Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Minggu, 29 April 2012

SMPN 2 Rajagaluh Gelar Diklat Jurnalistik


Kepala SMPN 2 Rajagaluh Eeng Suherlan,S.Pd memastikan bahwa pelaksanaan Diklat Jurnalistik dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2012. Pelaksanaan program pendidikan dan latihan tersebut bekerjasama dengan Eskul Media Mandiri. Diklat tersebut rencananya melibatkan 20 orang siswa dari kelas VII dan kelas VIII. Ke-20 siswa tersebut didampingi Ida Widaningsih,S.Pd (Kepala Perpustakaan SMPN 2 Rajagaluh) yang ditunjuk langsung untuk itu. Sementara pemateri Diklat Jurnalistik dari pihak Eskul Media Mandiri adalah Endang Suhendar.
Pelaksanaan Diklat bidang jurnalistik di SMPN 2 Rajagaluh adalah kali yang pertama dilaksanakan. Itu pun atas prakarsa Kepala SMPN 2 Rajagaluh Eeng Suherlan. Sedangkan untuk Eskul Media Mandiri, pelaksanaan Diklat di lingkungan sekolah merupakan program yang sudah sering dilaksanakan termasuk di lingkungan SLTA.
Materi yang akan disampaikan dalam pendidikan dan pelatihan tersebut di antaranya tentang pemanfaatan majalah dinding dan keterampilan menulis. "Saya berharap dengan dilaksanakannya Diklat Jurnalistik bersama Eskul Media Mandiri, dapat membekali kemampuan siswa di bidang lifeskill!" Ujar Eeng Suherlan saat ditemui di kampus SMPN 2 Rajagaluh, Senin 30 April 2012.***(E-1)

Jumat, 27 April 2012

Menyongsong BIJB, SMKN 1 Majalengka Buka Program Keahlian Baru


Penerimaan calon siswa baru di SMKN 1 Majalengka sudah berjalan sejak 6 April 2012 lalu. Sampai saat ini jumlah pendaftar ke sekolah tersebut sudah mencapai 300 pendaftar. Berdasarkan informasi langsung dari Ketua PPDB SMKN 1 Majalengka Enceng Anas Kurniawan, S.Pd. di ruang PPDB SMKN 1 Majalengka, 28 April 2012. Menurutnya, target pencapaian SMKN 1 Majalengka sejumlah 22 rombel yang diusulkan kepada Dinas Pendidikan dengan masing-masing rombel sebanyak 32 orang sesuai dengan amanat Kementrian Pendidikan Nasional, melalui surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat sesuai petunjuk pelaksanaan penerimaan peserta didik baru di lingkungan SMA/SMK RSBI. Saat ini SMKN 1 Majalengka sudah berstatus sebagai sekolah RSBI. Total calon siswa yang akan diterima sesuai dengan daya tampung yaitu sebanyak 640 calon peserta didik. Seluruh calon peserta didik tersebut akan terdistribusi ke 7 kompetensi keahlian yaitu Teknik Gambar Bangunan (2 rombel) Teknik Instalasi Tenaga Listrik (3 rombel), Teknik Pemesinan (5 rombel), Teknik Kendaraan Ringan (3 rombel), Teknik Sepeda Motor (2 rombel), Teknik Komputer dan Jaringan (3 rombel), Teknik Rekayasa Perangkat Lunak (2 rombel), dan pihak SMKN 1 Majalengka mendapatkan mandat dari Dinas Pendidikan untuk merintis komptensi keahlian baru untuk menyongsong pembangunan BIJB di Kerajati, yaitu Teknik Pemeliharaan Elektronik Pesawat Udara.
Tenaga Pendidik yang ditugaskan untuk kompetensi keahlian baru, pihak SMKN 1 Majalengka sudah memiliki tenaga pendidik yang memiliki keahlian mengajar di bidang tersebut. Ada 5 orang guru SMKN 1 Majalengka yang dinilai memiliki kompetensi di bidang kelistrikan pesawat. Hal itu juga sudah dilaksanakan kerjasama dengan SMKN 12 Bandung dalam sharing pelatihan di bidang keahlian tersebut. Enceng Anas menyebutkan bahwa ada kemungkinan mendatangkan guru SMKN 12 Bandung. "Memang kita mendapatkan mandat, tentunya harus menerima mandat tersebut!" Ujarnya.
"Kita sudah melakukan sosialiasi di beberapa publikasi termasuk postingan resmi PPDB SMKN 1 Majalengka, ppdb.smkn1-majalengka.sch.id!" imbuhnya.
SMKN 1 Majalengka akan melaksanakan test PPDB mengacu kepada Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor. 422.1/1876-SK-Setdisdik tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru SMA/SMK RSBI di Provinsi Jawa Barat tahun 2012/2013. ***
tanggal ***(E1)

Peminat ke SMK YPIB Majalengka Cukup Tinggi


Menjelang masa penerimaan calon siswa baru, sejumlah SLTA kini sudah mulai bersiap diri menerima calon siswa baru tahun pelajaran 2011/2012. Dari hasil pantauan Eskul Media Mandiri di beberapa sekolah, beberapa pelajar SLTP yang baru saja selesai melaksanakan ujian nasiona 2012, sudah mulai mendaftarkan diri ke sekolah favoritnya.
Salahsatu sekolah yang saat ini sudah mulai diburu yaitu SMK YPIB Majalengka. Menurut Kepala SMK YPIB Majalengka Drs. H. Wawan Sonjaya, M.Pd, meskipun masa pendaftaran masih relatif panjang, namun pendaftar ke sekolah yang dipimpinnya sudah mencapai 113 pendaftar. Kebanyakan pendaftar dari kalangan pelajar SLTP umum.
Beberapa pelajar yang dimintai pendapatnya mengenai minat masuk ke sekolah tersebut di antaranya adalah karena faktor pelayanan sekolah yang diterimanya berdasarkan informasi dari para siswa SMK YPIB Majalengka. Selain itu, menurut mereka, citra sekolah tersebut dinilai baik di lingkungan masyarakat Majalengka. Beberapa guru yang. Beberapa pemerhati pendidikan memprediksikan, SMK YPIB Majalengka akan melebihi target pencapaian jumlah pendaftar sehubungan dengan makin meningkatnya aspek kualitas pelayanan di sekolah tersebut. Sementara itu, di beberapa sekolah lainnya, para pengelola lembaga pendidikan sudah membuka pendaftaran, khususnya sekolah swasta.***

Jumat, 20 April 2012

BIJB Sudah Masuk APBN

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka adalah hal yang pasti. Kepastian tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan,Lc saat menghadiri  acara kegiatan Dies Natalis Universitas Majalengka (UNMA). Penegasan sikap Pemprov Jabar mengenai BIJB tersebut diperkuat oleh pernyataan Kabag Humas Setda Kabupaten Majalengka Drs. Maman Sutiman. Menurut Maman, Pemerintah Kabupaten Majalengka sangat optimis dengan adanya pernyataan sikap Gubernur Jawa Barat  bahwa Bandara Internasional Jawa Barat benar-benar akan hadir di Majalengka. Hal tersebut menurut Maman, dibuktikan dengan adanya alokasi dana penunjang BIJB dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Sebelumnya tidak tercantum dalam APBN, sehingga calon investor sempat ragu. Namun keraguan itu kini telah sirna..!" Ujar pria yang berdomisli di Rajagaluh ini. ***

Selasa, 17 April 2012

Maman Sutiman : Media Online Memiliki Peran Penting


Kabag HUMAS Setda Kabupaten Majalengka Drs. Maman Sutiman menyebutkan bahwa peran media Online pada dasarnya itu sangat membantu masyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan informasi. "Humas menyambut baik eksistensi media online..!" Ujar Maman Sutiman ketika ditemui secara langsung di ruang kerjanya.
Menurutnya, eksisnya media online menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap dunia informasi dan komunikasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan."Media online dinilai memiliki nilai positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat dan perkembangan pembangunan daerah..!" kata Mantan Kabid Informasi dan Komunikasi Dishubkominfo ini.
Lebih lanjut ia menyebutkan, bentuk apresiasi Pemkab Majalengka terhadap media online, di antaranya Pemkab Majalengka mensosialisasikan berbagai program kebijakan pembangunan daerah melalui media online sehingga perkembangan Kabupaten Majalengka tidak hanya diketahui oleh masyarakat itu sendiri tetapi juga bisa disimak dan difahami oleh masyarakat luar bahkan mungkin masyarakat internasional. Sehingga dengan banyak dieksposnya Kabupaten Majalengka melalui dunia online, diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perkembangan investasi daerah. Beberapa pihak termasuk kalangan investor bisa melihat kabupaten Majalengka yang memiliki potensi yang luar bisa sehingga bisa menanamkan investasinya di daerah tersebut.***

Minggu, 15 April 2012

Timah Suramadu, "Sarjana Dapur" yang Sukses di Inggris


Namanya Fatimah. Sehari-hari akrab dipanggil Timah. Di situs jejaring sosial Facebook ia dikenal dengan nama Timah Suramadu. Sudah bisa ditebak dari mana ia berasal. Ia adalah wanita asal Bangkalan Madura yang semasa mudanya pernah tinggal lama di Surabaya. Meskipun tidak bisa baca tulis, Timah Suramadu tetap semangat berselancar di dunia maya. Ia mendapatkan bantuan seorang sahabatnya untuk mengoperasikan internet. Perlahan-lahan ia kini mulai bisa sendiri mengoperasikan beberapa software di laptop pribadinya. Misalnya, ia sudah bisa membuka Youtube, Windows Media Player, dan beberapa software yang mudah dioperasikan. Namun untuk update status di Facebook, ia tetap mengandalkan sahabatnya. Selama berada di Inggris, ia mengaku tidak sanggup bepergian sendiri keliling kota London. Ia tetap membutuhkan sahabatnya untuk menemani. Saat bepergian ke luar ia tidak pernah berani sendirian, kecuali untuk jarak yang cukup dekat. Ia mengaku tak bisa membaca petunjuk jalan dan tidak mampu berbicara bahasa Inggris meskipun sudah tinggal di London selama 16 tahun. Hal itulah yang membuatnya tetap menghadapi kendala selama berada di Britania Raya.
Awal mula keberadaannya di London adalah karena pengalamannya yang begitu getir. Sejak kecil, ia tidak merasakan hidup selayaknya orang lain. Sebagian besar waktu di masa mudanya di habiskan di dapur. Saat saudara-saudara lainnya mengenyam pendidikan, ia mengalah untuk tetap berada di rumah membantu ibunya memasak, mencuci pakaian, menyetrika, dan ikut mengerjakan pekerjaan orangtuanya.

Pengalaman pahit dalam kehidupannya yang lain juga ikut mempengaruhi keberangkatannya London. Setelah memiliki tiga anak buah perkawinannya dengan suaminnya, sang suami berangkat ke Malaysia dan selama berada di Malaysia tidak pernah memberi kabar. "Suami saya tidak pernah mengirim apa-apa setelah berada di Malaysia. Oleh karena itu, saya berfikir bagaimana caranya menghidupi tiga anak!" Ujar Timah Suramadu kepada Eskul Media Mandiri di rumah kontrakannya di pusat kota London. Saat ini ia tinggal bersama sahabatnya, Siti, yang bekerja di kawasan Regent Park. Bersama Siti lah, Timah banyak menyempatkan waktu luangnya sambil mengingat kembali masa-masa mudanya yang cukup kelam.
Keberadaannya di Inggris sebenarnya bukan kesengajaan. Saat ia masih dalam masa galau ditinggal suami, ia mendapatkan tawaran seorang kenalannya untuk berangkat ke Arab Saudi dengan visa turis. Akan tetapi setelah berada di sana, ia bertemu dengan seseorang yang membuatnya bisa tinggal lama di Arab Saudi hingga ia akhirnya bekerja selama beberapa tahun di sana. Di Arab Saudi lah ia mulai menemukan kesempatan untuk melupakan suaminya. Namun, selang beberapa tahun, sang suami menyusul ke Arab Saudi dan berkumpul bersama.

Setelah berkumpul dan meniti usaha hingga mapan, ia memboyong anaknya ke Saudi. Nadya Altafunnisa dibawa serta ke sana. Saat ini Nadya masih berada di Saudi. Namun takdir menentukan lain, suaminya tidak disangka berlabuh ke wanita lain di Saudi. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari Arab Saudi. Beruntung ia menemukan seseorang yang bisa membawanya ke Inggris.
"Saya ini sebenarnya menderita batin. Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya saya melihatnya kenyataan suami saya bersama wanita lain. Daripada dimadu lebih baik saya hidup sendiri saja!" ujarnya dengan tutur bahasa logat Madura.

Selama berada di London, ia tinggal bersama majikannya yang berkebangsaan Arab. Sehari hari Timah jarang ke luar rumah. Ada aturan yang mengharuskan para pekerja yang bekerja di kalangan orang Arab untuk tidak banyak keluar rumah. Ia akhirnya sehari-hari berkomunikasi dengan bahasa Arab. Tak heran, selama 16 tahun berada di London, ia belum bisa berbicara dengan bahasa Inggris. Namun setelah tidak lagi bekerja dengan majikan Arab-nya ia mulai bisa leluasa keluar rumah dan bergabung dengan komunitas migrant workers di London. Ia juga bisa jalan-jalan ke Picadilly bersama Siti. Pada hari Minggu ia bisa ikut sekolah di salahsatu lembaga pendidikan yang dimotori oleh salahsatu organisasi buruh di sana. Bahkan, beberapa hari lalu, ia mendapatkan undangan dari Kedutaan Besar RI di London dalam salahsatu acara resmi. Ia berkesempatan berbincang-bincang cukup lama dengan istri Duta Besar RI di sana.
Bagi Timah Suramadu, kehidupannya sekarang ini di London telah membuatnya merasa beruntung. "Biarpun saya ini cuma sarjana dapur, saya merasa beruntung bisa tinggal dan bekerja di Inggris. Saya tidak pernah membayangkan bisa ada di sini. Saudara-saudara saya yang sekolah pun belum ada kesempatan ke luar negeri. Sementara saya yang kerjanya ngurus dapur malah bisa ke London!" Ujarnya polos.
Kisah hidup Timah Suramadu memang menjadi pelajaran bagi siapapun bahwa pendidikan tidak menjamin seseorang untuk hidup sukses justru sosok Timah Suramadu yang tidak mampu membaca dan menulis bisa bekerja di kota Megapolitan London.*** (E-1/E-19)







