Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Kamis, 08 Maret 2012

School Changes the World

Students are hungry for lessons in
cheer and motivation are given in
how teachers touch them is lively in
on the job of their teaching
opportunity of the students` records is representated in
last but not least of all
School changes the world



Sulaeman Ghazali  

*) Guru Bahasa Inggris SMAN 2 Majalengka


Students are hungry for lesson in (school)

Sesungguhnya, peserta didik berharap banyak untuk mendapatkan pembelajaran, terlepas dari latarbelakang keluarga, agama, adat istiadat, ataupun keterbatasan potensi diri peserta didik.. Ber-apresiasi pada rasa lapar akan pembelajaran yang ingin mereka penuhi sebaiknya dijadikan pemicu semangat tugas profesi pendidik. Kebahagiaan sejati yang dapat dirasakan oleh tenaga pendidik adalah saat mengamati peserta didik dalam proses belajar-mengajar (PBM), yang memperagakan semangat belajarnya tinggi, termasuk menyelesaikan tugas-tugas terstruktur dan tugas mandiri. Apabila pandangan tersebut menjadi basis mindset (cara pandang) tenaga pendidik, apakah impian menggapai jaminan mutu pendidikan akan menjadi kenyataan ? (The dream for quality assurance is coming true?)


Cheer and moivation are given in (school)

Rasa senang dan termotivasi adalah prasyarat untuk keberlangsungan dan daya tahan belajar peserta didik. Menciptakan PBM yang menyenangkan sebaiknya menjadi keyakinan pendidik untuk mengemas, menyajikan, dan mengembangkan materi/konsep standar kompetensi (SK)/kompetensi dasar (KD) pelajaran. Maka, formula daya serap materi ditambahkan variabel (st) = rasa senang dan termotivasi.Formulanya menjadi TM = st x T x SK/KD. Dibaca : target pencapaian materi diperoleh dari besaran rasa senang dan termotivasinya peserta didik dikali berapa peluang tatap muka yang mereka dapatkan dan dikalikan pula dengan jumlah SK/KD yang dibutuhkan oleh mereka. Proses pencapaiannya bersifat progresif.


On the job their teaching, opportunity of the students records is presented in (school)

The students records melambangkan prestasi atau hasil belajar peserta didik. bagaimana mereka memperolehnya ? Jawabannya ada pada tugas mulia profesi tenaga pendidik. Sebaliknya, kita menggunakan kata : menganugerahkan, mempersembahkanm atau memberikan bingkisan/kado bagi peserta didikj bilamana mereka menorehkan/mengukir prestasi atau memecahkan record hasil pembelajarannya. "This should be presented in school" (di sekolah, tempat mereka mendapatkan peluang untuk belajar memecahkan record).



Last but not least of all, school changes the world

Apakah kita yakin bahwa satuan pendidikan (sekolah) dapat mengubah dunia ? Banyak ruang publik, mulai dari pemerintahan (eksekutif dan legislatif), pengawal dan penegak hukum (yudikatif), perdagangan-perindustrian, sampai dengan bentuk-bentuk interaksi sosial lainnya, digerakkan oleh sumberdaya manusia (SDM) yang notabene "berkualitas pendidikan". Apabila terjadi kondisi stagnan di ruang publik tadi, apakah SDM-nya yang bekualifikasi pendidikan pun harus direkonstruksi ulang. Mau seperti apa dunia masa depan ?
"Back to basic !. I is SCHOOL.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar