut Parmasen. Negara Belanda terkenal dengan keju Edem dan keju Leerdammer dan negara Cypus terkenal dengan keju Halloumi dan dari negara Inggris sendiri terkenal dengan keju biru Stilton.Kali ini penulis mengunjungi sebuah pasar keju yang disponsori oleh pengusaha keju dari Italia. Biasanya pasar  ini selalu pindah-pindah dari kota ke kota selama satu minggu mereka berkeliling menggelar tenda.Di Indonesia pasar jenis ini dinamakan pasar kaget.***(E-19)

Albert Bridge

Albert Bridge adalah jembatan yang berada di atas River Thames (sungai Thames) di daerah barat London yang menghubungkan antara kota Chelsea dan Battersea yang dirancang dan dibangun oleh Rowlan Mason Ordish pada tahun1873.
Jembatan ini merupakan jembatan terindah kedua setelah London Bridge yang belum pernah mengalami kerusakan sejak dibangun kecuali timber yang terpasang di pinggir karena terkena kencing anjing yang melewati jembatan ini. Jembatan ini di kiri- kanan bisa di lalui oleh pejalan kaki yang menuju ke Battersea Park. Dari kota Chelsea di ujungnya adalah kota Battersea yang mempunyai sebuah taman yang indah dan sering dikunjungi banyak orang sambil membawa hewan peliharaannya yaitu anjing untuk ikut bersama jalan-jalan. Kegiatan jalan-jalan membawa hewan peliharaan sering dilakukan masyarakat kota London. Pada malam hari jembatan ini sangat indah dipandang mata karena banyak dihiasi lampu warna-warni.***