Sabtu, 07 April 2012

Evaluasi Belajar Siswa Sebagai Sarana untuk Koreksi Diri

Resume Pemikiran  H. Sirojudin,S.Ag,M.Ag   *)

Sirojudin,S.Ag,M.Pd yang notabene guru PAI mengatakan bahwa setiap orang harus memiliki dedikasi dan prestasi. Dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa dan dengan adanya penilaian terhadap GPAI, maka penilaian terhadap hasil belajar siswa merupakan umpan balik yang sangat berharga.
Umpa balik itu sebenarnya bagi siswa juga dengan evaluasi yang diperoleh itu siswa mengoreksi dirinya baik dalam hal cara dan kesungguhan belajarnya maupun dalam hal waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan hasil yang dicapai.
Sirojudin mengatakan, menentukan hasil kemajuan belajar siswa (pelaporan) sangat penting karena dapat memberikan gambaran atau potret kemajuan atau keberhasilan kemampuan siswa dalam semua aspek. Potret ini merupakan potrert diri baik bagi siswa maupun bagi guru. Bagi siswa hasil yang dilaporkan dalam wujud raport, nilai STTB dan nilai akhlak mulia.
Itu merupakan potret diri dari nilai usaha dan nilai prestasi yang telah dirintisnya. Bagi guru hasil evaluasi itupun merupakan potret dari nilai ikhtiarnya dalam mendidik dan mengajar.
Tumbuhnya sikap ketelitian karena nilai yang dilaporkan oleh guru itu menjadi bahan laporan tingkat kemajuan/keberhasilan/terkadang menjadi penentu nasib berikutnya. Tunutan ketelitian itupun oleh ajaran Islama diacu antara lain dengan firman Allah SWT Surat 2 ayat 282.
Menempatkan siswa dalam situasi belajar yang tepat (penempatan) Fungsi penempatan bagi evaluas pendidikan agama Islma diarahkan untuk merenungkan diri siswa sebagai hamba Tuhan yang taat beragama.
Denga diketahuinya diri siswa secara utuh maka ia dapat menempatkan dirinya sebagai orang yang beragama, yang suka beribadah, membaca Al-Quran dan berakhlak mulia, dan dapat menempatkan diri di antara sesama teman yang seagama.
Kondisi diri berupa keistimewaan dan kelemahan fisik dan mental serta kondisi luar berupa fasilitas alam, lingkungan dan budaya, dalam pandangan Islam kesemuanya itu merupakan Rahmat Tuhan yang harus disyukuri.
Makna mensyukuri yaiu rasa senang yang diiringi usaha mengembangkan dan meningkatkan keistimewaan diri serta fasilitas yang ada secara kreatif. Menerima kenyataan itu serta menyukurinya akan mempermudah upaya menemukan karya yang sesuai antara bakat dan kemampuan diri dengan kondisi luar.
Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan agama Islam dari pihak guru yaitu Guru PAI mengarahkan pembinaan dan evaluasi menyeluruh pada segenap aspek kognitif dan psikomotor dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot sikap aspek tadi dari setiap materi. Misalnya aspek kognitif meliupti seluruh sub bidang studi. Asepek afektif sangat dominan pada sub bidang studi akhlak. Aspek psikomotorik dan pengamalan sanga dominan pada sub bidang studi ibadah dan membaca alQuran.
Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan agama Islam dari pihak siswa yaitu siswa akan tumbuh kesadarannya tentang apa yang diharapkan dari padanya, yaiu seorang siswa yang mengetahui , memahami, mengahayati, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam di bumi Indonesia yang berdasarkan Pacasila dan UUD 45 yang secara garis besarnya seseorang yang memiliki integritas diniyah dan loyalitas nasional, dan berpegang Al Quran dan assunah. Pegangan untuk membuka cakrawala dalam pola kehidupannya.***



*)  Kepala  SMK Analisis Kimia YPPT Majalengka