Informasi Pendidikan Eskul Media Mandiri bersama SMA PGRI 1 Majalengka, SMKN 1 Talaga, SMAN 2 Majalengka, SMKN 1 Majalengka, SMAN 1 Jatiwangi, SMAN 1 Talaga

Senin, 14 Mei 2012

Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Lifeskill


Pemikiran Drs.H. Wawan Sonjaya,M.Pd


The worth of the state is the long run is the worth of the individual composing it (Nilai suatu negara dalam jangka panjang adalah nilai dari individu-individu yang terhimpun di dalamnya). Itulah yang disampaikan oleh John Stuart Mills yang dikutip oleh Marwah Daud Ibrahim dalam bukunya "Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan".
Sebagai warga Indonesia, hendaknya selalu berusaha mengembangkan segenap potensi kemanusiaan, yang dianugrahkan Allah kepada kita dengan cara meningkatkan iman dan takwa dan secara terus menerus memperbaiki kualitas di dalam hidupnya. Senantiasa berusaha untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang positif, kreatif, dan yang terbaik untuk membuat sebuah bangsa yang maju, yang berpengaruh dan dapat memimpin.
Perwujudan cita-cita itu, dapat dilaksanakan melalui sebuah program peningkatan kualitas yang kita kenal dengan istilah 5 kualitas (5K).
Kualitas iman dan taqwa, kualitas pikir, kualitas kerja, kualitas karya, dan kualitas hidup. Hal ini sering disampaikan oleh BJ Habibie sebagai sebuah program unggulan dan program tunggal, ikatan cendekiawan muslim Indonesia. Program ini sangat penting berkenaan dengan
banyaknya atau sudah melimpahnya jutaan anak Indonesia yang kini putus sekolah sejak usia sekolah dasar dan jutaan tenaga kerja usia produktif kita termasuk di dalamnya para lulusan sarjana Diploma, strata-1, strata-2 yang menganggur. Yang lebih menyedihkan lagi, adalah potensi-potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara optimal dan dimanfaatkan secara produktif. Kita sadar bahwa Tanah Air kita adalah tanah air yang sangat subur, bahwa ada lagu yang menyatakan tongkat kayu jadi tanaman. Singkatnya, kita itu menghadapi permasalahan 3 T, yaitu 3 tidur. Sarjana Tidur, Lahan Tidur, dan Dana Tidur.
Saya tertarik dan merasa ingin bahwa segenap waktu itu, energi itu pikiran itu, rasa itu, ingin sekali dicurahkan pada sebuah solusi atau memberikan sebuah solusi pemecahan masalah yang sangat mendasar di lingkungan kita. Termasuk penulis dilahirkan di Kepuh dan merantau ke kota dan terus berjuang untuk meningkatkan 5 K.
Sukses individu adalah sukses bangsa, yang dimaksud definisis sukses adalah memanfaatkan dan mengaktualisasikan potensi yang diberikan Allah SWT kepada kita, untuk membawa sebuah manfaat bagi hidup dan kehidupan secara berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup ini. Sukses bisa merupakan secara invidu maupun kelompok, menjadi lebih baik, lebih bermakna, mengerjakan atau menghasilka.n sesuatu dan membuat hidup ini
lebih panjang usia dan lebih bisa mengabdikan diri kepada Allah SWT.
Jadi untuk menjadi bangsa yang besar, kita harus merumuskan paradigma baru, yaitu melihat kesuksesan bangsa sebagai sebuah kumpulan atau akumulasi dari sukses kecil setiap warganya, untuk menjadi bangsa yang maju dan berpengaruh, maka setiap warga harus maju dan sukses,
salahsatu upayanya adalah dengan mendapatkan keterampila hidup atau lifeskill yang diperlukan oleh masyarakat luas.
Diharapkan kita dapat memiliki kemampuan mengelola hidup, dan merencanakan masa depan, dari setiap individu, akan menjadikan mereka itu orang besar. Dengan demikian mereka akan menciptakan hal-hal yang besar. Kontribusi dan terakumulasinya sukses besar mereka akan menjadikan bangsa kita menjadi besar di masa yang akan datang.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar